Senin, 17 Januari 2022

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 1

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  Ide Menulis Bagi Guru

Narasumber : Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator     : Maesaroh, M. Pd

Saat membaca WA grup Pelatihan Belajar Menulis PGRI gel 23 pas pukul. 19. 00 WIB. Saya membaca dengan sungguh-sungguh, diawali dengan salam pembuka ibu Maesaroh membuka pertemuan dan kemudian menyampaikan susunan kegiatan pelatihan di pertemuan pertama. Saya kemudian mengambil wudu karena waktu sholat isya di Natuna pas pukul 19.10 WIB agar tidak ketinggalan materi setelah sholat saya langsung membaca materi lagi. Sang narasumber pun sudah menyapa beliau adalah Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd yang lekat dengan sapaan Omjay seorang guru dari Labschool jakarta yang sangat humble, beliau sudah menjadi guru semenjak tahun 1990. Materi yang akan beliau sampaikan adalah tentang Ide Menulis Bagi Guru. 



Di awal materi beliau menceritakan tentang bagaimana beliau bisa dikenal orang banyak ya dengan menulis. Menulis bisa dilatih dengan menulis apa saja sebagi ide utama, namun banyak orang belum bisa menulis karena belum terbiasa. Menulislah dengan beberapa paragrap saja sebagai latihan awal jika kita ingin menulis banyak.

          Ide itu ada dimana-mana, menurut om jay apa yang ada disekitar kita adalah sumber ide untuk menulis. Menulis bagi guru Indonesia adalah hal yang mudah karena guru-guru Indonesia sudah menulis terutama yang lulus S1 mereka sudah menulis sekripsi. Kemudian Om Jay memberi tantangan untuk menulis tiga alinea tentang PGRI selama lima menit.  Saya berusaha namun terlambat keburu ditutup lagi kelasnya.☺ Ini tulisan yang saya coba namun lebih dari 5 menit.



Belajar menulis harus konsisten, saya ingat kata ajaib Om Jay menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Menulis apa saja yang ada disekitar kita namun untuk menulis perlu menganalisis dan memilih kata-kata yang tepat untuk mewakili ide yang ada dalam pikiran kita. Berikut ini beberapa cara mendapatkan ide untuk menulis yang saya baca dari Natalie Golberg, Alirkan Jati Dirimu  :

  1. MENULIS DARI PIKIRAN SENDIRI

Menulis apa yang kita rasakan baik sedih maupun senang, ceritakan dalam buku atau pun blog dan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Bagi kita tulisan kita adalah tulisan yang bisa saja namun berbeda dengan pembaca yang ketika membaca tulisan kita dan tersentuh.

     2. KEKUATAN CINTA 

Menulis juga perlu rasa, ketika sesorang sudah mencintai dengan kebiasaan menulis maka menulis setiap hari seperti yang di sampaikan oleh Om Jay merupakan kekuatan cinta pada tulisan. Seseorang akan rindu atau merasa ada yang kurang dalam kehidupannya jika satu hari dia tidak menulis. 

    3. MENULIS SECARA TERATUR

Jika kita menulis secara teratur, kita melatih pikiran kita untuk mengalahkan atau mengabaikan perlawanan itu. kita lakukan saja. Di tengah latihan menulis itu, kita akan menyukainya. Ketika selesai latihan menulis, kita justru tidak ingin berhenti. Kalaupun berhenti, kita tidak sabar menanti kesempatan untuk berlatih menulis yang berikutnya 

    4. BELAJAR MENULIS

Setelah mencintai tulisan maka sebaiknya belajarlah menulis dengan benar, agar penulisan kita sesuai dengan kaedah KBBI dan PEUBI. Jika tulisan kita sudah standar penulisan yang layak terbit maka kita bisa mendapat keuntungan untuk menjadi penulis yang sebenarnya. 

     Demikian untuk resume pertemuan pertama, semoga semangat menulis ini menjadi sebuah kecintaan hingga bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dalam tulisan.



Ranai, 18. Januari 2022


Sosialina, S.Pd.I 

 

          


Jumat, 07 Januari 2022

BEBELAJAR MENULIS DENGAN MENGIKUTI KELAS WRITING IS MY PASSION

    MENGAPA BELAJAR MENULIS? 


    Bersyukur kepada Alloh yang memberikan kesehatan dan kemampuan untuk berpikir mengembangkan apa-apa yang telah dianugrahan kepada setiap manusia. Sebagai manusia biasa yang hanya bisa bersyukur atas anugrah kehidupan yang sempurna ini. Saya merasa ada kewajiban untuk menuntut ilmu dan membagikannya ke kapada sesama, terutama kepada anak dan para peserta didik yang dimana saya telah diberi  amanah untuk mendidik mereka. Untuk itu saya harus selalu belajar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan saya diberbagai bidang terutama yang sesuai dengan profesi saya. Menyadari ilmu semakin berkembang di era kemajuan teknologi ini atau biasa dikenal dengan era 4.0 maka saya tidak ingin membiarkan saya jauh terpuruk pada dinding kemalasan untuk mengupgrade ilmu pengetahuan setelah belasan tahun menyelesaikan S1 rasanya diri ini bagaikan tanaman kering yang kurang disirami air dan pupuk pengetahuan. 

    Untuk itu saya mencari jalan untuk menemukan cara agar semangat belajar tetap tumbuh dalam pikiran dan tindakan, agar dapat memberi contoh kepada anak dan peserta didik. Kemudian Alloh pertemukan saya dengan banyak Bapak dan Ibu hebat yang sudah menulis buku, membuat saya menyadari betapa jauhnya saya tertinggal tentang pengetahuan, ada seorang Ibu yang menginspirasi yaitu Bu Murniati dalam sebuah kelas menulis Kartu Catatan (KC) Kontenporer yang dibimbing oleh Bapak Peng Kheng Sun. Kelas menulis yang dibimbing Pak Peng menekankan pada latihan menulis dengan benar-benar memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaedah penulisan yang sesuai dengan PEUBE dan KBBI. Murni biasa saya panggil kakak, beliau selalu menanyakan kabar saya dan keluarga dan memberikan saran dan masukan mengenai cara menulis. Bu Murni memiliki semangat menulis yang luar biasa, dan beliau juga memperkenalkan saya kepada Bu Sri Sugiastuti atau biasa dikenal dengan Bu Kanjeng. Selama mengenal ibu-ibu yang luar biasa, saya merasa belajar menulis dan membuat tulisan itu menjadi suatu keharusan bagi seorang guru karena sesuai dengan Permendiknas no  35 tahun 2010. Guru jika ingin mengajukan kenaikan pangkat maka guru harus memnuhi syarat publikasi ilmiah. Publikasi karya ilmiah diwajibkan dari guru golongan 3b ke 3c dan seterusnya. Merangingat menulis itu menjadi keharusan bagi seorang guru maka saya bersyukur sekali dapat ikut serta dalam sebuah pelatihan menulis online yaitu Writing Is My Passion. Kelas ini dilaksakan secara online dibimbing oleh Bu Kanjeng dengan narasumber berikut ini.


Dalam pelatihan menulis online di kelas WIMP saya belajar melalui via WA dan mendapt doorprize dari Bu Dra. E. Hasanah, M. Pd satu buku berjudul Buku Panduan Guru Penulis Pemula. Saya merasa mendapat sebuah augrah yang luar bisa bias bergabung di kelas WIMP karena tidak tebayang oleh saya suatu saat bisa menulis buku. Hasil dari kegiatan pelatihan ini saya baru dapat menulis dua buku antologi berjudul Bangga Menjadi Guru dan Buku kumpulan puisi Suara Dalam Kata, dan satu buku solo berjudul Mudah Praktik Procedur Text Dengan Demontarsi. Buku-buku itu merupakan awal langkah menulis yang akan saya lakukan setiap hari seperti yang di ajarkan oleh Om Jay dengan kalimat ajaibnya Menulislah Setiap Hari Kamu Akan Merasakan Perubahannya.

Apa yang disampaikan Om Jay benar saat ini rasanya jika tidak ada tulisan yang dihasilkan dalam satu ahri maka akan merasa ada yang kurang. Meskipun hanya menulis satu atau dua paragrap saja dalam satu hari sudah ada kenikmatan. Tentukan tulisan apa yang akan kita tulis dan menjadi ciri khas kita apakah segi sosial atau cerita fiksi atau tukisan jenis lainnya. 

 Terima kasih Bu Kanjeng, dan tim naraasumber moderator hebat dalam pelatihan WIMP. Semoga Allah membalas kebaikan semua dengan kebaikan hidup yang berkah terus semangat menbar kebaikan.

APAKAH KAMU BAHAGIA?

         

Hampir setiap pagi, bangun dari tidur ucapkan dengan doa yang artinya : " “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia 'mematikan' kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan.”

Dengan menjiwai dan memahami makna doa bangun tidur tersebut, maka kita sebagai hamba Allah SWT akan selalu bersyukur atas apa yang Allah anugrahkan kepada kita. Kebaikan yang kita rasakan dan alami merupakan anugrah dan ketetapan dari Allah.  Oleh karena itu, perbanyaklah bersyukur. Sebagaimana Alloh menyampaikan pentingnya bersyukur dalam firmanya Al-qur'an surat Ibrahim ayat 7.

 

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

 Syukur adalah kunci dari kebahagian, bagi umat Islam panduan hidup sudah tertulis dalam kitab Al-Qur'an dan Hadist Nabi. Umat Islam banyak yang belum memahaminya dan hal ini wajar karena hidup adalah belajar, belajar untuk menjalani kehidupan sebagai khalifah di bumi. Dalam kehidupan kita mengalami banyak ujian hidup, setiap ujian atau cobaan dalam kehidupan baik yang disenangi maupun ujian kesusahan atau yang tidak disenangi adalah jalan kita untuk mencari pelajaran atau hikmah dalam ujian tersebut. 

Oleh karena itu, setiap menghadapi ujian hendaknya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai manusia kita diberi akal dan nafsu oleh Allah, akal fungsinya untuk mengontrol nafsu. Bagi umat Islam yang beriman akal mereka akan mengontrol dengan benar tata cara menjalani kehidupan baik dalam beribadah maupun bermuamalah. 

Dalam hidup pasti ada masalah yang dihadapi itulah yang disebut dengan ujian atau cobaan hidup. Semenjak dalam kandungan takdir kehidupan kita sudah ditulis oleh Allah. Apakah takdir rezeki, jodoh, dan kematian semuanya tertulis dalam At-Taqdiirul ‘Umri. Takdir umri merupakan ketetapan Allah bagi janin yang berusia 4 bulan. Dalam ketetapan tersebut, telah dituliskan mengenai kebahagiaan dan kesengsaraan, ajal, amal, hingga rezekinya.

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR Bukhari dan Muslim dan Ibnu Majah).

Memahami hal tersebut, sebagai umat Islam hendaknya kita selalu bersyukur atas ketetapan Allah. Baik ketetapan yang kita senangi, maupun ketetapan yang tidak kita senangi misalnya kita menginginkan jodoh kita adalah perempuan yang sholeha dan baik hati, ternyata setelah menikah kita memperisterikan seorang perempuan yang biasa-bisa saja dalam keimanan dan ibadahnya. Jodoh yang kita dapatkan adalah kehendak Allah, bisa jadi Allah mau mengajarkan kita agar menjadi seorang imam yang berilmu agar dapat membimbing seorang isteri menjadi perempuan sholeha. Ini pelajaran yang dapat kita ambil dari ujian yang tidak kita senangi. Bagi orang yang beriman segala ketetapan dalam hidup mereka adalah terbaik bagi Allah. kita harus yakin Allah maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNYA.

Perbanyaklah bersyukur karena dengan bersyukur atas takdir Allah maka akan memperoleh hidayah Allah berupa kelapangan hati. Hati merupakan tempat memperolah ketenangan dan bahagia. Semakin kita bersyukur maka distuasi apapun yang kita alami atau kita diuji maka akan tetapan tenang dan bahagia. Rasa hidayah kelapangan hati hanya diperoleh bagi orang-orang yang beriman, orang yang selalu menyandarkan masalah kehidupan hanya kepada Allah. Sehingga apapun ujian kehidupan yang dihadapi akan ada solusi mudah dari Allah SWT. 

Sabtu, 01 Januari 2022

BACALAH DAN ABADIKAN DALAM TULISAN


Ketika Nabi Muhammad SAW diangkat  menjadi Rasul, wahyu Allah disampaikan oleh malaikat Jibril dengan menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca. Saat itu beliau tidak bisa membaca dengan paksaan malaikat Jibril beliaupun mengikuti bacaan yang malaikat Jibril ucapkan yaitu surat Al-alaq ayat 1-5.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢

Artinya: Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. 

Dengan disampaikan wahyu tersebut, mengajarkan kita bahwa betapa pentingnya untuk membaca. Membaca tidak hanya membaca buku namun juga membaca keadaan sosial di lingkungan sekitar kita. Membaca dalam arti memahami apa-apa yang dapat dipelajari dari sesuatu yang nampak baik dari bacaan, tontonan maupun apa yang kita dengar. Pemahaman membaca yang mendalam membuat kita mampu mengimplementasikan makna dari firman Allah SWT surat Al-alaq ayat 1-5. 

Sebagai umat Islam, kita diminta untuk membaca dengan menyebut nama Allah artinya dengan selalu menyebut nama Allah SWT dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari menyadarkan kita bahwa kita hidup karena Allah. Mengawali kegiatan atau menjalani pekerjaan dalam keseharian diniatkan ibadah karena Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56).

Ayat tersebut menjelaskan esensi awal dari tujuan penciptaan kita sebagai manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada sang khalik pencipta segala mahluk yang ada di dunia. Bagaimanakah ibadah itu? apakah terus menerus dengan melaksanakan sholat, mengaji atau puasa sepajang hari tanpa menghiraukan kebutuhan dan tatanan sosial dalam kehidupan. Tentunya tidak demikian, ibadah sendiri tidak terlepas dari niat yang melekat pada setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia terutama umat Islam. 

Umat Islam semua disunahkan memulai segala pekerjaan denga do'a meskipun dengan bacaan Bismillah artinya dengan menyebut nama Allah. Amalan ringan ini menunjjukan benar adanya Islam itu mengisyaratkan kehidupan manusia sebagai hamba Allah adalah untuk beribadah, karena segala yang dilakukan tidak terlepas dari ucapan mengingat Allah SWT. Sebagai contoh sederhana, dari bangun tidur umat Islam disunahkan membaca do'a

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

 Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

       Kemudian, umat Islam disunahkan untuk berdo'a ketika akan tidur, dengan do'a sebagai         berikut.

 لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Arinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.

 Makna doa yang luar biasa, umat Islam yang benar kuat keimanannya akan memegang teguh kebenaranya. Allah lah yang menidurkan dan yang membangkitkan hamba NYA tidak ada kuasa bagi hamba untuk melelapkan mata dan kesadaran jiwa saat tertidur dan tidak ada kekuasaan hamba untuk terbangun dari mimpi kematian sementara selain kekuasaan Allah SWT.

Dengan penuh kepercayaan umat Islam akan menjalankan apa-apa yang telah disunahkan kepada mereka. Termasuk untuk membaca alam sekitar sebagai perwujudan kekuasaan Allah SWT. Membaca apa-apa yang nampak, dirasakan dan yang memang dibaca sebagai sumber ilmu pengetahuan. Cara seorang penulis untuk mengasilkan sebuah tulisan selalu berawal dari bacaan yang mereka baca, pikiran tentang apa yang dialami dalam kehidupan, atau perwujudan dari rasa yang mereka tuliskan dalam sebuah cerita.

Oleh karena itu, membaca sangat penting bagi kita adalah untuk menghasilkan rangkaian kata yang menjadi kalimat, dalam perkataan maupun dalam tulisan atas apa yang telah kita terima dari hasil bacaan tersebut. Sebagaimana Rasulullah SAW diperintahkan untuk membaca agar dapat memasukkan ilmu mendasar tentang ketuhanan atau aqidah yaitu hanya Alloh lah yang maha pencipta, yang menciptakan manusia dari segumpal darah dan mengajarkan manusia dengan pena dan mengajarkan manusia atas apa yang tidak diketahuinya. Demikian sempurnya arti dari surat Al-alaq ayat1-5. Al-qur'an merupakan wahyu Allah yang dituliskan dan dibukukan pada masa khalifah Utsaman bin Affan. Khalifah Utsman bin Affan meminta kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam untuk menulis kembali Al-Qur'an dan kemudian dibuat dalam satu mushaf. 

Demikian sempurna ajaran Islam memberi contoh kepada umatnya agar untuk mau menulis agar Ilmu yang didapatkan dalm sebuah bacaan maupun pembelajaran kepada guru mereka hedaknya diabadikan dalam sebuah tulisan agar ilmu tersebut tidak hilang bersama diri mereka yang dipanggil oleh Alloh SWT. Banyak para ulama dan tokoh Islam yang karya tulisan mereka menjadi dasar untuk pelajaran agama Islam. Kitab-kitab ilmu agama tentang hadist Nabi membahas segala bidang dalam kehidupan umat Islam sebagai pedoman untuk umat Islam dalam beribadah dan bermuamalah. Allah SWT pernah bersumpah demi pena, sebagaimana di sampaikan dalam surat  Al- Qalam ayat 1.

 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ

1. Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

Pena dijadikan sumpah oleh Allah, karena ia memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia. Pena (qalam) dan kemampuan menulis merupakan karunia dari Allah, sebagai sarana mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu akan tetap ada jika para Ilmuan atau orang yang memiliki ilmu tidak pernah menuliskannya.  

 Dari surat Al-Qalam ayat 1 dapat kita pahami bahwa menulis memang sudah menjadi keharusan dalam Islam. Menulis merupakan implementasi dari kepemilikan suatu pemahaman dari pelajaran yang didengar, dilihat maupun dibaca. Bacalah dan kemudian abadikan dalam tulisan.

 


 


Kamis, 23 Desember 2021

MENDIDIK LEBIH MUDAH DI ERA DIGITAL

 Mempertahankan karakter di era digital


oleh 

Sosialina, S.Pd.I


        Guru merupakan profesi yang banyak diminati oleh generasi muda saat ini karena profesi guru selain memiliki konotasi mulia, juga merupakan profesi yang memudahkan sesorang untuk memperoleh kehidupan yang layak di zaman 4.0 ini. Mengapa demikian? karena kemerdekaan memperoleh pendidikan di segala pelosok Nusantara sudah terbuka, hingga pada tahun 2017 sampai sekarang banyak program Kementerian Pendidikan yang mengirim generasi muda untuk mengajar di daerah pelosok nusantara dengan beberapa program seperti guru garis depan (GGD), Indonesia Mengajar, 1000 guru, dan komunitas jendela. Program mengajar tersebut menghantarkan  generasi muda yang berlatar belakang alumni sebagai pendidik yang belum mendapatan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu mereka dapat mengambil tempat dalam dunia pendidikan. Mereka mengikuti seleksi dari awal sampai mereka lulus dan bisa mengajar di daerah pelosok di Indonesia. Dengan program-program tersebut generasi muda yang memiliki inovasi baru dalam pendidikan juga dapat memperoleh penghasilan yang layak sebagai guru.

       Saat ini jika berbicara tentang pendidikan di pelosok nusantara, tidak terlepas dari ketersedian fasilitas internet dari pemerintah atau pihak swasta. Suatu daerah di pelosok manapun tidak akan tertinggal pendidikannya jika informasi sudah mulai masuk di daerah tersebut. Seperti yang saya rasakan saat ini, pendidikan berkembang begitu pesatnya karena di daerah saya Kabupaten Natuna sudah memiliki akses internet dari pemerintah dan pihak swasta. Sebagai seorang guru saya merasa perlunya keseimbangan kompetensi pendidik untuk membersamai kemajuan era digitalisasi dalam mengembangkan pendidikan saat ini.

        Pada saat pemerintah memberlakukan pelajaran online di akhir 2019 saya merasa agak ragu dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saat itu saya hanya menggunakan media WA sebagai pengantar tugas untuk siswa dan siswa mengirim tugas ke saya. Di tahun 2020 saya baru mempelajari bagaimana membuat googleclass membuat daftar hadir, mengirim tugas dan meminta siswa mengirim tugas melalui link class. Cara ini tidak sesuai ekspektasi saya, karena tidak semua siswa punya android, dan tidak semua siswa paham googleclass akhirnya hanya saya membuat kebijakan bagi siswa yang tidak punya android mengambil tugas di sekolah berarti tugas luring. Pandemi belum juga berlalu saya sebagai guru mencari peluang untuk belajar meningkatkan kompetensi diri untuk menyikapi pendidikan era digitalisasi dengan cara belajar membuat media mengajar online dengan cara amati, tambah-tambahi dan modifikasi (ATM) berikut adalah link video mengajar yang pernah saya buat. https://drive.google.com/file/d/1PRyR3OLz95iZ74l0Raz2YkVimbtKqEQB/view?usp=sharing

        Setelah dua tahun melakukan proses belajar mengajar online, ternyata ada yang berdampak positif dan negatif dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah tempat saya mengajar. Di minggu ke dua Oktober 2021 kami melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan cara membagi siswa menjadi dia shif jadwal belajar sehingga di temukan kelas yang siswa hadir hanya 70% dalam satu kelas. Masalah ini terjadi karena kurang paham orang tua untuk mengawasi anak selama belajar online yang dilakukan beberapa waktu yang lalu sehingga anak-anak kecanduan game online yang mereka tidak sadar sampai dini hari mengakibatkan tidak bisa bangun pagi untuk pergi ke sekolah. Sangat disayangkan sebagai orang tua ada juga yang mengeluh kepada guru bahwa mereka tidak mampu lagi untuk mengontrol anak-anak mereka menggunakan android. Akibatnya guru yang ada di sekolah juga melihat ada perubahan karakter anak dalam bergaul kepada teman mereka di kelas dan sikap menghormati terhap guru juga mengalami degradsi moral.

      Menanggapi masalah di atas sebagai guru saya berpikir bahwa kemajuan digitalisasi perlu keseimbangan antara kemampuan menggunakannya dan pemahaman bagaimana pemanfaatannya pada hal yang positif. Saya sebagai walikelas, merasa siwa yang saya bimbing adalah anak saya di sekolah dan membuat rindu ketika lama tidak menyapa mereka. Untuk menanamkan karakter anak agar menghormati orang tua, saya mengirim pesan berupa nasehat sederhana via WA dan kadang mengirimkan mereka link tulisan saya agar mereka membaca dan memberi komentar. seperti contoh berikut ini.

 



        Menamkan karakter sepertinya mudah namun ada hambatan yang membuat kesulitan yaitu dunia milenial sekarang ini menciptakan generasi milineal pula. Langkah awal yang harus dipahami adalah siswa sekarang pada zaman yang jauh berbeda dari tahun sembilan puluhan. Generasi sembilan puluhan mengecap pendidikan pola peningkatan  iman dan takwa (IMTAK) selaras dengan ilmu pengetahuan dan teknilogi (IPTEK) sedangkan generasi milenial tahun duaribuan pendidikan pola merdeka belajar dengan dipengaruhi digitalisasi. Tujuan dari merdeka belajar sangat bagus diharapkan dimana saja siswa berada, mereka bisa mengakses pelajaran melalui android yang ada ditangan mereka. Namun sangat disayangkan ternyata keinginan atau harapan pemerintah tidak seindah apa yang terjadi didunia nyata. Disebabkan siswa kurang cakep berdigital maka berdampak pada pengaruh negatif yang menarik meraka melalui game online dan situs porno. Malah ini membuat para orang tua mengeluh karena anak mereka tidak bisa diatur atau tidak menerima atau mendengar arahan mereka di rumah. Dengan benturan masalah itu para orang tua meminta guru untuk mampu mendidik anak mereka agar mendengar nasehat mereka di rumah. Sebagai guru sudah seharusnya kita meningkatkan kompetensi digitalisasi agar mampu membersamai siswa dan memberikan penanaman karakter kepada mereka jangan sampai guru kehilangan pamor disebabkan oleh ketidak pahaman di bidang digital.

 

Ilmu pengetahuan mengikuti perkembangan zaman perhatikan nasehat  Umar bin Khathab Ra berkata :

 عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا

 “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”

         Nasehat ini mengarahkan kita sebagai guru dan orang tua hendaknya memahamai zaman dan pola tingkah anak yang berekambang pada zamannya. Seperti kita ketahui bersama, perkembangan dunia digital sekarang ini banyak berdampak pada anak karena perkembangan informasi dan komunkasi secara terbuka. Siswa lebih berminat dengan hal-hal kekinian padahal hal-hal lama pun belum mereka ketahui. Terjadinya pikiran dermikian karena pengaruh digital di era 4.0. Siswa banyak mengakses informasi dari dunia maya, yang seharusnya dibimbing dan diawasi oleh orangtua. Usia siswa belum bisa memfilter informasi yang baik bagi mereka dan berdampak negatif untuk mereka. Sehingga, ini menjadi tantangan bagi guru dalam menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Terlalu banyaknya pengaruh yang menarik di dunia digital menjadikan materi ajar yang diberikan oleh guru tidak tanpak menarik. Apatah lagi untuk menanamkan karakter kepada siswa, mereka merasa bosan jika dinasehati melalui ceramah di kelas. Oleh karena itu, sebagai guru masalah karakter ini adalah tujuan pertama dalam pendidikan. Tercapainya suatu pendidikan akan nampak pada perubahan karakter anak pada hal yang lebih baik. Guru harus bisa mengajar dan mendidik anak melianial menjadi generasi yang cakep digital, terdepan dengan akhlak mulia. 

Untuk mempertahankan karakter siswa di era digital, di tahun 2022 saya berencana akan membuat komunitas membuat konten positif (KOMEKONPOS) di sekolah. hal pertama yang akan saya lakukan adalah: 

    1. Mengajak dan menyeleksi siswa yang sungguh-sungguh bisa bergerak membuat konten positif.
    2. Membuat kepengurusan KOMEKONPOS.
    3. Membuat program publikasi konten.
    4. Mengajarkan cara menulis dan membuat video positif bertema karakter positif.
    5. Mengevaluasi kegiatan KOMEKONPOS.

Demikian rencana dan upaya yang akan saya lakukan untuk menanggulangi masalah degradasi moral yang terjadi pada siswa yang saya didik di sekolah tempat saya mengajar. Semoga Allah SWT memudahkan rencana saya. Semangat mendidik untuk menyelamatkan anak bangsa.




 


Rabu, 22 Desember 2021

Kedudukan Ibu dalam Islam

     Kata Ibu menurut KBBI yaitu wanita yang telah melahirkan seorang anak, atau kata yang biasa digunakan untuk menunjukkan wanita yang sudah bersuami. Sesuai dengan arti kata ibu menunjukkan bahwa ibu adalah seorang wanita yang terhormat yang patut dimuliakan, karena telah rela dengan ikhlas hati mengabdikan diri terhadap suami dan keluarganya dalam membina sebuah keluarga yang tentram, sejahtera dan bahagia hanya mengharap ridho Allah. Ibu sosok yang dianugrahi rahim sebagai perwujudan sifat Rahman dan Rahim Allah SWT. Dialah seorang perempuan yang rela melepaskan masa muda untuk menjadi seorang isteri bagi seorang suami, perempuan yang ketika mudanya sangat menarik yang hanya mengurus dirinya sendiri kemudian tertatih-tatih belajar mengurus seorang suami kemudian merelakan diri mengandung, melahirkan dengan rasa sakit yang luarbiasa, dan membesarkan anak-anaknya. Hanya seseorang yang memiliki sifat keibuan seperti ibu yang mampu menjamin jiwanya untuk keselamatan dan kebahagian anak-anaknya. Seorang ibu dibekalkan senjata air mata untuk meminta do'a kepada Allah dan Allah selalu mengabulkan do'a dan pinta seorang ibu untuk kebaikan hidup keluarga dan anak-anaknya. Oleh karena itu Islam sangat memuliakan seorang ibu dan memberikan hak-hak istimewa yang tentunya akan meninggikan kedudukannya di dunia dan di akhirat.



 Pesan ibu untuk anak dan anak cucu ibu yang mungkin tulisan ini akan dibaca setelah ibu tiada. Muliakanlah seorang ibu, ibu kandung dan ibu mertua maupun ibu tiri, ataupun ibu angkat. Ada hal yang perlu kita ingat dan kita laksanakan, amalkan dalam pergaulan sehari-hari kepada ibu yaitu:

 1. Ibu berhak dilemah-lembuti dalam berbicara

 Seorang anak hendaknya berbicara lemah lembut kepada ibu dan bapak, atau orang yang lebih tua darinya dalam pergaulan sehari-hari. Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 23-24:

 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS: Al-Isra ayat 23-24).

2. Ibu harus ditaati dan dilayani dengan sebai-baiknya

 Seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya. Ia yang telah mengandungnya selama sembilan bulan. Ia juga yang menyusuinya dan membersarkannya. Dalam sebuah riwayat pada zaman Rasulullah, ada seorang sahabat menghampiri Rasulullah SAW seraya  bertanya, " Siapa manusia yang paling berhak saya hormati?" riwat tersebut dapat kita pelajari dari hadist berikut ini.

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

 

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

 “wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

 Sumber: https://muslim.or.id/27393-kedudukan-ibu-lebih-utama.html

Dari hadist tersebut mengajarkan kita bahwa Islam sangat memuliakan seorang ibu, dan kedua orang tua kita. Umat Islam hendaknya menyadi hal ini dan mengikuti panutan kita Rasulullah SAW yang mengajarkan bahwa jika ingin mendapat ridha Alloh maka dapatkan lah ridho kedua orang tua.

3. Jasa orang tua tidak terbalas

Ibu dan ayah adalah manusia yang selalu mengutamakan kebutuhan anak-anaknya dari pada kebutuhan mereka sendiri. Sering kita melihat seorang ibu berpura-pura tidak doyan dengan makanan yang anak-anaknya saja kadang tidak cukup untuk memakan makanan tersebut, padahal yang sebenarnya dia merasa kenyang dan merasakan nikmatnya makanan itu dengan melihat senyuman anak-anaknya yang sedang makan. 

Sedangkan seorang ayah sering berusaha untuk kuat dalam lelah dan letih pulang dari bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Seorang ayah kadang rela menunda istirahatnya dengan menahan letihnya mendengarkan dan bahkan menemani dan melayani anaknya yang mau bercerita melepas rindu karena baru bisa berbicara bersama ayahnya setelah beberapa hari pergi mencari nafakah.

 Apapun yang kita lakukan untuk membalas jasa ibu dan ayah kita setelah kita dewasa brlum tentu kita dapat membalasnya. Sebuah riwayat  menjelaskan kisah seorang sahabat yang menggendong ibunya tawaf, namun Abdullah bin Umar radhiyallahu'anhu mengomentari bahwa itu belumlah cukup untuk membalas jasanya. 

Teruslah berusaha untuk memuliakan orang tua terutama Ibu, bersilaturahmilah meski kita sudah berkeluarga dan punya anak dan segala kesibukan karena beban kehidupan. Hormati isteri yang sudah menjadi ibu bagi anak-anak kita. Anak yang sholeh dan sholeha selalu mendo'akan untuk kebaikan ibu dan bapaknya sampai mereka tiada dan hidup kembali di akhirat nanti. Pejuang ridho Allah SWT hormati permpuan, terutama perempuan yang bergelar ibu. Semoga Allah mudahkan kita mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari untuk berbuat baik kepada orang tua.  

 Penulis

 

Sosialina 

Rabu, 15 Desember 2021

PENGEMBANGAN KUALITAS HIDUP MELALUI LITERASI DIGITAL

 

        Di era digitalisasi ini banyak sekali kita temukan OKAB( orang kaya baru). Kualitas hidup meningkat karena kecakepan dalam berdigitalisasi yang sangat menguntungkan, banyak orang menjadi youtuber dan malah ada kampung youtuber di dusun Posing, Kabupaten Bondowoso, Jawa timur. Ini sangat bagus menjadi contoh bagi kita semua.

          Pada Pelatihan GMLD ini juga merupakan sarana bagi guru untuk meningkatkan kualitas hidup melalui literasi digital. Untuk itu di pertemuan ke-20 kami belajar materi tentang PENGEMBANGAN KUALITAS HIDUP MELALUI LITERASI DIGITAL yang narasumber Mr. Bams sebagai moderator kegiatan pertemuan terakhir adalah Bapak Muliadi.



Untuk mengenal lebih medalam siapa Mr. Bams silakan klik link berikut ini bio data beliau. https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/

Masyarakat ada yang sadar dan ada belum menyadari kamajuan teknologi, sehingga kemajuan teknologi yang sangat pesat, membuat orang terperangah. Apalagi dalam masa pandemi, setiap orang dipaksa untuk bisa menguasai pemanfataan Teknlogi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sepertinya di materi-materi sebelumnya sudah sangat jelas dibahas bagaimana pentingnya literasi digital.

Berkaitan dengan materi hari ini masalah kualitas hidup, sebenarnya standard hidup setiap orang itu berbeda. Menurut Mr. Bams pengalaman beliau di dunia maya yang memposting kalimat-kalimat bahagia adalah hal positif yang membuat beliau terkenal dan menghasilkan. Saat ini jika kita mengakses kata Mr. Bams maka kita akan mendapatkan gambar seperti ini.




Gambar tersebut menunjukkan kemampuan literasi digital Mr. Bams sangat luar biasa. Untuk mengetahuai beberapa video dari beliau silakan klik link berikut ini  https://www.youtube.com/channel/UCDw-57I2kl77_hVmt9Orhjg 

 Pengalaman Mr. Bams dengan pemanfaatan literasi digital inilah yang akan beliau bagikan kepada kami semua. Besar sekali memanfaat teknologi untuk kita terus belajar, berkarya, berbagi dan berbakti sebagai guru dan manusia yang mulia. Semakin kita mengasah kemampuan kita, kepercayaan bisa datang untuk terus memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Saat kita mengembangkan diri terus menerus kesempatan akan datang bahkan prestasi bisa diraih. Mr. Bams memberikan contoh pribadi pemanfaatan digital dalam proses menunjang aktivitas kerja beliau di dunia nyata berkembang melaluni digital dan terkenal yaitu:

1. Sebagai guru mata pelajaran Informatika di SMP Taruna Bakti Bandung

2. Sebagai Pembina OSIS dan MPK di SMP Taruna Bakti Bandung

3. SebagaPembingi Ekskul Public Speaking di SMP Taruna Bakti Bandung

4. Sebagai Ketua RW 13 Perumahan Lebakwangi Asri

5. Pegiat Literasi , pengelola TBM AS Lebakwangi

6. Sebagai pengelola website PGRI Kota Bandung

7. Sebagai pengurus GPMB Kabupaten Bandung 

Semua kegitan yang dilakukan jika di share dan dibuat jejak digital makan akan menjadi cara membanding nama, yang kemudian menjadi terkenal di dunia media sosial. Saat ini hal seperti yang dilakukan Mr. Bams banyak dilakukan masyarakat dan itu sangat bagus, sebagi upaya melawan postingan atau pengaruh buruk dari dunia digital. Sudah selayaknya tenaga pendidik banyak membuat posingan positif yang meramaikan dunia maya agar pengaruh positif banyak tersebar dan akan berdampak positif juga dalam kehidupan sehari-hari. 

Setiap guru wajib branding personal agar guru bisa memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan manfaatnya, dimana pun guru itu berada baik di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi dan keluarga. Berikut adalah beberapa gambar postingan Mr. Bams dalam beberapa momen kegiatan beliau.

 

Sebagai pengelola website PGRI Kota Bandung


Kalimat bahagia Mr. Bams



Memang luar biasa mudahnya seseorang saat ini bisa dikenal orang seluruh dunia melalui media digital dengan cara branding diri dan manfaatkan dunia digital, tingkatkan kecakepan digital dengan literasi digital. Mempelajari materi ini memberikan pemahaman bahwa kualitas hidup seseorang akan mudah berkembang dengan memanfaatkan digital, tentunya dengan kecakepan literasi digital. Semangat berkarya yang disampaikan Mr. Bams membuat peserta terpacu untuk mengikuti jejak beliau untuk meramaikan literasi digital dengan mesosialisakikan postingan positif.


 

Pesan Mr. Bams terus saling memberikan semangat dalam hidup ini. Jadikan alat-alat yang ada di depan mata kita sebagai alat yang bisa dikendalikan agar hidup semakin baik. 

Terimakasih kepada seluruh narasumber semua ilmu yang diberikan selam pelatihan ini sangat bermanfaat semoga selalu berkah. Semoga dapat kami jadikan bahan bacaan pelajaran kedepan dalam berliterasi. Terima kasih kepada panitia GMLD. 



Ranai, Desember 2021


Sosialina

 





Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...