Sabtu, 19 Februari 2022

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 14

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis Buku Terbaik Perpusnas

Narasumber    : Dr. Mudafiatun Isriyah

Moderator       : Widya Setianingsih


Peluang yang begitu besar untuk meningkatkan kemampuan berliterasi di zaman digital saat ini. Setelah belajar dari beberapamateri di pelatihan Belajar Menulis PGRI hari ini kami disuguhkan materi dengan tema “Menulis Buku Terbaik Perpusnas” oleh narasumber cantik Dr. Mudafiatun Isriyah,   beliau  adalah seorang dosen dan pengajar di FIP prodi BK UNIPAR Jember. Beliau lahir di Lumajang, 21 April 1969. Jika ingin mengenal dan berkeperluan maka bias menghubungi beliau di no Hp 082226529305. Sebagai moderator malam pertemuan ke-14 ini adalah ibu cantik Widya Setianingsih. 




Bu Muda adalah seorang penulis terbaik Perpusnas, malam ini kita akan mengulik habis rahasia Beliau hingga meraih kesuksesan. Buku duet dengan Prof Ekoji yang berjudul : Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online dalam Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal ISBN: 978-623-01-0786-3. Menghantarkan Beliau menjadi Pemenang Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh) Perpusnas 13 September 2021) .Ini adalah foto Beliau saat menerima penghargaan, bersama profesor Richardus Eko Indrajit


Menurut Bu Muda, menulis sama dengan keterampilan-keterampilan yang lain seperti keterampilan membuat kue, membuat anyaman, berhitung, komputer, dan lain-lain yang dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya dan mempraktikkannya. Setiap keterampilan yang diperoleh dengan cara mempraktikkannya harus sering diulang-ulang atau dilatih secara menerus atau berkesinambungan.

 Menulis sama dengan keterampilan-keterampilan yang lain seperti keterampilan membuat kue, membuat anyaman, berhitung, komputer, dan lain-lain yang dapat diperoleh dengan cara mempelajarinya dan mempraktikkannya. Setiap keterampilan yang diperoleh dengan cara mempraktikkannya harus sering diulang-ulang atau dilatih secara menerus atau berkesinambungan.

Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa walaupun kita bukan guru bahasa Indonesia sudah seharusnya orang Indonesia yang ingin menulis dalam bahasa Indonesia maka selanjutnya,  suka atau tidak suka menjadi suatu  keharusan bisa menulis atau mengarang dengan Bahasa Indonesia dengan benar. Untuk menjadi seorang penulisdan akan mengajarkannya  pada orang lain maka penulis harus mengajarkan menulis pernah memiliki pengalaman menulis. Terbiasa menulis karangan, pengarang dapat mengajarkan mengarang dengan baik kepada para siswanya. 

wawasan tentang konsep menulis dan konsep menulis sebagai proses.

  1. Menjelaskan pengertian menulis;
  2. Menguraikan manfaat menulis;
  3. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keengganan seseorang dalam menulis;
  4. Menerangkan mitos-mitos dalam menulis;
  5. Menemukan hubungan menulis dengan berbagai aspek keterampilan berbahasa lainnya;
  6. Menjelaskan pengertian menulis sebagai proses;
  7. Menjabarkan setiap fase dalam proses menulis.

 Ada empat unsur komunikasi berbahasa (verbal) yang terjadi dalam proses menulis, yaitu.    

1. Penulis sebagai penyampai pesan, 

2. Pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis,

3. Saluran atau medium berupa lambang-lambang bahasa tulis seperti huruf dan tanda                         baca, serta

4. Penerima pesan, yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh penulis.

Fungsi menulis secara personal,

    1.  Mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian.
    2. Fungsi instrumental (direktif), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
    3. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial.
    4.  Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan.
    5. Fungsi estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.

Tujuan Menulis:

a. Mengubah keyakinan pembaca.

b. Menanamkan suatu pemahaman kepada pembaca.

c. Merangsang proses berpikir pembaca.

d. Menyenangkan dan menghibur pembaca.

e. Memberitahu pembaca.

f. Memotivasi pembaca

Manfaat Menulis adalah

a Peningkatan kecerdasan.

b Pengembangan insiatif dan kreativitas.

c Penumbuhan keberanian.

d Pendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi.

Menurut Hairston (Nursisto, 1999: 8) juga mamaparkan beberapa manfaat menulis sebagai berikut.

a Sarana untuk menemukan sesuatu.

b Memunculkan ide baru.

c Melatih keterampilan mengorganisasi dan menjernihkan sebagai

konsep atau ide.

d Melatih sikap objektif pada diri seseorang.

e Membantu meyerap dan memproses informasi.

f Melatih untuk berpikir aktif

Bila mendapatkan ide, segeralah menulis di kertas, buku catatan atau media lainnya agar bisa ditindak lanjuti bila telah punya waktu untuk memulai proses penulisan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari hilangnya ide saat itu. Ide biasanya didapatkan dari berbagai sumber, antara lain dengan: membaca buku,membaca jurnal ilmiah, berdiskusi, menghadiri seminar, mengamati fenomena di masyarakat, atau berasal dari sumber lainnya. Terimakasih bu Muda sebagai narasumber dan bu widya sebagai moderator.


Selasa, 15 Februari 2022

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 13

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber    : Susanto, S. Pd

Moderator       : Muliadi

Proofreading sebelum menerbitkan Tulisan sangat penting, membaca beberapa kali sebelum tulisan diterbitkan akan menemukan beberapa tulisan kita yang kurang huruf atau salah ketik, atau salah pemilihan kata. Cara ini sangat diperlukan sehingga ketika tulisan kita dipublikasikan maka akan mudah  dipahami oleh pendengar atau pembaca. 

Materi pada pertemuan ke tiga belas ini dengan tema Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan disampaikan oleh Bapak Susanto, S. Pd beliau sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru sekolah dasar di kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan. Pak D Sendiri adalah alumni kelas BM angkatan 15. Sedangkan moderator yang membersamai materi ini adalah Pak Mulyadi.

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Untuk mengawali pertemuan malam ini Pak D membuat sebuah kalimat dan meminta peserta untuk melakukan Proofreading dan ada beberapa peserta melakukkannya dan ini salah satu contoh dari hasil proofreading oleh peserta.

Kalimat yang beliau kutip:

"Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.

Masih bisa diperbaiki:

"Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

Tanda Elipsis/Titik Tiga (...)  dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog. Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi. Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag". 

Perlu diketahui ada perbedaan antara editing dan proofreading

EDITING

PROOFREADING

 

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan

 

 

 

Melakukan proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.

proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

 


Sebagai seorang proofreader harus mampu memahami yang mana kalimat aktif, apakah susunan sudah tepat atau belum dan apakah subtansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca. Jadi menjadi proofreader tidak hanya membetulkan ejaan atau tanda baca saja. Namun juga yang paling penting  dari tugas seorang proofreader adalah dia harus bisa membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi bacaan tersebut .

 Mengapa harus melakukan proofreading?

Membaca ulang tulisan yang sudah selesai kita tulis itu suatu keharusan, meskipun ada pepatah mengatakan “ berpikir dulu sebelum berkata-kata” namun sedikit berbeda pada hal menulis “ Tulis dulu menjadi tulisan, baca dan pikirkan kesesuaiannya” he...he...

Dengan membaca ulang apa yang telah kita tuliskan maka akan menemukan kekurangan yang dapat kita sempurnakan. Hal-hal kecil akan sering kita lakukan dalam penulisan misalnya kesalahan pengetikan satu huruf saja sudah mengubah arti atau makna dan satu kalimat. Saya contohkan “ saya akam perhi ke padar” seharusnya kalimat tersebut diketik menjadi “ saya akan pergi ke pasar” jadi kesalah tiga huruf dalam kalimat tersebut sudah membuat pembaca bingung. Tulisan atau cerita yang ditulis menarikpun akan kehilangan subtansinya jika terjadi banyak kesalahan dalam pengetikan.

 Menurut Pak D berikut ini Langkah-langkah untuk memulai proofreading

1. Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan                         memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

2. Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk                         meningkatkan aliran teks.

3. Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi     gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

4. 1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

     2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

     3.  Konsistensi nama dan ketentuannya

     4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

5. Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan    penyingkatan kata.

5. Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik,           tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata        yang mengikutinya.

Berikut ini adalah cara pak D belajar PUEBI dengan membuat flyer.

 






Penting sekali bagi penulis yang baru belajar menulis seperti saya untuk melakukan proofreading, betul kata Pak d biarkan dulu tulisan yang baru selesai diketik dalam beberapa menit atau bahkan satu malam. Setelah mendapattkan energi baru, mulailah menjadi proofreader untuk tulisan sendiri. Ilmu yang luar biasa. terimakasih Pak D Susanto narasumber hebat dan moderator semoga selalu dalam keberkahan. Salam literasi, sehat selalu.





 

 

 

Senin, 14 Februari 2022

Mengelola Majalah Sekolah


 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 12

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber    : Widya Stianingsih, S. Ag.

Moderator       : Maesaroh, M. Pd


Membaca judul materi untuk pertemuan ke dua belas (12) kuliah malam ini. Saya teringat baru kemarin saya mengingatkan siswa kelas IX.I untuk memperbahurui tulisan yang ada di mading kelas mereka. Majalah dinding yang ada disekolah merupakan wadah bagi siswa untuk mempublikasikan hasil tulisan mereka baik berupa puisi, cerpen, maupun tulisan lainnya yang dapat dibaca oleh siswa lainnya juga guru.



Materi “ Mengelola Majalah Sekolah” akan disampaikan oleh bu Widya Stianingsih, S. Ag.  Beliau dari dari Arema (Arek Malang). Bu Widya adalah peserta pertama yang lulus di angkatan 21 Pelatihan Belajar Menulis PGRI dengan karya perdananya yang berjudul Laras-laras Makna dalam Puisi. Beliau mengajar di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang. Sebagai moderator pada pertemuan ini adalah Bu Maey yang master dengan rangkain kata-kata fiksi dan pujangga yang menghanyutkan jiwa kala membaca tulisan-tulisan beliau.

Takjub dengan pengalaman narasumber hebat yang sudah sepuluh tahun mengelola majalah sekolah tempat beliau mengajar yang bernama MI Khadijah dengan nama majalah KHARISMA. Untuk mengelola majalah sekolah tentunya kita harus tau apa sebenarnya Majalah Sekolah secara mendalam. Dalam PPT yang disampaikan oleh bu Widya sungguh lengkap, mengenai majalah baik seluk beluk majalah secara umum,  kemudian definisi majalah sekolah samapai Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah sekolah. Berikut adalah beberapa ringkasan materi yang beliau sampaikan cara mengelola majalah sekolah.



Ternyata setelah membaca sejarah singkat majalah Kharisma yang berdiri semenjak 2007 dan , membuat majalah sekolah itu gampang-gampang sulit yang terpenting adalah punya tim yang mau bekerja sama dan memiliki tujuan yang sama. Oleh karena itulah Bu Widya berhasil bersama tim mereka mejadikan majalah Kharima jaya seperti sekarang ini. awalnya hanya cetakan berupa potocopy hitam putih dan sekarang sudah sampai 40 halaman dengan layout penuh warna yang menarik seperti tampilanya. Sungguh perjuangan yang luar biasa selama sepuluh tahun.

 


 Menurut bu Widya LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH

    1.  Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah.
    2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dan sebagainya. 
    3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan. 
    4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor.

            

 

Susunan Redaksi Majalah Sekolah

  1. Penasehat  : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah. Tugas penasehat adalah untuk memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.
  2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah.                                                                                Tugasnya : Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional).  
  3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
  4. Editor tugasnya: Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.
  5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
  6. Fotografer, tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
  7. Layout tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.
  8. Bendahara, tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah. 
Dengan adanya majalah sekolah maka sekolah kita akan mudah dikenal orang banyak. Majalah sekolah juga bisa mengorganisir informasi dengan baik. Tentunya majalah sekolah bisa menjadi brand yang baik buat sekolah. Berikut ini beberapa manfaat dari majalah sekolah.

Menurut bu Widya ini adalah Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.

1. Membuat nama majalah. Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.

                   Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang                            menginspirasi.

              Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

              KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration.         

     2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan. Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-            masing dituliskan di hal 2.

     3. Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara                   singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

               4. Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan                       sekolah dll.

               5. Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 

               6. Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.

               7. Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa                           kerajinan, gambar dll. 

    8. Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas,         unjuk kerja, game dll. 

    9. Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan           berhadiah.

             10. Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

             11. Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya

Berikut contoh publikasi dari majalah KHARISMA



Dengan adanya majalah sekolah siswa bisa mengaktualisasi kemampuan mereka dan mempublikasikan di majalah sekolah mereka. 

Untuk menerbitkan majalah sekolah kita perlu bekerjasama dengan percetakan karena kita memerluukan ISSBN. Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.


Dalam pelaksanaan kegiatan publikasi majah sekolah kita sangat memerlukan dana untuk itu dana yang perlu kita ketuhui sumbernya adalah:

1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA 
Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
3. Sponsor.
Bisa dengan menggandeng  walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.

Selanjutnya percetakan, percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop. 

 


Berusahalah untuk mewujudkan impian memiliki majalah sekolah seperti yang disampaikan narasumber hebat hari ini. Terima kasih bu Widya dan bu Maey, semoga sehat selalu salam literasi.













 



Rabu, 09 Februari 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 11

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber    : Sudomo, S. Pt

Moderator       : Helwiyah



Beberapa saat menjelang kelas dibuka,  saya mengamankan keadaan rumah karena si  kecil yang sedang aktifnya diusia tiga tahun selalu meminta untuk mengetik juga dikayboard yang sama. Menemani bermain dan mengontrol kakaknya yang kelas lima dalam waktu yang bersamaan sungguh luar biasa. Ditambah lagi tadi sore menjelang magrib anak yang dipondok saya jemput karena sakit harus dirawat dirumah agar dapat diantar kedokter dan berobat lebih dekat untuk ke rumah sakit. Sesekali saya buka chat WA grup agar bisa memahami materi “Kiat Menulis Cerita Fiksi” yang akan disampaikan oleh narasumber dipertemuan ke sebelas ini. Materi ini terus bergelantungan dalam ingatan, wajah buk Helwiyah sebagai moderator sudah menyapa. 


Narasumber pertemuan hari ini adalah bapak Sudomo, S. Pt Sukoharjo, 27 Maret 1975 dan sebagai nama pena beliau lebih dikenal dengan panggilan pak Momo. Walaupun pak momo alumni sarjana perternakan beliau berpofesi sebagai guru yaitu guru IPA di SMPN 3 Lingsar Lombok.

Mau tidak mau saya hanya bisa membaca chat saja dalam selingan menemani tiga anak yang lagi membutuhkan perhatian. Setelah sholat subuh barulah bisa memulai tulisan karena si kecil belum bangun.

Pak Momo mengawali materi dengan memberikan pertanyaan agar terkuak alasan mengapa harus belajar menulis fiksi?

Alasan yang paparkan yang pertama adalah berkenanan dengan aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah berkenaan dengan literasi teks fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.

Kemudian Menulis fiksi dapat sebagai penyembuh luka hati yang bagi orang tertentu tidak bisa membagikan cerita kepada orang lain. Maka menulis cerita dengan tokoh yang dibuat menjalani masalah yang sama akan lebih mengasyikkan dan menghasilkan hal yang positif. 

Ketiga, cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.

Keempat, menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku. 

Ternyata untuk bisa menulis  Fiksi juga ada syaratnya lho!,

Sebagai penulis yang baru belajar menulis cerita fiksi, sebaiknya harus menjaga  komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau kompetisi.

Kedua, dalam menullis cerita fiksi kita diminta untuk melakukan riset atau analisis darimana harus memulai,  latar tempatnya, siapa tokoh, dan plot cerita tersebut. Agar  tulisan yang kita buat akan terkesan menjadi lebih nyata.

Selanjutnya, Pahamilah dasar-dasar menulis cerita fiksi. Bacalah sebanyak mungkin cerita fiksi akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis.

Kemudian, mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan. 

 Berikut adalah Cara Bagaimana Kita Menulis Cerita Fiksi? yang disampaikan pak Momo.

1) Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.

2) Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

3) Terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.

4) Outline/kerangka karangan. 

😊Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

🥸Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

🤩Membuat premis sesuai tema

😎Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

🤓Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh       dengan baik

😍Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

🥰Memilih sudut pandang penceritaan yang unik.

 5) Mulailah menulis.

Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)

👌Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca

👌Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh

👌Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi

👌Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas

👌Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)

👌Membuat ending yang baik

6) Lakukan swasunting.

Dilakukan setelah selesai menulis;

👌Jangan menulis sambil mengedit;

👌Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;

👉🏻Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;

👉🏻Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 

Cerita fiksi bagi remaja sanngat mengesankan sebagai ibu dan jaga guru ingin sekali membuat cerita fiksi untuk menyampaikan pesan moral pada pembaca remaja yang saat ini mereka dihantam banyak pengaruh di dunia maya. Semoga keinginan ini bisa terwujud. Terima kasih Pak Momo materinya sangat bermanfaat, terima kasih buk Helwi.


Ranai, Februari 2022


Sosialina, S. Pd.I 


Selasa, 08 Februari 2022

Silaturahmi ala majlis barzanji

 Ada tradisi di tempat kelahiran saya Natuna, ibu-ibu majlis melaksanakan pembacaan barzanji pada setiap empat khusus di tahun Hijriyah. Diawali pada bulan kelahiran Nabi Muhammmad SAW dari bulan Rabiul Awal sampai Jumadil Akhir, empat bulan ini disebut dengan empat bulan maulid. Ibu-ibu majlis taklim melaksanakan kegiatan membaca Al-Barzanji dengan bersilaturahmi dari masjid desa atau kecamatan yang berbeda. Dalam setiap pelaksanaan barzanji dengan ikhlas hati ibu-ibu beersedekah untuk konsumsi setelah kegiatan berupa makan siang bersama setelah sholat zuhur. kegiatan barzanji biasa dilakukan pada hari libur yaitu Ahad agar ibu-ibu yang bekerja sebagai pegawai kantor bisa ikut serta meramaikan kegiatan.  




Pelaksana tugas atau tuan rumah siap dengan panitia acara, penyambut tamu dan konsumsi kemudian Al-Barzanji akan dibaca secara bergantian oleh perwakilan setiap masjid dan surau perwakilan desa atau kecamatan.  Isi  dari kita Al-barzanji adalah kalimat puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW kitab ini dikarang oleh Syekh Ja'far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Syekh Ja’far  lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Asalinya kitab ini berjudul 'Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) namun lama-kelamaan lebih dikenal dengan kitab Al-barzanji.  Tujuan membaca kitab ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan jika dipahami dengan benar maka akan bisa meneladani  ahlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

  

Kitab Al-Barzanji terdiri dari dua puluh bab atau juga disebut pasal, setiap bab dibaca bergiliran. Dalam pelaksanaan pembacaan kitab Al-barzanji juga diselingi dengan tradisi membaca marhaban sambil berdiri kemudian petugas pelaksana atau tyuan rumah akan mengolskan minyak wangi di pakaian pserta atau jema'ah yang hadir dalam kegiatan barzanji. Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya, yang baru beberapa kali mengikuti kegiatan Barzanji. Alhamdulillah dalam kegiatan ini juga kita bisa bersilaturahmi dengan keluarga atau kawan lama yang sudah lama tidak berjumpa. 



Pada kesempatan ini, saya juga diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan teman-teman kualiah dulu tahun 2005 dan saudara dua pupu yang bersal dari kecamatan lain. Kami sangat jarang bisa bertemu karena jarak dan kesibukan masing-masing. Setelah kegiatan barzanji dan sholat zuhur kami sempatkan mengabadikan pertemuan kami. Ingat hadistd Nabi muhammad tentang silturahmi  Dilapangkan Rezeki

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari) [Shahih No.5986 Versi Fathul Bari].

Ini adalah contoh bab dalam kitab Al-Barzanji 



Semoga kegiatan ini tetap lestari sampai anak cucu, yang terpenting adalah pengamalan dari isi Al-Barzanji itu sendiri agar dpat menjadi tauladan.








Senin, 07 Februari 2022

Menulis itu Mudah

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 10

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis itu Mudah

Narasumber    : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator       : Raliyanti


Ketika saya baru mulai belajar menulis di blog beberapa kali judul sudah saya ketik dan beberapa paragrap pembuka sudah tertulis namun sering tidak jadi atau tidak selesai. Perasaan malu untuk membagikan tulisan sering muncul dan ide dalam menulis sering hilang. Bersyukur bisa bersama-sama belajar di komunitas guru belajar menulis. Materi ke sepuluh(10) pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini kami belajar dengan Prof. Dr. Ngainun Naim dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang akan membahas materi "Menulis itu Mudah" dengan moderator Bu Raliyanti.


Prof. Dr Ngainun Naim jika dilihat dari tulisan pembuka orangnya sangat bersahaja, di awal pertemuan beliau menyamapaikan beliau sangat senang bersama komunitas guru karena hampir semua saudara dalam keluarga beliau adalah guru. Kemudian, berbicara tentang menulis. Menurut Prof. Dr. Ngainun Naim lakukan beberapa cara berikut ini agar menulis itu menjadi mudah yaitu:

1. UBAH POLA PIKIR.

Kalimat " Apa yang kamu pikirkan itulah yang akan kamu yakinkan dan akan kamu alami atau jalani"  benar adanya. Karena untuk menjadi lebih baik itu maka harus berpikir hal yang positif kedepannya. Jadi penting sekali dalam menulis kita harus memiliki pola pikir yang positif. Menulis apa yang kita senangi dan apa yang kita pahami akan lebih mudah menuangkan tulisan kita. Buang rasa menulis itu sulit agar tangan tidak sulit untuk merangkai kata dikeyboar maupun pena. Biarkan akal pikiran mengajarakan dan mengarahkan kerja tangan untuk menyampaikan isi pikiran kita. Kata Om Jay" Tuliskan apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu tulis". 

2. BERLATIH MENULIS.

Untuk menjadi biasa itu harus latihan, ketika dulu kita masih sebagai seorang mahasiswa yang memilih jurusan keguruan juga dilatih untuk tampil di depan kelas. Awalnya tidak biasa dan banyak melakukan kesalahan. Begitu juga dengan menulis, harus banyak latihan menulis walupun hanya satu paragraph dalam sehari yang penting setiap hari menulis. Dalam melakukan latihan menulis sebaiknya menulislah dengan santai seperti yang dilakukan oleh penulis lain yang seting kita baca mereka memilih hobby atau menulis pengalaman mereka dalam sebuah perjalanan wisata. Tulisan sesingkat apapun pasti ada ide utama maka untuk diri sendiri saya berpesan menulislah terus setiap hari.  

3. BANYAK MEMBACA.

Keinginan menulis harus berbanding lurus dengan keinginan membaca, karena saat menulis merupakan imlementasi dari hasil membaca apa yang dibaca tertuang dalam tulisan kita. Membaca tidak hanya membaca buku saja, membaca kejadian yang nampak nyata pada lingkungan disekitar kita. Misalnya ketika kita membaca perkemabangan virus covid-19 di tempat sekitar kita tinggal, maka sudah ada ide kita untuk menulis dengan judu " Covid di sekitar rumah ku" he...he...ide yang lucu namun bisa menghasilkan beberapa paraghrap tulisan dan menjadi informasi bagi orang lain. 

4. MELUANGKAN WAKTU.

Sebenarnya apapun pekerjaannya managemen waktu itu penting, namun saya sendiri hanya minta sehat saja kepada Allah SWT. Dari chat grup malam tadi saya membaca ada pertanyaan dari Bu Lely Suryani, menanyakan bagaimana mengatur waktu untuk menulis. Saya menulis resume ini pada jam 04.00 pagi karena kondisi kesehatan saya agak tidak kondusif. Memilih untuk istirahat adalah cara terbaik bagi saya untuk mendapatkan energi baru. Aktifitas di hari senin bagi saya So crowded he...he....target saya tulisan ini harus selesai sebelum jam 05.30 WIB. Saya selalu berdo'a sehatkan saya ya Alloh agar apa-apa yang saya lakukan dalap berjalan dengan baik dan mendapat ridho Allah SWT.  

5. BELAJAR MENULIS KEPADA PARA PENULIS.

Menulis memang harus dengan para penulis, seperti Prof. Dr. Ngainun telah menulis buku dengan judul Menulis itu Mudah maka kita dapat belajar dari buku tersebut. Saat ini kita sudah belajar dari penulisnya langsung tinggal bagaimana ilmu itu sendiri diamalkan atau tidak, tergantung pada komitmen kita masing-masing. 

Semoga tetap dapat memgang teguk menulis di blog dan membagi waktu dengan baik untuk menulis, terimakasih Prof. Dr. Ngainun Naim dan moderator Bu cantik Raliyanti. Salam literasi sehat selalu. " Menulis itu menyenangkan" 



Ranai, Februari 2022


Sosialina, S.Pd.I 


Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...