Kamis, 03 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 20

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menguak Dapur Penerbit Mayor

Narasumber    : Edi S. Mulyanta

Moderator       : Mulyadi


Membaca judul materi di pertemuan ke-20 ini. Teringat dapur di rumah, berarti materinya sangat penting bagi penulis terutama peserta seperti saya. Narasumber pada kesempatan ini adalah Bapak Edi S. Mulyanta S.Si., M. T. beliau menjabat sebagai publishing consultant & E book depelovment Andi publisher. Pengalaman beliau di dunia penerbitan buku sangat luar biasa sudah dua puluh tahun. moderator yang membersamai materi "Menguak Dapur Penerbit Mayor" adalah Bapak Mulyadi dari Toli Toli. 


Di awal materi Pak Edi menjelaskan bahwa Istilah penerbit mayor sebenarnya mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah terbitan di atas 200 judul per tahun dianggap sebagai penerbit skala mayor.

Terjadinya pandemi di tahun 2019  sangat berdampak pada dunia penerbitan buku di Indonesia bahkan di dunia. Banyak dunia surat kabar yang menghilang dari predaran dunia nyata, hal ini  merupakan pukulan bagi dunia cetak, dan informasi berupa cetakan. Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku. Undang-undang no 3 th 2017 tentang sistem perbukuan, telah memberikan isyarat yang tegas akan hadirnya format media digital yang telah diberikan keleluasaan untuk secara bertahan menggantikan dunia cetak. Dipertegas lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah no 75 yang keluar pada tahun 2019, telah memberikan petunjuk secara tegas untuk memberikan arah ke dunia digital di penerbitan.

Walaupun demikian aturanya  namun buku format digital masih merupakan embrio yang belum menghasilkan keuntungan yang sama dengan buku fisik. Sehingga masa depan buku fisik masih sangat menarik untuk dicermati.

Sebaiknya buku yang akan ditulis peserta BM mengikuti peraturan pemerintah no 75 (th 2019) yang memberikan arah pelaksanaan undang-undang perbukuan  no 3 tahun 2017. Keuntungan penulis yang didapat adalah royalty (koin) dan poin atau angka kredit (AK) untuk jenjang akademik. .


 

Untuk menulis buku di zaman sekarang, maka penulis bisa memperhatikan arah peraturan pemerintah terhadap usaha penerbitan buku. Maka pilihlah jenis buku sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Arah Pendidikan tentang Perkembangan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, menuntut penerbit-penerbit untuk berlomba-lomba menerbitkan buku yang mendukung literasi dasar. Ini merupakan kesempatan besar bagi peserta BM untuk mengejar kesempatan ini.

Penerbit-penerbit saat ini semakin semangat untuk dapat mengisi peluang tersebut, kendala utama adalah mencari penulis dengan tema yang marketable. Apabila dipetakan, antara kualitas dan besar market akan terlihat peluang yang menarik untuk mengisi tema-tema buku yang menarik penerbit.

Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market. Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.

Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan.

Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut. eam riset pemasaran akan memberikan data awal kemana outlet yang menguntungkan, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi.

 


Team pemasaran memberikan arah prosentase daya serap pasar saat ini. Kemarin mungkin sudah dibahas oleh pak Agus Subardhana bagian pemasaran kami. Bapak ibu bisa melihat terbitan kami dalam format digital di bukudigital.my.id

Berikut adalah buku solo darii Belajar menulis. Kita bisa melihat buku dalam format digital di www.pbuandi.com dan bukudigital.my.id. Materi di open 20% sehingga dapat dipelajari outline buku, judul buku, pembagian per babnya, dan lain-lain.

Selain itu kita bisa melihat di contoh gratis yang dapat dibaca secara free, bapak ibu bisa mengintip karya-karya yang telah terbit.  Sehingga memudahkan memberi arah tema buku apa yang kira-kira cocok dengan kompetensi yang dimiliki peserta BM.

Untuk mudah praktik bagaimana menulis bab-perbab, struktur buku, struktur kalimat, hingga paragraf. Sebaiknya pelajari contoh tampilan di Google Books, tulislah perencanaan naskah untuk ditawarkan ke penerbit, dengan cara ATM  yang sangat populer Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Selanjutnya hal yang sering ditanya oleh calon penulis, yaitu siapa yang membiayai penerbitan sebuah buku? Nah penerbit mayor biasanya mempunya dana untuk memilih terbitan buku yang menjadi sasarannya, sehingga semua biaya produksi hingga pemasaran dilakukan oleh penerbit tersebut.

Oleh karena itu penerbit akan lebih teliti dalam menyaring naskah yang masuk ke dapur mereka apakah sudah sesuai dengan misi dan visi mereka? Maka sering kita temui naskah tidak bisa terbit karena belum layak. Untuk mengatasi kekecewaan penulis maka penerbit  memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dan lain-lain.

Saat ini sudah ada trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Namun plus minus nya pasti ada apabila menulis keroyokan, terutama angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis. Banyak penerbit-penerbit saat ini menawarkan layanan hal tersebut. Silakan dimanfaatkan sembari belajar untuk memproduksi sendiri buku bapak ibu hingga proses pemasarannya. Konsentrasi penulis adalah di Materi yang otentik, dan unik. Penerbit akan membantu dalam hal Pembahasaan dan Penyajian.

Kesimpulan

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Sesi tanya jawab pertanyaan dari 

Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah peserta gel.23 bertanya:

1. Saya guru matematika SMP apakah materi matematika bisa di tawarkan ke penerbit,             khususnya yang sesuai dengan kurikulum mendatang.

2. Kira-kira bentuk penyajian yang bagaimana ketika mau menulis tentang buku materi            yang berkaitan dengan profil pelajar Pancasila?

3. Saya belum melihat persyaratan naskah yang diajukan ke Andi. (Ukuran kertas, jenis          font, dan lain-lain. Atau saya yang belum bisa buka link yang dimaksud) kemarin memang                     ditunjukkan link yang bisa dibaca, tetapi saya belum ketemu persyaratan nya.

Terimakasih...

Jawaban daei Pak Edi

Terimakasih pak Frans Fernandez

1.      1.  Kami sedang mencari tema-tema yang sesuai dengan kurikulum baru. Literasi numeris                 menjadi target kami dalam mencari naskah, sehingga silakan saja apabila bapak sudah                 mempunyai bahan tulisan.

2.       2. Betul sekali pak saat ini kami sedang mencari Profil Pelajar Pancasila, ini penulis2 sedang              berlomba-lomba menulis tema tersebut.

3. Ini tema yang sedang dicari

 


Pesan penutup dari Pak edi manfaatkan kesempatan menulis buku yang terbuka lebar, saat perubahan kurikulum yang menjanjikan. Penerbit Mayor maupun Minor perbedaannya hanya di skala produksi, pilihlah penerbit yang tentunya cocok sesuai keinginan peserta BM.

Materi yang sangat bermanfaat dan membuka wawasan untuk tema buku solo peserta BM. terimakasih Bapak Edi dan Pak Muliyadi. Semoga sehat selalu, salam literasi.




 


Rabu, 02 Maret 2022

Pemasaran Buku

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 19

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Pemasaran Buku 

Narasumber    : Agus Subardana, M. Pd.

Moderator       : Raliyanti


Setelah membaca Al-Qur'an aku luangkan waktu untuk meulis narasi ini, aku buka grub belajar menullis dan menulis tema materi yang akan di sampaikan pada pertemuan ke-19. Narasumbernya adalah Bapak Agus Subardana, SE., M.M. beliau adalah direktur marketing Penerbit Andi Offset dengan moderator ibu Raliyani yang kemarin juga membersamai kami di pertemuan ke-6 perempuan hebat dan cantik. Sebentar lagi aku harus meninggalkan laptop ini karena berkeinginan mendengar tausiyah peringatan Isra' Miraj di Masjid Agung Natuna yang jaraknya dari rumahku sekitar 15 menit pakai motor, malam ini ditugaskan mendampingi para siswa untuk memeriahkan atau mensyiarkan agama. 


Ternyata menyita waktu lama untuk menyelesaikan resume pada pertemuan kali ini karena kegiatan terlalu padat dalam rangka peringatan Isra' Mi'raj. Baik, sekarang saya harus selesaikan resume ini tepat jam 14.04 hari Rabu 2 Maret 2022. "Mengenai Pemasaran Buku", di awal  Pak Agus menjelaskan pentingnya buku dalam kehidupan. Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama untuk proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Karena pentingnya buku dalam kehidupan maka pengusaha mendapatkan peluang usaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
Menurut Pak Agus, di tengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku sekala Global - Dunia justru bertumbuh. Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjualan buku di secara global / Dunia hingga akhir 2021 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan.


Berikut ini data penjualan buku di awal tahun 2022.

Walupun Industri buku di indonesia mengalami penurunan yang dratis di masa pendemi, hingga mencapai 50% hingga 80 %. Penerbit ANDI Offset Yogyakarta masih bisa bertahan dan bertumbuh. Beberapa genre buku yang kontribusinya justru bertumbuh di masa pandemi. Antara lain, genre buku sekolah , buku anak, masak, self improvement, hukum, Bisnis, parenting & family, dan computing & technology. Fenomena menarik di industri penerbitan buku karena di masa pendemi masih bisa bertumbuh dengan penjualan di kanal online dan directselling.

Bertumbuhnya penjulan ini karena ada perubahan pola perilaku konsumen, khususnya segmen remaja. “Konsumen remaja tidak lagi melihat harga, tapi gimmick. Mereka juga selalu ingin menjadi orang yang pertama mendapatkan produk bukunya,”

Oleh karena itu penulis harus memahami strategi yang penerbit ANDI Offset lakukan untuk memasarkan buku-buku yang sudah diterbitkan. Banyaknya katagori produk buku sperti ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, maka dilakukan pemetaan gendre buku. Tidak gampang untuk menentukan strategi pemasaran, karena ada beberapa paktor yang mempengaruhi yaitu.

 1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

 2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya

Kemudian setelah dipetakan maka penerbit ANDI Offset melakukan dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line) dan strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line ), dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :

A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )

  • 1.  Pentingnya Transformasi Digital

 Selama masa pandemi masyarakat mengalami perubahan pola intraksi sosial yaitu dimana orang-orang sangat menjaga jarak dan berhati-hati menjaga kesehatan selalu memikirkan kelakkan untuk menyentuk barang atau pun bersalaman atau dikenal dengan (Low Touch). Perubahan ini berdampak pada industri begitu juga industri penerbitan buku orang-orang sudah terbatas untuk berkunjung ke pustaka, toko buku dan pasar buku lainnya. Hal ini mengharuskan penerbit berpikir untuk memasarkan buku-buku secara online karena zaman digital mendukung hal ini melalui fasilitas internet yang sudah menjamur kepelosok tanah air. 

Manfaat Digital Marketing antara lain :

 1. Biaya lebih relatif terjangkau atau murah

2. Daya Jangkauan sangat luas

3. Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai katagori

4. Komunikasi dengan Konsumen Lebih Mudah

5. Lebih cepat popular

6. Sangat Membantu Meningkatkan Penjualan

         7. Mudah di evaluasi dan di kembangkan 

Menurut Pak Agus pada Strategi On Line ada lima stretegi yang kami lakukan yaitu:

Pertama, melakukan pengelolaan secara intens terhadap buku-buku best seller-nya, yang saat ini jumlahnya mencapai 100 best seller.

Kedua, Kami Penerbit ANDI  juga massif menggelar program Pre Order melalui toko buku online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

Ketiga, Penerbit ANDI  juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, branding, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat".

Keempat, Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.a

Kelima, Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara On Line.

      • 2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas 

Memasarkan buku melalui komunitas sudah sering kita temukan baik di grup WA maupun FB jadi ini lah kemudahan dalam memasarkan buku di era digital. Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (OFF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , Penerbit ANDI melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

1.  Strategi Pemasaran di Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 

 Tugas lain Marketing adalah menjalin hubungan baik dengan toko

 

Marketing Toko Buku juga harus memiliki Selling skills , artinya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjual produk, baik itu berupa barang ataupun jasa. Selling skills ini sangat menentukan apa yang akan dapat di raih ke depannya dan sukses dan tidaknya dalam berbisnis, secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh bagaimana kemampuan seseorang dalam menjual produk yang dimiliki.

Toko juga menganalisis:

1. Buku bets seller

2. Jenis buku yang banyak terjual

3. Menyesuaikan kondisi lingkungan

4. Repot order, persediaan buku yang sudah menipis, jangan sampai kehabisan. 


Untuk mempertajam pemasaran di toko buku dapat kita lakukan Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :

 



 

 1. Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.                         Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

2. Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau             periode tertentu.

3. Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,                  Program TAB, Program TAM , dan lain-lain )

4. Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat dilakukan ,        kuncinya  proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

Closing stetment yang menatik dari narasumber yaitu. "Tantangan terbesar dalam hidup adalah mengubah tragedi menjadi kemenangan, kesedihan menjadi kesuksesan, dan kebingungan menjadi kepercayaan diri." - Richie Norton

Terima kasih kepada narasumber Bapak Agus dan moderator Raliyanti, semoga selalu sehat . Salam literasi

 

 

Selasa, 01 Maret 2022

TUGAS BDR KE-2 KELAS 9 Maret 2022

 TULISLAH SOAL, KEMUDIAN PILIHLAH DAN TULIS JAWABAN YANG BENAR !                  BUAT DI BUKU CATATAN.

Read the text carefully this text is for questions number 1 to 6.

                This report find out the influence that famous pop stars have on teenagers in my country. A lot of teenagers are influenced by their favorite stars in a number of ways, both negatively and positively.

                To begin with, famous pop stars seem to set trends in teenage fashion, as many teenagers copy the way they dress and even their hairstyles, this is acceptable up to a point, but teenagers sometimes overdo it and end up looking ridiculous.

                Moreover, pop stars behavior and attitudes can influence teenagers negatively.

Teenagers tend to idolize and imitate them, as they think it is cool to do so.as result, some stars behaving aggressively or pick up bad habits such as smoking or taking drugs.

                On the other hand, stars can influence their fans positively. Many teenagers decide to learn to play a musical instrument or to follow a career in music. For his reason, pop stars are opening evolved in different campaigns, for example animal rights. Having pop stars as role model teenagers are influenced by them and tend to adopt their views.

                Finally, pop stars influence teenagers in my country quite a lot. In conclusion, teenagers should judge their favorite stars’ views and behavior and not just blindly copy what they say or do.

1.  This text is mainly about …

A.    Teenagers in our country                                   

B.   The famous pop stars 

C.    The influence of famous pop stars on teenagers  

D.   Famous pop stars and music

2. These above sentences are the bad impacts of famous pops stars on teenagers except?

        A.       Bad behavior                                    B. Smoking and taking drugs   

        C.    Students copy their hairs styles      D. Teenagers follow a career in music

3. What is the mean idea of the fourth paragraph?

A.       The positive impacts of famous pop stars on teenagers

B.       Pop stars influence teenagers in my country

C.       Pop stars behavior in my country

D.       Negative influence on teenagers

4.  Teenagers tend to idolize and imitate them (paragraph 3)

                The closest meaning to the underlined word is…..

    A. Judge             B. copy               C. Result               D. Accept

5. As many teenagers copy the way  they drees  and even their hairsstyles (paragraph 2) The underlined word is refer to….

A.  Teenagers                                     B. Country  

C.  Famous pop stars                         D. Students

6. According to the text, teenagers can follow the stars positively in

A. Taking drugs                           B. bad habit    

C. hair styles                                 D. a career in music

Read the text and answer questions 7 to 10.





       Once upon a time, a peasant worked hard to make a living from his land. Every year his pear tree produced four bucketfuls of fruit which had to be given to the king, a greedy ruler who grew rich at the expense of the poor.

       One year, part of the pear harvest went bad and the peasant was able to pick only three and a half baskets of fruit. The poor man was beside himself with fear, for the king refused to take less than four bucketfuls, and the peasant would be cruelly punished.

       All he could do was put his youngest daughter into one of the baskets and cover her with a layer of pears, so the basket looked full. The king’s servants took away the four baskets without ever noticing the trick, and the little girl found herself all alone in the pantry, under the pears.

       One day, the cook went into the pantry and discovered her. Nobody could understand where on earth she had come from, and not knowing what to do with her, it was decided she should become a maid in the castle. Folk called her Violetta, for her eyes reminded them of the color of violets.

7. What should the man in the story do to the king?

A.   Send their daughters to the palace to become maids.

B.   Give four basketfuls of fruit to the king.

C.  Help the king in the palace.

D.  Work in the king’s fields.

8. “Once upon a time, a peasant worked hard to make a living from his land.”(Sentence 1)

        The underlined word can be best replaced by ________.

A. soldier             B.   farmer    

C. maid                D. cook

9. How was the king?

A. Wise.               B. Tricky.    

C. Heartless.       D. Selfish.

10. The peasant daughter was called Violetta by the folk because ________.

A.   she wore a violet dress

B.   she loved the color of violet

C.  the color of her eyes was violets

          D.  she was as beautiful as the color of violet 
























TUGAS BDR KE-2 KELAS 7 Maret 2022

 TULISLAH SOAL, KEMUDIAN PILIHLAH DAN TULIS JAWABAN YANG BENAR !                  BUAT DI BUKU CATATAN.


Complete (lengkapi) these dialog :

    Farhan   : Hello, I’m Farhan, what is….(1) name ?

    Sofyan   : My name is Sofyan. Who is…..(1)?

    Farhan   : She is Putri.

    Sofyan   : ………………(3)?

    Putri     : How do you do   ?

    1. A. your        B. her  

        C. His             D. my

    2. A. you       B. she      C. he       D. I

    3. A. How are you?         C. How are things ?

        B. How do you do ?     D.  How’s Life ?

 Answer  the questions no 4 to 8 based on the picture below!

    4. What the things no 11 in the picture.

           A. blackboard

           B. Geographical map 

           C. Computers  

           D. Bulletin board

    5. The teacher is standing ……….the students.

A. in front of        B. behind         

C. beside               D. on

6..The computers are ……the students.

A.     in front of          B. behind

C. beside                  D. on

      7.How many chairs are there in the classroom?

A. Twenty          B. Twenty four

C. Thirty one    D. Six.

      8. How many globes  are there on the bookcase?

A. One                    B. Two                  C. Three                  D. Four

        Read the following texts and answer questions 9 to 10

        Now, let me tell you about my house. it is situated at  JL Kartini no 14. it is big enough and nice.

            My house has two floors. It has a living room, a small kitchen and bathroom on the first floor. On the second floor there are three bedrooms and a bathroom. My parents’ bedroom is big. My brother’s room is next to my room.

            My room is small, but I like it. It has light green wall. There is a desk with a computer on it. I do my homework there.

            You know, there is also a nice garden in front of my house. I often play there with my brother. Well, that’s my lovely house.

9. The text is about the writer’s________

 A.     house         B. room

   C. bathroom     D. bedrooms

   10. The kitchen is______

         A. big               B. wide

        C. Small           D. narrow



Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...