Rabu, 09 Maret 2022

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume

 

Pertemuan       : 23

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menulis Autobiografi

Narasumber    :  Suparno, S. Pd. M. Pd

Moderator       : Rosminiyati


Sebelum mengikuti materi malam ini pertemuan ke-23. Aku buka beberapa depinisi autobigrafi untuk memahami sedikit tentang materi yang akan disampaikan oleh Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. beliau dari kabupaten Magetan selain sebagai kepala Sekolah sekarang beliau sedang pengajar program pedidikan guru penggerak yang sudah berjalan tiga bulan di kabupaten Magetan. untuk menhetahui lebih lanjut profil beliau silakan buka link berikut. http://suparnomuhammad.blogspot.com/2022/02/orang-berpangkat.html?m=1 Moderator hari ini adalah Ibu Rosminiyati.



Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak  cucumu bisa belajar  betapa  untuk  mencapai  kesuksesan  itu  butuh  perjuangan  yang luar biasa. Alasan penting mengapa kita harus menulis tentang kehidupan kita adalah agar anak cucu kita mengetahui sejarah kehidupan nenek moyang mereka. Mengajarkan anak cucu  kita untuk cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya.

Keluarga yang bermartabat adalah ketika diajarkan bagaimana menjaga harga diri, jadi salah satu cara menjaga harga diri adalah dengan membuatnya begitu berharga dalam sebuah tulisan kisah perjuang kehidupan. Akan ada masanya dimana  buku   Autografi  kita menjadi sangat berharga bagi anak cucu kita paling tidak mereka anak bercerita nenek atau kakakku adalah seorang penulis.

Banyak buku biografi yang dapat kita baca seprti tokoh pahlawan Nasional maupun tokoh poliitik Indonesia. Kita juga bisa membaca buku biografi orang-orang yang selevel kita yaitu guru atau tenaga pendidik. Dengan membaca banyak buku biografi kita dapat belajar bagaimana menulis sejarah kehidupan.

Untuk mulai membuat cerita kehidupan kita atau Autobiografi lakukan langkah berikut ini.

Ø  Buat outline cerita kehidupan kita dari sejarah kelahiran, pendidikan dasar sampai kesuksesan yang telah diraih, banyak sekali manfaat dari cerita kehidupan sesorang bisa jadi apa yang kita tulis akan menjadi inspirasi bagi anak cucu kita.

Ø  Buatlah  jadwal  menulis,  taatilah  jadwal  yang telah buat.

Ø  Tulislah masalah yang pernah dihadapi,  kenangan pahit, kenangan indah  dengan kata hati.

Ø  Siapkan  data data pendukung,  misalnya  foto,  buku diary  dan sebagainya.

Ø  Mulailah  menulis per outline atau per judul. 

Ø  Tulislah mengalir  saja  jangan  diedit  dulu ,walaupun  ada kesalahan  biarkan saja,  terus menulis  sampai selesai. 

Ø  Tulislah  dengan pikiran dan perasaan,  dengan akal budi  dari hasil merenung yang dalam maka pikiran  Bapak Ibu  akan terbimbing  oleh ilham  yang mengarahkan.

Ø  Jika saat menulis kadang  muncul  ilham atau ingatan  sesuatu  yang pantas ditulis.  Tuliskan  saja   judulnya,  dibuku  yang berbeda.  Kemudiaan  segera  kembali  fokus  ke  outline.

Ø  Setelah  semua  judul  sudah terbahas  kemudian  sisipkan  judul  yang terjeda tadi  sesuai  dengan urutan  sejarah  perjalanan  kehidupan  Bapak Ibu.

Ø  Agar tampilan  buku  tampak  menarik  dan menginspirasi,  jika dalam suatu judul  ada frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  bisa dituliskan  di atas  , sebelum  uraian  tulisan.

Ø  Lakukanlah editing secara teliti  semaksimal  kemampuannya, minta  tolong  pada teman  yang anda percaya  untuk  menjadi editor

Ø  Kemudian  buatlah  caver  buku  yang baik,  mintakan kata  pengantar  pada tokoh tokoh  terkenal semoga membawa  keberkahan

Ø  Terakhir  kirimkan pada penerbit yang Bapak Ibu percaya

Kemudian pada kesempatan ini Pak narasumber memberi contoh buku yang beliau tulis, Yaitu  buku  autobiografi  yang berjudul  “Perjuangan  Hidupku”,  buku ini berisi  motivasi  agar anak muda  itu  semangat  kerja,  Semangat  belajar,  dan semangat  berdoa. Buku tersebut sudah laku 100 eksemplar  kebih.


Berikut Ini adalah beberapa buku yang beliau tulis. Buku dengan judul “RANATACARA” adalah buku dari hasil pengalaman beliau menjadi MC.

 




Materi yang luar biasa sudah disamapaikan oleh Narasumber hebat. Setelah memahami materi ini rasanya meskipun kita belum sesukses seperti orang-orang yang sudah terkenal di Indonesia, kita bisa menulis buku  autobiografi tentang kehidupan kita. Setiap orang mempunyai sisi kehidupan yang menginspirasi yang terkadang biasa mengubah cara berpikir pembaca. Buku autibiografi juga bermanfaat bagi guru untuk kenaikan pangkat karena dihitung angka kreditnya.

Tiba saatnya kita memasuki sesi tanya jawab.

 

Pertanyaan

Jawaban Pak Suparno

P1

Assalamualaikum Pak

Saya, Susi dari Kayu Agung, Sumatera Selatan.

Peserta gelombang 24.

Saya sudah membaca tulisan Bapak, takjub rasanya sebab terasa begitu mengalir dan menyamankan saat membacanya. Apa tipsnya ya Pak, sebab kadang meski kita punya sedikit perbendaharaan kata, tetapi saat berhadapan dengan karangan kita sering diganggu oleh jengah karena berasa sulit meramu kata menjadi sesuatu yang menarik dan menyamankan.

Terima kasih, Pak.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bu Susi  saudaraku dari Sumatera  yang baik  hati, menulis itu seperti  belajar naik  sepeda,  awalnya  serius banget,  pake jatuh  pake nabrak,  tapi lama-lama  kita bisa menikmati,  bahkan Los stang pun bisa . Jadi tipsnya  terus saja menulis.  Moto  saya menulis setiap  hari mutu  dan rezeki  akan mengikuti.

 

P 2

Nama : Hadi Suharno,

Asal : Smkn5 jkt

Pertanyaanya:

 

Apa selalu runtut, setiap mau membuat autobiografi, dari lahir, sekolah, hingga kerja.

Terima ksh guruku.

  

Mas Hadi Suharno,  dari Jakarta  saudaraku,  saya membaca  buku biografi  beberapa  tokoh hebat  itu  kok runtut,  jadi saya berpikir  tampaknya  yang runtut  itu yang menarik.

Closing statement dari Pak Suparno “senyampang  hayat masih dikandung badan dan kita masih bisa  menyaksikan keindahan  panorama  alam,  maka menulislah  autobiografi,  agar perjalanan  hidup  kita tidak lenyap  dimakan zaman,  dan menjadi  warisan  berharga  buat  anak cucu kita”. Terima kasih bapak narasumber dan modrator semoga ilmunya berkah sehat selalu. Salam Literasi. 


Senin, 07 Maret 2022

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

 Resume

 

Pertemuan       : 22 

Kelas                : Gel. 23 

Materi              : Menulis di Kala Sakit 

Narasumber    :  Suharto, M. Pd  

Moderator       : Dail Ma'ruf



Materi hari ini sangat menarik, yaitu " Menulis di Kala Sakit" dengan moderator Bapak Suharto, M. Pd sebliau seorang guru yang mengajar di madrasyah. Sedangkan moderator adalah bapak Dail Ma'ruf yang selalu memberi semangat kepada para peserta Pelatihan Belajar Menulis PGRI. 




Untuk lebih mengenal Bapak Suharto, mari kita lihat video berikut ini. sebuah video inspiratif untuk membangkit seangat para peserta Belajar Menulis gol 23 dan 24. Menonton video ini saya merasa pelajaran yang paling berharga adalah jangan berputus asa dan harus selalu sabar dan qona'ah atas apa pun ketentuan Allah terhadap hamba NYA. 


Semangat yang sangat menggetarkan jiwa, Cing Ato memulai tulisannya dari sebuah gawai untuk menggerakkan jari. Penyakit yang membuat dia tidak bisa bergerak namun ada hikmah bagi setiap orang-orang yang beriman. Dari musibah membawa berkah begitulah orang-orang yang sabar menjalani kehidupannya. Sebagai mana Imam Asy-Syafi’i mengatakan “Bila engkau adalah pemilik hati yang qanaah ( ridha dan merasa cukup dengan pembagian Allah), maka engkau adalah orang kaya.”

Cerita inspiratif Cing Ato adalah beliau menulis sesuai kronologis apa yang terjadi dalam kehidupan beliau  secara berurutan yang terjadi selama 18 bulan. Sehingga tulisan beliau banyak mendapat  apresiasi dan banyak yang menunggu kelanjutan tulisan-tulisan beliau.

Judul artikel terakhir beliau tulis dengan judul kembali kemadrasyah setelah delapan belas bulan meninggalkan madrasyah beliau alhamdulillah diberikan kesempatan kembali untuk mengajar dimadrsyah. Silaturahmi membawa berkah karena pernah mengikuti pelatihan di KSGN maka seorang narasumber yaitu Om Jay yang mengikuti  tulisan Cing Ato bertanya-tanya tentang tulisan kepada Cing Ato apakah menulis kisah orang atau kisah sendiri.

Singkat cerita yang meharukan setelah vicol bersama Om Jay, Cing Ato  mengikuti pelatihan menulis gelombang 8, yang membuat tulisan beliau semakin hidup. Saat menulis Cing Ato memvisualisasi semua benda  yang ada disekitar ruang rumah sakit seperti suatu yang bernyawa. Buku tersebut saya beri judul"GBS Menyerangku" kisah nyata seorang guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. Alhamdulillah, setelah jadi buku banyak yang berminat hingga kini.


Hasil menulis setiap hari maka ratusan artikel tidak terasa sudah ditulis dan akhirnya menghasilkan buku ke dua menulis ketika sakit. Buku kedua dengan judul  “Menuju Pribadi Unggul.” bukunya sekitar 250 halaman.


Daftar buku solo.

1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018

2. GBS Menyerangku 2020

3. Menuju Pribadi Unggul2020

4. Kompilasi kisah inspiratif 2021

5. Belajar tak bertepi 2021

6. Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021

7. Menepis kesulitan menulis 2021

8. Gadis pemikat (cerpen) 2022

9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022

10. Lentera Ramadan 2022

Sedang digarap

11. Catatan harian guru blogger madrasah

12. Cing Ato Belajar pantun

13. Cing Ato Belajar puisi

14. Menulis dikala Sakit.

Dari beberapa buku yang di tulis oleh Cing Ato sangat memotivasi para pembaca. Sedangkan Cing Ato sendiri memiliki motivasi dalam menulis karena alasan berikut ini.

 1. Untuk menambah amal ibadah

Segala perbuatan jika di niatkan karena ibadah selalu berbalas dengan kebaikan. Apalagi pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh Cing Ato yang membuat beliau tidak putus asa selain sebagai pendidik di madrasyah beliau juga seorang motivator yang juga sering memberikan ceramah dan khutbah. Ilmu yang ada dalam diri akan terus mengalir melalui tulisan beliau yang menebar membawa kebaikan, selanjutnya akan dibalas dengan kebaikan hidup pula. Seperti yang beliau sampaikan walaupun kondisi beliau hanya bekerja dalam kondisi sakit berada dirumah namun silaturahmi terus terjalain kepenjuru daerah. Hikmahnya beliau memperolah.

1.Kebanjiran teman yang ingin bersahabat

2. Banyak yang konsultasi tentang menulis

3. Dapat panggilan menulis dari adik beliau di Pusdatin 

4. Kedatangan para yuotuber

5. Menjadi narasumber pada pelatihan di KSGN PGRI

6. Mendapatkan penghargaan dari Bang Jafar DKI sebagai "Pahlawan pendidikan" Jakarta.

7. Banyak teman kerja dan teman medsos yang membuat buku. 

 Allah berfirman dalam surat AR-Rahman ayat 60

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).

 2. Untuk kenaikan pangkat

Guru harus bisa menulis karena satu syarat untuk kenaikan pangkat adalah karya tulis baik, berupa publikasi ilmiah maupun karya seni inofatif berupa. cerpen, novel dan puisi. ini juga menjadi alasan saya ikut serta dalam kelas belajar menulis gol 23 

3. Untuk kebanggaan/ motivasi/ inspirasi

4. Untuk mengabadikan ilmu yang dimiliki agar tidak hilang ditelan waktu. 

Pertnyataan menulis itu akan menjadi mudah jika sudah paham kuncinya. Sangat benar yang dikatakan Cing Ato oleh karena itu belajarlah dan menulislah, seperti kata guru besar kita " Menulislah setiap hari, kamu akan merasakan perubahannya". Ini adalah beberapa cara mudah menulis.

 1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai

2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.

3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.

4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.

Sebelum materi selesai banyak pertanyaan dari peserta antaranya adalah.

 Penanya ke-2

2 : Yoga dari Tangerang : Ljuar biasa kisah Cang Ato. Saya tuna netra 6 tahun lalu. Dan simak materi Cang Ato. mau jadi penulis buku juga. Ada Saran bagaimana supaya bisa terwujud cita-cita saya?

Jawaban Cing ato

Subhanallah.

Pakai ilmu dari om Jay.

1. Tulis yang kita bisa dan kuasai

2. Tulis apa yang kita alami dan rasakan

3. Tulis dengan bahasa yang sederhana.

Coba mulai dengan menulis memor itu lebih mudah karena bahannya sudah ada.

Terima kasih atas ilmu yang diberikan, Cing Ato narasumber yang luar biasa dan sangat inspiratif. Begitu juga Pak Dail sebagai moderator selalu melontarkan pertanyaan yang mewakili peserta. semoga Alloh membalas kebaikan bapak ibu narasumber dan panitia BM. Sehat selalu, Salam Literasi.

 

Menjadi Penulis Buku Mayor

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

Resume

 

Pertemuan       : 21 

Kelas                : Gel. 23 

Materi              : Menjadi Penulis Buku Mayor 

Narasumber    :  Joko Irawan Mumpuni.  

Moderator       : Widya Setianingsih


Materi untuk pertemuan ke-21 adalah " Manjadi Penulis Buku Mayor" materi ini akan disampaikan oleh narasumber bapak Joko Irawan Mumpuni, Beliau adalah JOKO IRAWAN MUMPUNI Direktur penerbitan  Andi dan beliau juga adalah ketua I IKAPI DIY, seorang penulis bersertifikat BNSP dan asesor BNSP. Berikut ini profil singkat beliau yang ditampilkan dalam flyer. Sedangkan sebagai moderator adalah Ibu Widya Setianingsih. Ingin sekali segera menyelesaikan langsung materi ini. Namun kekuatanku tidak berdaya, sehatkan ya...sehat, sehat.  

 

Sebelum memulai paparan bapak narasumber akan memperkenalkan diri. Beliau sudah hampir 20 tahun menghidupi dunia penerbitan, sebagai penulisan dan aktif di asosiasi penerbit di Indonesia. Sering orang bertanya, apa syaratnya agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor?

Seperti pemateri sebelumnya Pak joko menjelaskan bahwa untuk memahami perbedaaan antara penerbit mayor dan penerbit minor adalah dari jumlah terbitan buku pertahun. Penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. Di Indonesia penerbit mayor masih tergolong sedikit, Alhamdulillah Penerbit ANDI adalah satu diantra penerbit mayor yang masih bisa dihitung denngan jadi.

Mengapa penulis merasa lebih bangga jika karyanya diterbitkan oleh penerbit mayor? Tentunya naskah karyanya akan dikelola lebih profesional, penerbit mayor biasanya punya fasiliatas lebih baik, modal, percetakan, SDM juga jaringan pemasaran yang lebih luas. Agar sebuah karya bisa masuk diterima diterbitkan oleh penerbit mayor. Seorang penulis naskah harus melalui seleksi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Karena begitu sulitnya menembus penerbit profesional baik yang penerbit minor apalagi penerbit mayor, maka para penulis ada yang menerbitkan karyanya sendiri yang saat ini penerbit seperti ini kita sebut dengan Penerbit Indie. 

Ketika melihat gambar ini, saya yakin posisi saya sudah ada dilavel I 'll try to do it he...he...paling atas hanya kurang percaya diri atau kurang nekad aja sehingga karyanya nggak muncul. 

Penerbitan adalah Badan Usaha yang mencari keuntungan dengan melibatkan banyak pihak yang semuanya penting. 


Penulis merupakan bagian yang paling penting dalam ekosistem penerbitan, jika tidak ada naskah yang layak yang masuk dalam dapur penerbit mayor maka tidak akan berjalan usaha penerbitan. Kemudian ada bebehal yang menghambat dunia usaha penerbitan yaitu. 

Untuk mengirim sebuah naskah hendaknya penulis mengetahui penerbit yang baik itu seperti apa? berikut adalah ciri-ciri penerbit yang baik. 

Setelah mengenal ciri-ciri penerbit yang baik maka beranikan diri untuk mengirim naskah terbaik. Ada keuntungan yang diperoleh jika kita bisa lulus seleksi naskah di penerbit mayor seperti penerbit Andi yaitu royalty. Namun, sebelumnya kita harus paham naskah seperti apa yang akan dilirik oleh penebit yaitu.

Dalam materi kali ini Pak joko juga memaparkan bahwa hanya nasakah yang temanya tidak Populer dan Penulisnya juga tidak Populer yang sering ditolak oleh penerbit mayor. Cara penerbit mengecek populeritas seorang penulis adalah dengan mencari tahu. Apakah penulis tersebut Populer. Penerbit akan melacak profil penulis dari berbagai sumber: 

  • Berapa banyak teman/pengikit disosial media.  
  • Seberapa aktif digrup-grup yang diikuti akan lebih baiki kalau penulis ini sebgai adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu. 
  • Apakah penulis ini punya blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana repon pemabcanya.

  • Google Scholar adalah yang paling dicermati oleh penertbit.

Jadi segeralah buat akun  Google Schoolar sehingga penerbit akan menemukan seperti dalam gambar ini: 


Pak Joko memberi contoh cara penerbit melacak seorang penulis itu termasuk orang populer atau tidak karena popularitas seseorang juga menentukan laris atau tidak nya sebuah buku.  Satu contoh yang menarik dari seorang penulis penulis populer dari penerbit Andi. Ketika dikelitk namanya di google schooler langsung muncul dengan banyak kutipan.

 


Selanjutnya, ada pertanyaan berapa oplah (jumlah cetakan) yang akan dibuat oleh penerbit, jawabnya tergantung dari kwadran berikit ini:

 


Dari gambar diatas dapat kita pahami bahwa Ilmu-ilmu murni akan memiliki lifecycle yang panjang. Oleh karena itu, buku tersebut terus cetak ulang karena laku dan tidak perlu direvisi. Kemudian, marketnya lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa atau mahasiswanya sangat banyak. 

Pertanyan lain yang sering muncul adalah Peneribit ANDI memakai gaya selingkung apa? Pada umumnya penerbit memakai gaya selingkung semua yang ada didunia.

Penulis memiliki peran dalam perkembangan dunia industri penerbitan. Sebaiknya konsitenlah dalam menulis, ada dua model penulis yaitu penulis idealis dan penulis industrialis. Perbedaanya hanya pada nilai kepuasan. Seorang penulis industrialis merasa puas saat naskah yang di ajukan kepenbit mayor laku laris karena memperoleh royalty sedangkan penulis idealias cukup puas dengan menikmati keindahan tulisannya dan tidak terlalu memikirkan royalty jika pun mendapat royalty itu hanya keuntungan ke dua dari amal jariyah sudah berbagi ilmu melalui tulisan. 

Berikut pertanyaan pertama pada sesi tanya jawab.

P 1

Assalamualaikum

Selamat malam Pak Joko

Tentunya sudah tidak joko too

Saya Bu Siti Rohani

SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah

Saya sedang menulis, mengikuti tantangan Prof. EKOJI

bila tidak diterima di penerbit mayor,  bisakah dialihkan ke penerbit lain supaya bisa terbit

Atau bisa diterbitkan penerbit mayor dengan biaya sendiri

Terimakasih.

Wassalamualaikum.

Dan dijawab oleh Pak Joko

Semua Penulis dibawah asuhan Prof. EkoJi akan diterbitkan Penerbit Mayor yaitu Penerbit ANDI tanpa dioungut biaya bahkan akan diberi Royalty. 

    

Demikian materi yang dipaparkan di pertemuan ke-21 oleh narasumber  Pak Joko. Terima kasih, kami ucapkan juga kepada bu Widya agar menjadi amal jariyah. Salam sehat dan salam literasi.



 


 






 

 

 



 



 


Kamis, 03 Maret 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan       : 20

Kelas                : Gel. 23

Materi              : Menguak Dapur Penerbit Mayor

Narasumber    : Edi S. Mulyanta

Moderator       : Mulyadi


Membaca judul materi di pertemuan ke-20 ini. Teringat dapur di rumah, berarti materinya sangat penting bagi penulis terutama peserta seperti saya. Narasumber pada kesempatan ini adalah Bapak Edi S. Mulyanta S.Si., M. T. beliau menjabat sebagai publishing consultant & E book depelovment Andi publisher. Pengalaman beliau di dunia penerbitan buku sangat luar biasa sudah dua puluh tahun. moderator yang membersamai materi "Menguak Dapur Penerbit Mayor" adalah Bapak Mulyadi dari Toli Toli. 


Di awal materi Pak Edi menjelaskan bahwa Istilah penerbit mayor sebenarnya mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah terbitan di atas 200 judul per tahun dianggap sebagai penerbit skala mayor.

Terjadinya pandemi di tahun 2019  sangat berdampak pada dunia penerbitan buku di Indonesia bahkan di dunia. Banyak dunia surat kabar yang menghilang dari predaran dunia nyata, hal ini  merupakan pukulan bagi dunia cetak, dan informasi berupa cetakan. Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku. Undang-undang no 3 th 2017 tentang sistem perbukuan, telah memberikan isyarat yang tegas akan hadirnya format media digital yang telah diberikan keleluasaan untuk secara bertahan menggantikan dunia cetak. Dipertegas lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah no 75 yang keluar pada tahun 2019, telah memberikan petunjuk secara tegas untuk memberikan arah ke dunia digital di penerbitan.

Walaupun demikian aturanya  namun buku format digital masih merupakan embrio yang belum menghasilkan keuntungan yang sama dengan buku fisik. Sehingga masa depan buku fisik masih sangat menarik untuk dicermati.

Sebaiknya buku yang akan ditulis peserta BM mengikuti peraturan pemerintah no 75 (th 2019) yang memberikan arah pelaksanaan undang-undang perbukuan  no 3 tahun 2017. Keuntungan penulis yang didapat adalah royalty (koin) dan poin atau angka kredit (AK) untuk jenjang akademik. .


 

Untuk menulis buku di zaman sekarang, maka penulis bisa memperhatikan arah peraturan pemerintah terhadap usaha penerbitan buku. Maka pilihlah jenis buku sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Arah Pendidikan tentang Perkembangan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, menuntut penerbit-penerbit untuk berlomba-lomba menerbitkan buku yang mendukung literasi dasar. Ini merupakan kesempatan besar bagi peserta BM untuk mengejar kesempatan ini.

Penerbit-penerbit saat ini semakin semangat untuk dapat mengisi peluang tersebut, kendala utama adalah mencari penulis dengan tema yang marketable. Apabila dipetakan, antara kualitas dan besar market akan terlihat peluang yang menarik untuk mengisi tema-tema buku yang menarik penerbit.

Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market. Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.

Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan.

Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut. eam riset pemasaran akan memberikan data awal kemana outlet yang menguntungkan, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi.

 


Team pemasaran memberikan arah prosentase daya serap pasar saat ini. Kemarin mungkin sudah dibahas oleh pak Agus Subardhana bagian pemasaran kami. Bapak ibu bisa melihat terbitan kami dalam format digital di bukudigital.my.id

Berikut adalah buku solo darii Belajar menulis. Kita bisa melihat buku dalam format digital di www.pbuandi.com dan bukudigital.my.id. Materi di open 20% sehingga dapat dipelajari outline buku, judul buku, pembagian per babnya, dan lain-lain.

Selain itu kita bisa melihat di contoh gratis yang dapat dibaca secara free, bapak ibu bisa mengintip karya-karya yang telah terbit.  Sehingga memudahkan memberi arah tema buku apa yang kira-kira cocok dengan kompetensi yang dimiliki peserta BM.

Untuk mudah praktik bagaimana menulis bab-perbab, struktur buku, struktur kalimat, hingga paragraf. Sebaiknya pelajari contoh tampilan di Google Books, tulislah perencanaan naskah untuk ditawarkan ke penerbit, dengan cara ATM  yang sangat populer Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Selanjutnya hal yang sering ditanya oleh calon penulis, yaitu siapa yang membiayai penerbitan sebuah buku? Nah penerbit mayor biasanya mempunya dana untuk memilih terbitan buku yang menjadi sasarannya, sehingga semua biaya produksi hingga pemasaran dilakukan oleh penerbit tersebut.

Oleh karena itu penerbit akan lebih teliti dalam menyaring naskah yang masuk ke dapur mereka apakah sudah sesuai dengan misi dan visi mereka? Maka sering kita temui naskah tidak bisa terbit karena belum layak. Untuk mengatasi kekecewaan penulis maka penerbit  memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dan lain-lain.

Saat ini sudah ada trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Namun plus minus nya pasti ada apabila menulis keroyokan, terutama angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis. Banyak penerbit-penerbit saat ini menawarkan layanan hal tersebut. Silakan dimanfaatkan sembari belajar untuk memproduksi sendiri buku bapak ibu hingga proses pemasarannya. Konsentrasi penulis adalah di Materi yang otentik, dan unik. Penerbit akan membantu dalam hal Pembahasaan dan Penyajian.

Kesimpulan

Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

Sesi tanya jawab pertanyaan dari 

Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah peserta gel.23 bertanya:

1. Saya guru matematika SMP apakah materi matematika bisa di tawarkan ke penerbit,             khususnya yang sesuai dengan kurikulum mendatang.

2. Kira-kira bentuk penyajian yang bagaimana ketika mau menulis tentang buku materi            yang berkaitan dengan profil pelajar Pancasila?

3. Saya belum melihat persyaratan naskah yang diajukan ke Andi. (Ukuran kertas, jenis          font, dan lain-lain. Atau saya yang belum bisa buka link yang dimaksud) kemarin memang                     ditunjukkan link yang bisa dibaca, tetapi saya belum ketemu persyaratan nya.

Terimakasih...

Jawaban daei Pak Edi

Terimakasih pak Frans Fernandez

1.      1.  Kami sedang mencari tema-tema yang sesuai dengan kurikulum baru. Literasi numeris                 menjadi target kami dalam mencari naskah, sehingga silakan saja apabila bapak sudah                 mempunyai bahan tulisan.

2.       2. Betul sekali pak saat ini kami sedang mencari Profil Pelajar Pancasila, ini penulis2 sedang              berlomba-lomba menulis tema tersebut.

3. Ini tema yang sedang dicari

 


Pesan penutup dari Pak edi manfaatkan kesempatan menulis buku yang terbuka lebar, saat perubahan kurikulum yang menjanjikan. Penerbit Mayor maupun Minor perbedaannya hanya di skala produksi, pilihlah penerbit yang tentunya cocok sesuai keinginan peserta BM.

Materi yang sangat bermanfaat dan membuka wawasan untuk tema buku solo peserta BM. terimakasih Bapak Edi dan Pak Muliyadi. Semoga sehat selalu, salam literasi.




 


Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...