Senin, 07 Februari 2022

Menulis itu Mudah

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 10

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis itu Mudah

Narasumber    : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator       : Raliyanti


Ketika saya baru mulai belajar menulis di blog beberapa kali judul sudah saya ketik dan beberapa paragrap pembuka sudah tertulis namun sering tidak jadi atau tidak selesai. Perasaan malu untuk membagikan tulisan sering muncul dan ide dalam menulis sering hilang. Bersyukur bisa bersama-sama belajar di komunitas guru belajar menulis. Materi ke sepuluh(10) pada Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini kami belajar dengan Prof. Dr. Ngainun Naim dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang akan membahas materi "Menulis itu Mudah" dengan moderator Bu Raliyanti.


Prof. Dr Ngainun Naim jika dilihat dari tulisan pembuka orangnya sangat bersahaja, di awal pertemuan beliau menyamapaikan beliau sangat senang bersama komunitas guru karena hampir semua saudara dalam keluarga beliau adalah guru. Kemudian, berbicara tentang menulis. Menurut Prof. Dr. Ngainun Naim lakukan beberapa cara berikut ini agar menulis itu menjadi mudah yaitu:

1. UBAH POLA PIKIR.

Kalimat " Apa yang kamu pikirkan itulah yang akan kamu yakinkan dan akan kamu alami atau jalani"  benar adanya. Karena untuk menjadi lebih baik itu maka harus berpikir hal yang positif kedepannya. Jadi penting sekali dalam menulis kita harus memiliki pola pikir yang positif. Menulis apa yang kita senangi dan apa yang kita pahami akan lebih mudah menuangkan tulisan kita. Buang rasa menulis itu sulit agar tangan tidak sulit untuk merangkai kata dikeyboar maupun pena. Biarkan akal pikiran mengajarakan dan mengarahkan kerja tangan untuk menyampaikan isi pikiran kita. Kata Om Jay" Tuliskan apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu tulis". 

2. BERLATIH MENULIS.

Untuk menjadi biasa itu harus latihan, ketika dulu kita masih sebagai seorang mahasiswa yang memilih jurusan keguruan juga dilatih untuk tampil di depan kelas. Awalnya tidak biasa dan banyak melakukan kesalahan. Begitu juga dengan menulis, harus banyak latihan menulis walupun hanya satu paragraph dalam sehari yang penting setiap hari menulis. Dalam melakukan latihan menulis sebaiknya menulislah dengan santai seperti yang dilakukan oleh penulis lain yang seting kita baca mereka memilih hobby atau menulis pengalaman mereka dalam sebuah perjalanan wisata. Tulisan sesingkat apapun pasti ada ide utama maka untuk diri sendiri saya berpesan menulislah terus setiap hari.  

3. BANYAK MEMBACA.

Keinginan menulis harus berbanding lurus dengan keinginan membaca, karena saat menulis merupakan imlementasi dari hasil membaca apa yang dibaca tertuang dalam tulisan kita. Membaca tidak hanya membaca buku saja, membaca kejadian yang nampak nyata pada lingkungan disekitar kita. Misalnya ketika kita membaca perkemabangan virus covid-19 di tempat sekitar kita tinggal, maka sudah ada ide kita untuk menulis dengan judu " Covid di sekitar rumah ku" he...he...ide yang lucu namun bisa menghasilkan beberapa paraghrap tulisan dan menjadi informasi bagi orang lain. 

4. MELUANGKAN WAKTU.

Sebenarnya apapun pekerjaannya managemen waktu itu penting, namun saya sendiri hanya minta sehat saja kepada Allah SWT. Dari chat grup malam tadi saya membaca ada pertanyaan dari Bu Lely Suryani, menanyakan bagaimana mengatur waktu untuk menulis. Saya menulis resume ini pada jam 04.00 pagi karena kondisi kesehatan saya agak tidak kondusif. Memilih untuk istirahat adalah cara terbaik bagi saya untuk mendapatkan energi baru. Aktifitas di hari senin bagi saya So crowded he...he....target saya tulisan ini harus selesai sebelum jam 05.30 WIB. Saya selalu berdo'a sehatkan saya ya Alloh agar apa-apa yang saya lakukan dalap berjalan dengan baik dan mendapat ridho Allah SWT.  

5. BELAJAR MENULIS KEPADA PARA PENULIS.

Menulis memang harus dengan para penulis, seperti Prof. Dr. Ngainun telah menulis buku dengan judul Menulis itu Mudah maka kita dapat belajar dari buku tersebut. Saat ini kita sudah belajar dari penulisnya langsung tinggal bagaimana ilmu itu sendiri diamalkan atau tidak, tergantung pada komitmen kita masing-masing. 

Semoga tetap dapat memgang teguk menulis di blog dan membagi waktu dengan baik untuk menulis, terimakasih Prof. Dr. Ngainun Naim dan moderator Bu cantik Raliyanti. Salam literasi sehat selalu. " Menulis itu menyenangkan" 



Ranai, Februari 2022


Sosialina, S.Pd.I 


Jumat, 04 Februari 2022

Komitmen Menulis di Blog




PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 9

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Komitmen Menulis di Blog

Narasumber    : Drs Dedi Dwitagama, M. Si

Moderator       : Rosminiyati


                                                           

Seperti yang disampaikan Om Jay menulislah setiap hari walupun hanya beberapa paragrap saja, dan kebiasaan menulis setiap hari akan menjadikan “Writing is my passion”. Untuk menjadikan menulis sebagai kebiasaan maka kita harus berkometmen pada diri sendiri atau malah bisa saja menghukumnya dengan tidak memberikan cemilan yang disukainya, he...he...ada-ada aja. Peretemuan ke sembilan ini materi kami tentang Komitmen Menulis di Blog dengan narasumber Mr Drs. Dedi Dwigatama, M.Si.

    Beliau adalah seorang guru matematika SMK, selain itu beliau adalah Trainer, Narasumber, dan Motivator, telah bersinergi dengan sedikitnya 32 lembaga Internasional dan domestik, aktif di 5 organisasi pada tahun 2005 – 2013, peraih 24 prestasi di dalam dan luar negeri tahun 1974 – 2012, aktif mengikuti 36 workshop dan seminar di berbagai bidang. Jika ingin  mengenal profil Mr. Dedi silakan klick link berikut. https://trainerkita.wordpress.com/about/ dan Moderator pertemuan ini bunda Rosminiyati. 

 


    Malam ini materi yang disampaikan oleh Mr Dedi berdasarkan pertanyaan dari peserta yang kurang lebih ada 17 pertanyaan karena ada pertanyaan yanng hampir sama. Moderator menyampaikan pertanyaan ter aik akan mendapat 100.000rb untuk paket internet. Seru Yaa! kemudian saya berpikir akan membuat resume hanya pada beberapa pertanyaan yang mengesankan saja, selanjutnya moderator memulai sesi materi dengan pertanyaan yang pertama yaitu:

    1. a. Mengapa kita menulis di blog?

          b. Apa manfaat menulis di blog?

    Menulis di blog seperti menulis deary gratis dan bisa dipublikasikan dan bisa dibacakan oleh orang lain. Sedangkan jika kita menulis di buku deary hanya bisa dibaca oleh diri sipenulis saja atau orang tertentu yang dekat dengan penulis. 
    Banyak manfaat menulis diblog, jika kita menulis tentang sesuatu yang bermanfaat maka akan  bisa dibaca oleh orang-orang yang memerlukan, bukankah  kita juga pernah mencari tema atau hal yang berkaitan dengan pencarian solusi terhadap masalah kita, hal yang kita lakukan adalah searching di internet dan menjumpai tulisan yang kita butuhkan. Kemudian tulisan tersebut disertakan nama penulisnya kadang penulis juga menyertakan alamat dan no telpon. Jadi, di era digital kita akan merasa sangat banyak manfaat jika kita menulis diblog. Jika tulisan kita banyak yang meminati maka kita bisa membranding diri.
    
    2. Apa kriteria blog yang bagus? 

Ada banyak kriteria blog yang bagus, yang semua kreteria tersebut mengharuskan penulis pertama  kosisten dalam menulis selalu update, menulis secara rutin dan menulis hal-hal yang banyak dicari oleh orang lain dalam artian bisa membaca peluang tulisan apa yang merupakan isu kekinian yang banyak dicari.

  3.Apa saja fungsi menu yang ada di blog, dan bagaimana cara menggunakannya?  

 Pertanyaan mengenai menu di blog, menurut Mr. Dedi mempelajari menu di blog cukp dengan mengklick saja agar dapat dipelajari. Hal yang dijelaskan oleh beliau sama seperti yang saya lakukan yaitu try and error but don't worry. Benar saja! sensai menmukan hal yang kita cari dengan cara demikian seperti menemukan mainan baru dan mengasikkan. Meskipun laptop yang saya gunakan sudah sangat jadul kelahiran 2009 tetapi dengan menu blog yang sederhana ini bersyukur dapat menyelesaikan beberapa tulisan di blog selama pelatihan menulis.

           4. Jika kita mempunyai beberapa blog, apakah boleh isi blognya sama?

 Jika saya yang menjawab, sama juga seperti jawaban Mr. Dedi. Blog yang kita tulis itu kan blog kita, jadi kita boleh saja menulis tema yang sama. Cuma, bukan kah lebih baik walaupun tema tulisannya sama namun akan lebih menarik jika dibuat dalam jenis teks yang berbeda jika di blog yang satu penulisannya dengan jenis teks eksposisi sedangkan di blog yang lainnya jenis teks discussion. Memang tidah mudah sich, tidak semudah yang saya ketik ini.

 5. Bagaimana tips agar blog ramai dikunjungi sekaligus mendapatkan kritik dan saran membangun?

 Ini adalah pertanyaan ke-7 dalam grup chat pelatihan namun saya memposisikannya pada urutan ke-5. Tips agar blog banyak dikunjungi dan mendapatkan kritik dan saran, menurut saya seperti yang pernah disampaikan pada materi yang lalu yaitu membagikan link tulisan dan minta komentar. Kemudian jika membaca tulisan orang lain dan berikan komentar maka kita juga akan di folback juga oleh yang lain. Jadi ketika kita mendapat link tulisan maka bacalah dan beri komentar sekaligus meningkatkan kemampuan membaca dan belajar berkomentar.

          6. Bagaimana cara memiilh tema yang bagus/berkualitas dan cara menulisnya di blog? 

 Menulis dulu yang ada dipikiran kita, dengan bahasa yang sederhana. Seorang penulis hebatpun juga memulai tulisan mereka dengan hal yang biasa, namun hal yang biasa bagi seseorang kadang menjadi luarbiasa bagi orang lain tergantung sudut pandang pembaca. Oleh karena itu yang terpenting menulis saja dulu dengan apa-apa yang kita gemari dan berlahan-lahan mempelajari isu terkini yang dicari dan mempelajari penulisan yang baik dan benar dengan diksi yang berkualitas. Semakin cantik dan menarik diksi yang digunakan maka akan nampak kualitas tulisannya. 

7. Bagimana cara menangkap data data pengunjung blog kita dan mendatangkan mereka kembali ke blog kita?

Saya suka pertanyaan ini, untuk mengetahui pengujung banyak membaca tulisan dengan tema apa di blog kita. Kita bisa melihat dari statistik blog kita, dengan demikian kita akan menulis sesuai tema yang mereka butuhkan.

Saya rasa pertanyaan urutan ke-21 atau pertanyaan terakhir dari Bu Elmi dari Pasuruan ini akan menjadi conclusion tulisan saya. Pertanyaan beliau yaitu:

1. Kira-kira konten apa yang paling disukai pelanggan saat ini?

2. Dari segi apa saja yg kita tampilkan supaya blog kita ramai pengunjung? 

 Konten yang disukai oleh orang banyak adalah yang trand saat ini, jadi kita lihat trand di youtobe atau di medsos lainnya kemudian kita bisa menulis tentang itu.  Dalam menulis lakukanlah dengan ATM( Amati, Tiru dan Modifikasi) tulisklah apa yang anda bisa dengan dan itu akan lebih baik.  

Jadi, saya rasa komitmen menulis di blog harus ada pada diri sendiri siapapun tidak akan bisa memaksakan kita untuk menulis. Namun jika kita tetap ingin menulis maka jadikanlah menulis sebagai passion dalam kehidupan kita sehari-hari. Semangat selalu untuk membaca dan menulis selalu berada dalam komunitas orang-orang yang suka menulis, paling tidak kita akan membaca akan menulis komentar.

Terima kasih Mr. Dedi semoga saya tetap komit terhadap meteri hari ini dan menjadikan writing is passion. Untuk menghubungi Mr. Dedi silakan hubungi beliau disini.

 

  


 

Ranai, 4 Februari 2022.


                           Sosialina, S. PdI 

 

Rabu, 02 Februari 2022

Mengatasi Writer's Block

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 8

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Mengatasi Writer’s Block

Narasumber    : Ditta Widya Utami, S. Pd. Gr

Moderator       : Widya Setianingsih


      Membaca  tema materi pada pertemuan ke delapan hari ini tentang Writer’s Block. Saya merasa, saya sedang mengalami masalah ini dan akan segera mendapat solusi. Materi akan disampaikan oleh Narasumber hebat,  Bu Ditta Widya Utami, S. Pd. Gr beliau adalah guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990.

     Moderator pada kesempatan ini adalah Bu Widya Setianingsih. Tidak ingin mengeluh tantangan terus dihadapi keterbatasan waktu untuk menyelesaikan setiap resume menghadirkan suasana positif lainnya saat membaca komen dari peserta luar biasa semangat. Benturan fokus pikiran kadang terpecah kepada beberapa pekerjaan yang juga harus diselesaikan. Diawal tahun memang ini sudah menjadi tuntutan menyelesaikan (Perangkat Pengajaran, SPT Tahunan, Laporan Siharka, PK, SKP, Dupak tahunan dll) alhamdulilah 70% hampir selesai. Namun rasanya pingin refresh, bersyukur My little son penyejuk hati selalu ada penenang pikiran pembangkit semangat.





Apa itu virus WB (writer’s Block)? istilah yang dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler. Untuk memahaminya atau mengenalnya maka rasakan pada diri sendiri, seperti kalimat yang disampaikan bu Ditta  di awal kelas, mungkin pernah suatu ketika kita tiba-tiba saja kehilangan ide menulis. “Blank” Ga tau harus nulis apa. Padahal laptop sudah menyala tetapi  layar masih saja kosong. Itu yang disebut masalah WB, masalah ini atau virud ini bisa menyerang siapa saja penulisnya. Writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis. Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda kita terserang WB.



Berapa lama WB bisa terjadi? Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi BW tersebut.Berapa lama WB bisa terjadi? Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi BW tersebut. Ya, tergantung siapa yang mengalaminya.

Agar bisa mengatasi writer's block, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Penyebab WB itu bisa beraneka macam. Bahkan bisa jadi bukan hanya 1 faktor saja. Alias faktor gado-gado atau gabungan dari beberapa faktor. 



Berapa lama WB bisa terjadi? Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi BW tersebut. Ya, tergantung siapa yang mengalaminya.

Agar bisa mengatasi writer's block, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Penyebab WB itu bisa beraneka macam. Bahkan bisa jadi bukan hanya 1 faktor saja. Alias faktor gado-gado atau gabungan dari beberapa faktor. 




    1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis
    2. Stress, Lelah Fisik/Mental
    3. Terlalu perfeksionis
 
Tidak ada manusia yang sempurna, kesalahan yang dilakukan sengaja atau tidak sengaja menandakan ada pelajaran penting di dalamnya yaitu menemukan kebenarannya seperti apa. Menulislah setiap hari kamu akan merasakan perubahannya. Setidaknya kamu akan merasakan kekurangan atau ketinggalan sesuatu alam menjalani kehidupan tanpa menulis walupun hanya beberapa paragrap saja. Terima kasih bu Ditta Narasumber hebat dan cantik juga Bu widya.


 

Senin, 31 Januari 2022

Menulis Buku Mayor Dalam Waktu Dua Minggu.

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 7

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Narasumber    : Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator       : Aam Nurhasanah

 






Alhamdulillah, dipertemuan ke tujuh ini kami belajar bersama narasumber hebat yaitu Prof. Richardus Eko Indrajit seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita. Beliau lahir di Jakarta, 24 Januari 1969, dan beliau sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri.

Moderator  yang membersamai kami pada pertemuan malam ini adalah Bu Aam nurhasanah, S. Pd penulis hebat yang berduet tulisan dengan Prof. Eko dalam buku Parenting 4.0 Menggali Pribadi Dan Potensi  Anak Generasi Multiavel Intellegence. Tema atau materi pelatihan hari ini adalah Menulis Buku Mayor Dalam Waktu Dua Minggu.



Mengawali pertemuan malam ini Prof. Ekoji menceritakan awal cerita beliau senang menulis itu semenjak tahun 1999, saat beliau berusia 30 tahun. Dimulai dari desakan mahasiswa yang meninta agar beliau menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998, karena mereka tidak lagi sanggup membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal harganya.

Kemudian beliau menemukan  ide menulis dengan cara pergi ke perpustakaan, mencari buku-buku bahasa Inggris yang berisi ilmu mengenai IT, dan membacanya. Cara yang sangat hebat untuk menulis adalah beliau memilih gambar yang menarik, yang kemudian beliau ringkas isinya, dan menyamsampaikan materi tersebut dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Biasanya setiap satu artikel akan beliau jelaskan mengenai satu gambar diagram dalam 3-5 halaman.

Tulisan seperti tadi beliau lakukan kurang lebih 3 bulan dengan mengahasilkan 50 artikel. Kemudian Prof. Ekoji mencoba merangkumnya menjadi satu buku bunga (campuran artikel seputar IT), dan mengirimkannya ke Gramedia. Diluar dugaan ternyata buku beliau diborong banyak orang (terutama mahasiswaa), dan sampai dicetak ulang 3 kali dalam setahun.

Banyak keuntungan yang didapat dari menulis, bisa menjadi narasumber dalam kegiatan seminar menulis dan bisa keliling Indonesia. Kemudian Prof. Ekoji  konsisten menulis semenjak tahun 2000 beliau menulis 2-3 buku dalam satu tahun. Peristiwa luar biasa yang terjadi bersama mahasiswa beliau saat menjadi asesor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juga beliau ceritakan.

Ketika itu beliau berkesempatan mewaancarai seorang mahasiswa yang pintar dan keritis dari UAD bernama Sdr. Ardiansyah saat itu Ardiansyah dan teman-teman sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk "protes" dari komunitas programmer dunia atas dominasi Microsoft yang harus berbayar mahal.

    Sdr. Ardiansyah bercerita bahwa dia memiliki teman sekitar 20 orang yang masing-masing ahli di satu software open source karena sering menggunakannya. Mereka beranggapan bahwa apabila seluruh Indonesia tahu mengenai fenomena software gratis ini, akan majulah negara kita. Selanjutnya "ide gila" muncul dan kemudian Prof. Ekoji minta masing-masing mereka menulis satu buku sesuai dengan keahlian mereka, memberikannya kepada beliau, saat itu beliau sebagai penulis ke-2 yang bertugas mengedit, kemudian beliau minta sebuah perusahaan untuk mempublikasikannya. Terkejutlah mereka ketika seluruh buku mereka (kurang lebih 25 buah) disepakati untuk diterbitkan. Ini contoh buku saat itu.




Biasanya yang dilihat oleh penerbit mayor ada dua hal utama, yaitu KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pemincaraan) dan PENULIS YANG DIKENAL (karena memiliki track record bukunya laku di pasaran)

Mengapa sampai keluar gagasan MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU? inisiatif masa lalu yang ketika membantu mahasiswa UAD timbul kembali - akibat banyak guru yang menanyakan bagaimana cara memulai menulis dan tema apa yang sebaiknya ditulis. Cara mudah untuk mengasilakan sebuah tulisan yang dibimbing Prof. Eko adalah dengan mengunjungi EKOJI CHANEL kemudian pilih lah satu tema yang menarik dan cobalah untuk membuat tulisan dengan langkah berikut ini:

  1. Kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.
  2. Tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.
  3. Strukturkan pembahasan saya tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).
  4. Memperlihatkan draftnya kepada Prof. Eko  agar dapat saya teliti dan komentari.
  5. Guru harus bisa memperkaya pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain.

Langkah yang Prof Eko lakukan setelah mendapat hasil dari tulisan para guru diakhir bulan berupa 100 halam buku, selanjutnya beliau menyeserahkan draft ini ke Penerbit ANDI Yogyakarta sebagai mitra PGRI dan EKOJI CHANNEL ACADEMY. Kemudian dari situ penerbit mayor akan membacanya dan menelaahnya. Biasanya 1-2 bulan kemudian, rombongan guru-guru yang menulis tersebut akan mendapatkan pengumuman terkait dengan siapa saja yang bukunya diputuskan untuk diterbitkan dengan revisi minor, atau dengan revisi mayor. Juga keputusan terkait dengan apakah akan diterbitkan dalam bentuk publikasi fisik atau elektronik (keduanya sama-sama prestis). Cara ini sudah berhasil menerbitkan 39 buku di seluruh wilayah Indonesia, dan sejumlah draft sedang ditelaah oleh penerbit.

Pada kesempatan materi pertemuan ke tujuh ini dapat tantangan menulis bersama FEBRUARI ROMANTIS di batch baru untuk dapat diikuti oleh MAKSIMUM 25 guru-guru yang serius ingin menjadi penulis. Namun saya terlewatkan karena disesi ini saya sedang menemani keluarga yang bersilaturahmi. Semoga kesempatan lainnya masih ada, terus menulis sesuai yang diarahkan narasumber. Terima kasih Prof. Eko dan Bu Aam.Semoga sehat selalu.


Ranai, Januari 2022


Sosialina  



 


Jumat, 28 Januari 2022

MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 6

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis Buku dari Karya Ilmiyah

Narasumber    : Noralia Purwa Yunita, M. Pd.

Moderator       : Raliyanti





Menulis merupakan upaya untuk melatih tangan merangkai kata yang dikomado oleh suara dari ide dan gagasan yang lahir dari sebuah pemikiran. Untuk menghasilkan tulisan yang baik dan benar harus belajar giat dengan menulis setiap hari atau paling tidak untuk latihan tiga kali seminggu seperti yang kami lakukan saat ini mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI dan harus membuat resume setiap materi. Cara ini sangat ampuh untuk saya yang kadang suka menunda untuk menulis awalnya terpaksa hasilnya terbiasa.  
        
  Kesempatan ini kami belajar materi menulis dengan materi  MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH  yang disampaikan oleh ibu narasumber cantik Noralia Purwa Yunita, M.Pd dan moderator Bu Raliyanti. Bu Nora adalah guru SMP  di SMPN 8 Semarang, penulis, bloger dan sebelumnya beliau juga adalah peserta kelas belajar menulis PGRI alumni kelas menulis dari grup 8 yang bukunya juga tembus di penerbit mayor Andi Offset. Sekarang beliau cukup sering menulis untuk salah satu rubrik di sebuah majalah.

    Dalam Peraturan Menteri Negara (PANRB) Nomor 16 tahun 2009 tanggal: 10 November 2009. Guru dituntut untuk membuat satu jenis karya ilmiah sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN  yakni PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah. Sebaiknya sebagai guru yang pernah membuat PTK atau karya Ilmiah lainnya, setelah mendapatkan penilaian AK berbangga hati dengan karya yang telah dibuat dengan penuh perjuangan dan pengorbanan itu dibaca oleh orang lain yaitu dengan cara membukukan tulisan karya ilmiah tersebut.

Beberapa manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, Yaitu:

    • Dapat dibaca oleh masyarakat awam
    • Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh. 
    • Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.
    • Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri.
    • Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku 

CARA KONVERSI KTI menjadi BUKU

Ulasan berikut adalah cara mengkonversi KTI menjadi buku dari Chat bu Noralia.

A. Ubah judul

Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah,  kaki, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata.

B. Ubah daftar isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

BAB 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

BAB 4 hasil dan pembahasan

BAB 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran. 

C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.

Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.

E.Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan.

    Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku. 

F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog

Namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.

G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli.

Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku.

Berikut ini contoh daftar isi buku yang pernah saya belajar mengkonversi KTI (PTK) ke BUKU

 





Sebagai guru memang harus terus belajar apalagi mengingat guru ada keharusan membuat KTI untuk melengkapi persyaratan kenaikan pangkat. Semangat terus untuk belajar meskipun dalam waktu yang terbatas, semoga Allah sehatkan selalu dan apa-apa yang diupayakan menjadi ibadah dihadapan Allah SWT. Terima Kasih Bu Narasumber dan Moderator.






 



Rabu, 26 Januari 2022

Menulis Membuatku Naik kelas dan Berprestasi

 


PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 5

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  Menulis Membuatku Naik kelas dan Berprestasi

Narasumber : Aam Nurhasanah, S. Pd.

Moderator     : Dail Ma'ruf


Menulis adalah cara terbaik untuk mencurahkan apa yang kita rasakan atau apa yang sedang kita pikirkan. Islam juga menjelaskan pentingnya menulis sebagai mana Firman Allah SWT dalam surat Al-Qolam ayat 1.

 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ

1. Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

Pena dijadikan sumpah oleh Allah, karena ia memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia. Pena (qalam) dan kemampuan menulis merupakan karunia dari Allah, sebagai sarana mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu akan hilang dimuka bumi bersama pemiliknya jika para Ilmuan atau orang yang memiliki ilmu tidak pernah menuliskannya.  



Pada pertemuan ke lima, kami belajar bersama bunda Aam yang baru didunia literasi namun kiprahnya luar biasa dalam waktu belum sampai dua tahun setelah belajar di kelas menulis Om Jay, beliau sudah menghasilkan banyak buku baik Antologi maupun solo jika di hitung sekitaran 41 buku. Semoga berkahnya menular kepada peserta seperti saya kata " Semangat" yang beliau kisahkan di kelas menulis hampir beliau down dan bangkit lagi diangkatan 12 sungguh mencengakan saya. Sangat inspiratif kisah nyata itu dan yang saya alami saat ini hampir sama. 



Kisah hampir gagal menjadi penulis, akhirnya melahirkan buku antologi pertama beliau setelah belajar menulis di angkatan 12. Teringat dengan kalimat bunda Kanjeng jadikan menulis sebagai Passion benar saja ini lah yang dikoni oleh Bu Aam karena passion dalam menulis membuat beliau menjadi penulis hebat sekarang.

 

Saya pertama mengenal bu Aam di kelas WIMP tahun lalu, beliau orang yang sangat bersemangat cetar membahana. Setelah belajar bersama narasumber di WIMP saya hanya menghasilkan dua buku antologi dan satu buku solo. Kemudian melanjutkan belajar menulis di kelas Guru Motivator Literasi Digital(GMLD2).

 

Belajar di GMLD2 saya belum menghasilkan buku karena masih belajar menulis di blog, Alhamdulillah berkempatan belajar di kelas menulis bimbingan Bunda Kanjeng dan Om Jay memberikan kesempatan kepada saya bertemu dan mengenal para narasumber dan moderator hebat kemudian para peserta yang sangat powerfull dalam menyelesaikan tugas.


Pada pertemuan ke lima saya baca ada dua puluh lima pertanyaan yang menanyakan cara memupuk semangat menulis, dan mengatur waktu untuk berkarya. Jawaban dapat saya simpulkan kuncinya adalah memupuk diri dan semangat untuk menjadikan writing sebagai passion kemudian Teruslah Menulis Sampai Berbuah Manis.

  





Ranai, Januari 2022


Sosialina, S. Pd. I 





 


Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...