Rabu, 24 November 2021

KETERAMPILAN DIGITAL UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH

 




            Setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengatur ataumenyusun kehidupannya, ada hanya dengan cara yang santai saja. merteka hidup untuk hari ini tanpa memikirkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan mereka lakukan dihari esok. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan sering guru mengarahkan siswa untuk memiliki cita-cita. Mengapa guru suka bertanya tentang cita-cita peserta didik? tujuannya adalah agar peserta didik membuka pikiran mereka tentang bagaimana peserta didik tersebut melakukan usaha untuk mencapai tujuan dari cita-citanya. Tentunya, guru membimbing apa saja yang harus dilakukan peserta didik untuk meraih apa yang mereka cita-citakan yaitu dengan belajar sungguh-sungguh memilih jurusan pendindidikan yang akan menjadi jalan untuk meraih cita-cita tersebut. Guru juga selalu membuka pola pikir peserta didik, menginspirasi peserta didik dengan berbagai cara untuk menumbuhkan skill khusus agar kelak mudah dalam hidup bermasyarakat.

            Di era digital ini, tidak hanya peserta didik yang harus memahami masa depan seperti apa yang akan mereka jalani. Guru juga harus memahami dengan satu langkah lebih dahulu dari pada siswa. Kemajuan digitalisasi seakan menghanyutkan kita diruang tak kenal massa. oleh karena itu dipetemuan ke11 ini pada pelatihan GMLD2 kami diberikan ilmu untuk memahami KETERAMPILAN DIGITAL UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH yang disampaikan oleh Bapak Deni Darmawan beliau dibawah ini adalah karya beliau yang luar biasa. 


Pada pertumuan ini kami juga dibersamai oleh ibu Helwiyah, S. Pd yang pada pertemuan ke-9 beliau sebagai narasumber sungguh Bapak/ Ibu yang luar biasa.


Keterampilan digital seperti apakah yang diperlukan agar Masa depan kita cerah?

    Zaman berlalu begitu cepat dengan persaingan teknologi revolusi industri, hingga tanpa disadarai sekarng kita sudah memasuki era socity 5.0 padahal baru kemarin rasanya memasuki era revolusi industri atau 4.0. Oleh karena itu, teruslah beradaptasi dengan perubahan sehingga pembelajaran yang akan kita terapkan dalam dunia pendidikan juga sesuai dengan zamannya. Keterampilan digital harus ditingkatkan, seperti kemarin dimasa pandemi kita dihadapkan pada setuasi dimana mengajar peserta didik dari jarak jauh via online. Sebagai guru diminta untuk menguasai digital dalam menyajikan pembelajaran yaitu dengan mengirim tugas via Wa, googleclass, zoommeeting dan mengirim video pembelajaran. Guru mau tidak mau harus meningkatkan kemampuan digitalnya dalam mentrasnfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Bagaimana memperoleh dan memanfaatkannya?


link sebuah film https://www.youtube.com/watch?v=rjLVCpE3kuw ada sebuah film yang menarik yang pernah pak Deni lihat yang menggambarkan masa depan.

 


Guru itu digugu dan ditiru. “Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani” artinya di depan memberi teladan, Di tengah membangun kemauan, Di belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Begitu kata Ki Hajar Dewantoro (Bapak Pendidikan Indonesia). Semboyan itu terus kita pegang sebagai pengajar dan pendidik, agar kita terus menjadi teladan, terus mau belajar dan terus memotivasi peserta didik kita. Nah, menjadi motivator guru literasi digital (GMLD) kita harus bertransformasi menjadi menjadi guru abad 21,  yaitu menjadi guru yang multitasking. Guru yang mempunyai keterampilan digital. Guru yang sudah melek teknologi, istilah yang dipakai oleh Bapak Munif Chatib, guru harus bermigrasi agar bisa akrab dan menggunakan teknologi untuk aktivitasnya.

Silahkan baca artikel saya di portal media online https://tangselmedia.com/guru-melek-literasi-digital.html Guru membutuhkan keterampilan membaca cepat nih. Tips membaca cepat di kanal youtube Pak Deni https://www.youtube.com/watch?v=YlAwRLyB_Dk keterampilan itu adalah skill yang dapat dipelajari diasah agar menjadi suatu kemampuan.

Bagaimana dengan keterampilan literasi digital agar tidak gagal paham.


kemampuan digital adalah kemampuan kita memanfaatkan platform digital dengan membuat konten ataupun tulisan yang bisa dinikmati orang lain. Apa saja keterampilan abad 21 atau keteramppilannnn 4.0 ini? Yuk liat gambar ini


Pak Jokowi juga pernah bilang, langkah transformasi digital dalam menghadapi era ini. 
Pertama  mempunyai SDM talenta digital.




Keterampilan digital itu meliputi Keterampilan 4C itu : Creativity dan Inovation, Critical Thingking, Communication, and Collaboration.

1. Kreatif dan inovasi  harus dimiliki oleh kita. Orang yang kreatif selalu thinking out of the box. Ia terus menggali ide, mencari ide, dan membuat ide itu agar menjadi nothing to something. Ide mampu diwujudkan dalam sebuah produk yang bermanfaat untuk orang banyak. Jika sudah pada tahap ini maka sudah mampu melakukan “gebrakan” inovasi. Pak Deni menulis artikel populer di Media Indonesia agar anak bangsa bisa melakukan “gebrakan” inovasi kala pandemi.
https://mediaindonesia.com/opini/417017/gebrakan-inovasi-kala-pandemi Semua dimulai dari ide dan dibuktikan dalam bentuk nyata dengan melakukan terobosan beirbagai inovasi.
 
2. Critical Thinking. Simak audio saya Bapak/Ibu. Dulu, saya juga pernah loh jadi penyiar radio, tp di channel 15.57 AM merupakan kemampuan cara berpikir kritis dalam menerima berita hoaks untuk menerima informasi sehingga kita tidak mudah termakan berita hoaks. kita perlu membuat pertanyaan W5 H untuk mngecek kebenaran terhadap suatu berita yang didapat.

3. Kolaborasi kemampuan bekerjasama untuk saling mendorong mewujudkan suatu kreativitas sehingga dapat menghasilkan konten yang menjadi tuntunan bukan hanya sebagai tontonan.  Sebagaimana Om Jay sudah memberi contoh berkolaborasi dan kawan-kawan dalam membuat program berbicara, menulis dan motivator guru literasi digital. Tanpa kolaborasi, sulit rasanya mewujudkan program-program “super keren” itu. Sinergi dalam gerakan yang membangun, sehingga akan muncul guru-guru penggerak dalam kolaborasi. Dari kelas-kelas menulis juga lahir penulis-penulis buku. Dari kelas-kelas itu juga mendobrak SDM talenta digital guru.  Amazing bukan! Om Jay gitu loh.


Berikut adalah video konten kreatif yang dibuat oleh mahasiswa dalam membumikan nilai-nilai pancasila. Diharapkan , hasil konten kreatif kolaborasi ini mampu membuka kesadaran generasi milenial Y dan Z agar bisa memahami dan menyerap nilai-nilai pancasila. https://www.youtube.com/watch?v=oZntTNRbEuw 

4. Keterampilan communication (komunikasi) kemampuan untuk menyampaikan informasi didunia digital. Seperti membuat konten positif di youtube dan berbagai kebaikan yang dibagikan di platform digital.Om Jay pernah berkata dalam webinar zoom, “Setelah guru mengikuti kegiatan GMLD, guru bisa meningkatkan performanya, sehingga tidak ada lagi guru yang dapat gaji pas-pasan. Tapi dengan memanfaatkan platform digital, guru bisa mendapat point koin, pujian dan cuan”. Guru punya segudang ilmu, jadi buatlah konten kreatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.



Demikianlah paparan Pak Deni tentang KETERAMPILAN DIGITAL UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH Keterampilan 4C itu : Creativity dan Inovation, Critical Thingking, Communication, and Collaboration. Semoga saya bisa meningkatkan dan membiasakan diri untuk menerapkan kemampuan digital untuk membudayakan literasi disekolah.


Ranai, 24 November 2021



sosialina, S. Pd.I 


GURU FAVOURITE

                Tulisan ini adalah untuk melatih kemampuan atau kompetensi  menulis dan kemampuan pedagogi. Guru harus banyak belajar oleh karena itu blog ini saya beri nama Guru Pembelajar Inspiratif.  Tidak ada maksud lain, Sesama guru kita juga dapat meng adopsi apa-apa yang menjadi kelebihan dari teman sejawat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan hasil pembelajaran saya dari pengamatan siswa dalam rangka peringatan Hari Guru. Saya menanyakan Cara belajar yang bagaimana diterapkan guru agar pemlejaran itu menyenangkan?. Tentunya saya tidak menggunakan seperti yang saya tanyakan tadi kepada siswa. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini.

 Sebagian Guru dan Tenaga Administrasi SMPN 2 Bunguran Timur


         Banyak ungkapan yang didefinisikan tentang guru, hampir semua tulisan menjelaskan bahwa guru adalah seseorang yang dapat memberi pengetahuan atau ilmu sehingga berdampak perubahan bagi yang menerima. Perubahan yang terjadi terhadap yang menuntut ilmu adalah perubahan cara berpikir, perubahan cara bersikap. Namun pada kenyataannya tidak semua guru dapat membawa perubahan pada siswanya. Apakah karena guru tidak profesional? atau karena guru tidak ikhlas dalam mendidik dan membagikan ilmu? Untuk menjawab pertanyaan ini semua kembali kepada stuasi dan kondisi pada lingkungan belajar yang dijalani setiap guru terhadap siswanya. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi ketercapaian suatu tujuan pembelajaran atau pendidikan.

                Beberapa faktor tersebut dapat berasal dari lingkungan belajar, faktor internal atau eksternal dari diri siswa dan guru itu sendiri, bahkan faktor materi ajar yang memang tidak mudah untuk dipahami. Sebagai guru faktor-faktor tersebut bukan suatu hambatan untuk mendidik dan mengajar siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan untuk dapat belajar memahami kesulitan yang dihadapi selama proses belajar mengajar. Dengan terus belajar memahami kesulitan atau hambatan dalam proses mengajar, tentunya akan menghasilkan refleksi dan tindak lanjut menuju proses pembelajaran yang lebih. Guru akan menemukan betapa beragamnya minat dan bakat siswa, mempelajari metode atau model mengajar yang tepat dalam menyampaikan materi ajar. Menurut  Bapak Aris Ahmad Jaya (Mr. Sugesti Indonesia) jika ingin tujuan pembelajaran tercapai dengan mudah, guru harus bisa membuat siswa tertarik dengan pelajarannya. Guru diharapkan mampu memahami keberagaman bakat siswa dan multi intelegensi yang dimiliki oleh siswa. Seorang siswa yang berbakat dibidang olah raga belum tentu mampu menjadi jago matematika, siswa yang berbakat dibidang bidang seni jangan belum tentu bisa dalam pelajaran bahasa Inggris. Demikianlah keunikan para siswa, guru diminta untuk memahami manusia yang berkembang sesuai bakat dan pola pikir sesuai usianya. 


        Untuk itu, gurulah selanjutnya terus belajar memahami cara pendekatan kepada siswa, menentukan motode atau model pembelajaran yang sesuai dengan heterogenitas siswa. Saya sebagai guru yang merasa belum terlalu mahir memahami bakat dan minat siswa, saya ingin mengetahui guru yang bagaimana yang disenangi oleh siswa ketika proses belajar mengajar dikelas. Guru yang disenangi yang saya maksud disini adalah guru yang memiliki kemampuan menarik bakat atau minat belajar siswa. Guru yang dapat membawa kesan potif dalam pembelajaran di kelas bukan nama personal guru. Kemudian, saya terpikir dan berinisiatif untuk mencari tahu cara seperti apa yang dilakukan guru favourite tersebut membuat siswa tertarik dan menyenangi pelajaran yang dia ajarkan dikelas. Selanjutnya, saya melakukan pendataan atau jajah pendapat kepada siswa mulai tanggal 8 November sampai dengan 13 November 2021. Cara yang saya lakukan adalah meminta siswa mengingat dua puluh tiga guru yang ada di SMPN 2 Bunguran Timur yang mengajar maupun yang tidak mengajar di kelas mereka, saya memandu mereka mengingat semua nama guru. kemudian meminta mereka merasakan guru yang bagaimana artinya cara guru mengajar yang bagaimana membuat kesan positif dalam pembelajaran ataupun yang menginspirasi kebaikan dalam pergaulan kepada mereka. Para siswa antusias menjawab dengan beberapa nama guru yang muncul, mereka ada yang menulis hanya satu nama guru, dua nama guru, dan tiga nama guru, bahkan ada yang lima nama guru yang mereka merasa ada kesan terhadap mereka. Jika dilihat sepintas, seperti kurang pekerjaan saja, apa yang saya lakukan. Namun, bagi saya ini penting karena sebagai guru pembelajar inspiratif sesuai dengan blog yang saya miliki, maka guru jangan lelah mengupgrade diri. Ilmu pengetahuan mengikuti perkembangan zaman perhatikan nasehat  Umar bin Khathab Ra berkata :

عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”

         Nasehat ini mengarahkan kita sebagai guru dan orangtua hendaknya memahamai zaman dan pola tingkah anak yang berekambang pada zamannya. Seperti kita ketahui bersama, perkembangan dunia digital sekarang ini banyak berdampak pada anak karena perekemabangan informasi dan komunkasi secara terbuka. Siswa lebih berminat dengan hal-hal kekinian padahal hal-hal lama pun belum mereka ketahui. Terjadinya pikiran dermikian karena pengaruhnya perekambangan digital di era 4.0. Siswa banyak mengakses informasi dari dunia maya, yang seharusnya dibimbing dan diawasi oleh orangtua. Usia siswa belum bisa memfilter informasi yang baik bagi mereka dan berdampak negatif untuk mereka. Sehingga, ini menjadi tantangan bagi guru dalam menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Terlalu banyaknya pengaruh yang menarik di dunia digital menjadikan materi ajar yang diberikan oleh guru tidak tanpak menarik.

         Disinilah guru berperan sebagai orangtua kedua di sekolah untuk menyampaikan pendidikan dan pengajaran agar pila pikir anak jadi terarah. Oleh sebab itu, guru menggunakan pendekatan dan menyampaikan pendidikan dengan cara dan sesuai pada zaman mereka. Hasil dari pendataan saya selama satu minggu, diperolah bahwa siswa menyenangi guru yang menyenangkan saat mengajar, bisa menghidupkan suasana belajar dengan ada humor atau canda, mengajar santai  namun tugas selesai, tegas, mengajar menguasai materi dan mudah dipahami,  perhatian kepada siswa, baik, ramah, cantik. Beberapa kreteria tersebut adalah kumpulan dari beberapa tulisan siswa yang saya rangkum dari hasil pendataan selama satu minggu. Ada seorang siswa istimewa dan berbeda dari kelas IX.1B yang tidak saya sebutan namanya, mempunyai alasan untuk tidak menyebutkan nama guru favouritnya karena dia menyangi semua guru. Maksudnya, guru yang mengajar ataupun tidak mengajar di kelasnnya adalah guru yang luar biasa telah mendidik dan mengajar siswa mereka.

        Alhamdulillah, akhirnya tulisan ini juga dapat saya selesaikan. Mau tahu, siapa nama guru yang banyak muncul dalam tulisan siswa kita. Ayoo...Penasarankan? dari dua puluh dua nama guru. Lho, kenapa dua puluh dua? karena saya tidak termasuk sampel, saya sebagai pencari informasi. Kemudian, dapat lah tiga nama yang  sering ditulis siswa. Saya teli dengan peringkat yaitu 1. Bu Fatmawati, S.Pd, 2.  Bu Poppi Sri Savitri, S. Pd dan 3. Bapak Andriko Sitompul, S. Pd.

        Siswa menulis nama dan karakter guru yang ada pada Bapak/Ibu bertiga ini adalah guru yang mengajar suka bercanda, guru yang santai, guru yang baik dan perhatian. Untuk rekan guru hebat yang belum masuk nominasi nama yang terbanyak yang ditulis siswa, ayoo! kita belajar cara Bu Fatma melakukan pendekatan kepada siswa saat belajar, metode Bu Poppi mengajar dan bagaimana Pak Andriko benar-benar memberi perhatian kepada siswa. 🤗🥰👍💐. 

Selamat hari guru, selamat guru favourite SMPN 2 Bunguran Timur tahun 2021.

Mendidik dengan hati, Pulihkan Pendidikan   

 


Ranai, 25 November 2021

(Guru Pembelajar Inspiratif)


Sosialina  

 






Selasa, 23 November 2021

ANAK MUDA BERANI BIKIN PERUBAHAN DI DUNIA DIGITAL

BERPIKIRAN MELENIAL DI ERA DIGITAL

Menyadari perkembangan teknologi dan informasi, sebagai guru sudah seharusnya kita mengubah midset untuk membersamai perkembangan era digital. Belajar untuk memahami berbagai kemudahan yang ditawarkan digital dalam mengembangkan potensi diri dan mensosialisasikan kepada siswa bagaimana mereka harus menggapi perkembangan ini secara positif. Oleh karena itu, guru lah yang pertama harus menguasai perkembangan era milineal.

Untuk memahami perekambangan era digital dan mendidik anak melinial sebagai guru tidak boleh bosan dan capek mengupgrade kompetensi diri. Alasan tersebut yang membuat saya harus belajar lebih walaupun tertatih-tatih. Hari ini Senin 22 November 2021 di pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD2) di pertemuan ke-10, kami belajar materi tentang ANAK MUDA BERANI BIKIN PERUBAHAN DI DUNIA DIGITAL  dengan narasumber Bu Rosminiyati, S.Pd. lahir di Pangkalpinang pada 5 April 1970, berprofesi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang dari tahun 1994 hingga sekarang. Bapak Muliadi, S. Pd. M. Pd. belaiau adalah pemateri pada di pertemuan ke-8.

Ini  adalah buku Bu Ros dari hasil Belajar Menulis yang beliau tulis diblog 




Dalam pembelajaran kali ini Bu Ros memulai materi dengan memberi definisi kata"Berani"

Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).

Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.

Mengapa perlu melakukan perubahan di dunia digital?

1. Kebutuhan. Perubahan dan perkembangan teknologi tak luput pula terjadi pada bidang pendidikan. Mau/tidak mau, suka/tidak suka, sebagai guru kita juga harus mengikuti perubahan tersebut. Untuk data GTK dan peserta didik, semuanya kini sudah menggunakan digitalisasi/online. Guru-guru dituntut untuk bisa mengisi datanya secara mandiri terkait data personal maupun riwayat pendidikan/pekerjaan, dan lain sebagainya.

2. Menyalurkan hobi. Hobi merupakan hal yang menarik untuk didokumentasikan, kadang bagi kita apa yang menjadi kegemaran kita adalah hal yang luar biasa namun tidk bagi yang tidak biasa. mereka akan sangat tertarik jika melihat sesuatu yang menyenangkan dan belum pernah mereka lakukan atau suatu tempat yang menarik belum mereka kunjungi. Jika mengabadikannya di ruang digital itu akan menginspirasi orang lain.

3. Tambahan Pengahsilan dari hobi yang menarik akan membuat banyak viewer dan pendukung yang ahirnya tanpa kita sadari akan mendapat penghasilan tambahan.

4. Berbagi peluang kita berbagi kebaikan semakin meluas dengan adanya digital, diatkan untuk selalu membagikan konten dan tulisan-tulisan yang positif seperti memberi motivasi, mendoakan orang lain. Bahkan kita dapat berdakwah melalui platform digital.

Hal-Hal yang mempengaruhi Perubahan di Dunia Digital

1. Tekad/semangat. Jika sudah ada keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan di dunia digital, maka kita akan berusaha belajar kapanpun, di mana pun, dan dengan siapa pun.

2. Lingkungan. Pengaruh lingkungan besar sekali terhadap perubahan kita di dunia digital. Apabila kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat aktif bergelut dalam dunia digital, secara sadar atau tidak, kita pun akan ikut arus tersebut. Sebaliknya, jika lingkungan kita termasuk golongan terbelakang, otomatis kita juga akan jalan di tempat.

3. Sarana/Prasarana. Dunia digital terakit erat dengan sarana/prasarana (gawai, laptop, PC, kuota data internet, jaringan, listrik, dll.). Jika fasilitas tidak dimiliki/tidak mendukung, tentu saja kita tidak bisa melakukan perubahan di dunia digital.

4. Kesempatan. Terkadang kita temukan keadaan seseorang ingin melakukan perubahan di dunia digital, namun karena tidak ada kesempatan, maka perubahan itu pun menjadi tertunda.

5. Dukungan. Ada kalanya, untuk melakukan perubahan, kita memerlukan dukungan orang-orang di sekitar kita dalam bentuk dukungan fisik, mental, dan finansial. Hal ini penting, karena melakukan perubahan di bidang digital bukanlah hal sederhana.

        Sebagai guru motivator, yang harus dilakukan  adalah mampu membuat sebuah dorongan perubahan terhadap lingkungan sekitar tempat kerja paling tidak kepada rekan kerja dan pada peserta didik. Agar timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan kegiatan literasi digital seperti membaca dan menulis dalam memanfaatkan ruang digital.

Untuk membuat suatu perubahan, tidak lah muadah. Kita yang menginginkan perubahan itu terjadi yang harus terlebih dulu berubah. Para peserta didik akan mudah mencontoh apa-apa yang dilakukan oleh guru atau arahan guru jika gurunya menyampaikan suatu perintah arahan dengan benar dan tepat. Oleh karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Perubahan untuk masing-masing kita disesuaikan dengan kondisi awal yang kita punya.

Bentuk/Jenis Perubahan di Dunia Digital:

1. Tidak bisa -> bisa;

2. Tidak berani -> berani;

3. Sudah bisa -> banyak/terampil;

4. Banyak -> berkualitas;

5. Sendiri -> kolaborasi;

6. Sederhana/biasa -> istimewa/unik/menarik;

7. Tidak berguna -> bermanfaat;

8. Untuk sendiri -> berbagi/inspiratif/memotivasi;

Yakinlah sekecil apapun perubahan yang kita lakukan dalam kebaikan dengan tetap menghangharap ridho Allah SWT maka lelah itu akan mendapat balasan kebaikan pula.


Mari kita bahas satu per satu:

1. Mengubah mindset (pola pikir), antara lain:
•Usia tua  Merasa muda
•Guru jadul -> Guru gaul
•Tidak sempat ->Menyempatkan diri
•Tidak mampu -> Saya bisa
Pada diri sendiri saya berpesan selalu lah berjiwa dan bersamangat muda untuk melakukan perubahan yang lebih baik, Usia boleh tua namun jangan dijadikan alasan untuk melakukan perbaikan dalam pendidikan. Selama kita adalah guru maka untuk memotivasi siswa untuk lebih maju di zaman digitalisasi adalah kewajiban kita. Agar siswa termotivasi tentunya penampakan tua boleh namun jiwa muda penuh karya tetapmenjadi inspirasi para siswa.

Ketika  membaca kalimat ini dari Bu Ros ”Tidak sempat” juga sering diajadikan alasan. Waktu kita sama, 24 jam. Tidak ada seorang pun yang dilebihkan barang sedetik pun. Di sini, hanya butuh manajemen waktu.

    Benar yang disampaikan Bu Ros, mengatur waktu itu sangat penting. Pengalaman saya pada hari Materi ini disampaikan. Kondisi saya sangat tidak kondusif pada jam 12.45 WIB saya sudah berada di tempat undangan pelantikan pengurus PATAYAT NU yang juga dihadiri wakil gubenur Provinsi Kepri. Sepulang dari kegiatan tersebut, jam 16.30 kemudian saya menepati janji untuk mendokan ULTAH ponakan dirumahnya dengan menghabiskan waktu 30 menit menjemput anak dan langsung kerumahnya. Kemudian pada jam 17.15 kami kembali kerumah mempersiapkan ibadah maghrib dan menemani anak belajar dan bercengkrama. Pada jam 19.30 WIB saya kembali menghadiri undangan temuramah bersama Ka. Kanwil kementrian Agama dengan ketua Ormas Islam yang kebutan saya diamanahkan menjabat sebagai ketua PD. BKMT Kab. Natuna dan acara selesai jam 21.30. sesampainya dirumah my litlle son sudah menunggu minta dinina bobokan dengan sholawat badar khas pengantar tidur. Akhirnya pada jam 22.14 baru bisa membaca materi dari Bu Ros. Alhamdulillah luar biasa, perempuan berjiwa melenial menularkan virus semangat untuk membuat perubahan. Bu Ros menyampaikan banyak hal tentang perubahan benar saja untuk berubah niat itu sangat penting. Perubahan ini berawal dari niat untuk memberi contoh pada anak-anak yang menjadi tanggung jawab saya dirumah. Untuk hasil lainya biarlah Allah menentukan.

 .

3. Berani keluar dari zona nyaman. Dulu saya sangat merasa nyaman dengan mengisi waktu hanya dengan membaca berita di sosmet atau menonton cerita, namun sekarang saya merasa ada tantangan lain ketika dapat menyelesaikan tugas pada setiap sesi di pelatihan GMLD2.

 4. Bergabung dalam komunitas. Dulu guru saya pernah berkata jika berteman dengan tukang minyak wangi maka kamu akan terpercik wanginya. Seperti itulah yang saya rasakan bergabung dikomunitas guru mau menulis dan saling memotivasi tersa ada semangat yang tertular dan banyak ilmu yang bermanfaat yang sebelumnya belum saya ketahui saya dapatkan disini.

5. Bangun kolaborasi. Kemarin saya baru menyelesaikan pembelajaran menulis yang dibina oleh Bu Sri Sugiastuti (Kanjeng). Kemudian dengan berkolaborasi dengan peserta lainnya menulis buku antologi benar dengan berkolaborasi bisa saling melengkapi. Akhirnya, terciptalah karya yang luar biasa.

Pada meteri ini juga bu Ros membagikan video berikut ini sebagai contoh hasil kolaborasi. Beliau yang belum bisa membuat video, tapi menghasilkan video karena adanya kolaborasi. berikut linknya. https://www.youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs

6. Mulai. Gerakan apa pun tidak akan berjalan tanpa memulainya. Karena itu, mulailah saat ini, dan jangan pernah menundanya lagi. DO WHAT YOU CAN DO TODAY, DON'T POSTPONE IT UNTIL TOMORROW.

Bagaimana caranya?

1. Kolaborasi. Kita berada pada komunitas sekolah yang luas. Anak-anak didik kita jumlahnya banyak. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi di antara sesama guru.

2. Melakukan sosialisasi tentang literasi digital. Kita bisa menggunakan materi yang sudah kita peroleh dari pelatihan GMLD ini. Untuk waktunya:

• Pertemuan langsung/tatap muka di dalam ruangan kelas;

• Pada saat upacara atau waktu khusus.

3. Memfasilitasi murid-murid kita melakukan hal-hal positif dalam dunia digital.

• Membuat komunitas di sekolah, misalnya: komunitas bloger sekolah, komunitas YouTuber sekolah, dll.

4. Memotivasi:

• Mengadakan perlombaan;

• Memberikan hadiah, dll.



Dari diagram diatas dapat kita pahami bahwa guru motivator hendaknya bisa menjadi pelopor perubahan literasi sekolah agar lebih berkembang. Guru motivator harus membawa perubahan terhadap literasi di lingkungan sekolah melalui media digital. Menularkan budaya berliterasi kepada para guru dan siswa.





Ranai, 22 November 2021


Sosialina, S.Pd. I






Sabtu, 20 November 2021

CARA AMPUH MEMAKSIMALKAN POTENSI DI DIGITAL WORLD

 Dunia Digital Sebagai Media Mengembangkan Potensi Diri

            Berbicara tentang dunia digital seperti berada pada sebuah tempat yang tidak berdinding dari setiap sudut dari tempat duduk, kita bisa melihat belahan dunia manapun. Betapa kita harus belajar dan menguasai perkembangan zaman teknologi 4.0 agar tidak tergulung oleh kecanggihan dan perkembangan informasi disegala bidang. Sebagai masyarakat yang berada ditengah kondisi ini mau tidak mau harus berusaha mengembangkan dan memaksimalkan potensi diri sesuai perkembangan zaman. Selanjutnya media digital sudah menjadi media yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sekarang ini. Oleh karena itu, agar dapat bersaing bersama kemajuan zaman, hendaknya kita harus mengoptimalkan potensi diri melalui digital. 

Hari ini 19 November 2021, sebelum mengikuti kegiatan zoom di materi ke-9 pada pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD). Materi hari ini CARA AMPUH MEMAKSIMALKAN POTENSI DI DIGITAL WORLD dengan narasumber hebat Ibu. Hewiyah, S. Pd. M. M dan moderator MS PHIA yang selalu bersemangat memotivasi peserta.



                                            

                                                                    Berikut profil narasumber 


Sebelum menjelaskan lebih dalam materi ini Bu Hel memaparkan perbedaan antara dunia digital dan digital world yaitu:

    •  Dunia Digital adalah ketersediaan dan penggunaan alat digital untuk berkomunikasi di internet, perangkat digital, perangkat pintar serta tekhnologi lainnya.
    • Digital World adalah wahana dimana pengunjung- dapat bermain sambil belajar yang menyajikan alat peraga interaktif mengenal tekhnologi berbasis digital.
Sedangkan


Kemudian untuk mengembangkan potensi digital ada 3 aspek yang harus dipahami, terutama dimasa pandemi. Tiga aspek ini meliputi :

                   
Dari ketiga aspek tersebut sangat menenukan peluang kita untuk mengembangkan potensi. Apa yang sedang kita alami di masa pandemi sekarang ini adalah peluang untuk mengembangkan potensi diri. Bisa memulai bisnis online, bisa memperbanyak konten dan semuanya harus didukung dengan keterampilan kita menggunakan digital sehingga potensi yang sebelumnya tidak kita dapatkan pada masa normal ternyata kita mampu mengembangkannya di masa pandemi. Ada tujuh(7) cara ampuh untuk memaksimalkan potensi di dunia digital yaitu: 

 

1. Merubah Mind set/ pola pikir

 Pola pikir kita kadang membuat kita tidak maju, merasa tidak percaya diri dengan potingan atau konten yang kita buat. Jika ingin berhasil kita harus percaya diri yakinkan hati bahwa niat baik kita memposting hal-hal yang bernilai positif akan berdampak positif juga bagi kita. Jangan ragu untuk memposting hal-hal positif sehingga postingan itu menjadi hal baru bagi orang lain yang belum pernah tahu atau membaca dan melihatnya.

2. Membuat terget market

Sebelum menentukan apa yang akan kita posting, sebaiknya kita mengenal dulu jenis dan tujuan postingan kita ditujukan kepada siapa, siapa yang akan menonton atau membacanya. Sehingga postingan yang bernilai positif tadi dapat nikmati oleh orang lain secara meluas dan akan banyak follower yang merindukan postingan kita.

3. Menghargai karya orang lain

 Selanjutnya menghargai karya orang lain ini sangat penting dalam membuat postingan. Kita harus menjaga karya orang lain dengan tidak memplagiatnya menjadi tulisan kita. Secara umum banyak orang menulis dari ide orang lain yang dikembangkan menjadi ide yang diperbahurui itu akan nampak lebih berkesan, dan itu adalah cara kita mengembangkan diri. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh bapak Aris untuk mengamati, meniru dan tambahi dimodifikasi, sehingga kita tidak lagi menulis tulisan orang lain tetapi menulis dengan cara kita sendiri.

4. Menghindari dari menyebar hoaks

 Hal ini sangat penting kita perhatikan, jangan sampai kita ikut-ikutan menebarkan hoaks kepada orang lain. Kembangkan potensi untuk cek and recek setiap postingan yang masuh di smarphone kita.

5. Memposting Konten

Berusalah untuk selalu memposting konten positif setiap hari agar postingan positif memenuhi jejaringan sosial dan menebarkan energi positif. Usaha ini gunanya membangaun intraksi kepada pengguna digital lainnya.

6. Mengupdate skill terus menerus

 Terus belajar menggunakan berbagai fitur dalam HP untuk mengoptimalkan potensi digital dan pengembangan personal branding.

7. Tetap konsisten 

 Istiqomah atau tetap pendirian untuk memposting konten di dunia digital pada fitur mana pun yang penting sehari harus ada satu postingan positip yang bagikan ke media sosial.

 



Ranai, 19 November 2021



Sosialiana









Rabu, 17 November 2021

INKLUSIVITAS DI DUNIA DIGITAL

 Sikap Inklusivitas pada Masyarakat


        Dipertemuan ke-8 pelatihan GMLD 2 saya belajar tentang Inklusivitas di dunia digital materi disampaikan oleh Bapak Muliadi, S.Pd, M.Pd. Beliau adalah seorang guru Matematika di SMK Negeri 1 Tolitoli Sulawesi Tengah. Lahir di Kalangkangan, pada tanggal 21 Januari 1971. Moderator pada kesempatan ini adalah Bapak Dail Ma'ruf mereka adalah alumni kelas menulis bimbingan Om Jay, Pak Muliadi sebagai ketua kelas pada BM angkatan 19 sedangkan Pak Ma'ruf ketua kelas BM angkatan 20.

       Untuk mudah memahami materi hari ini, saya mencari di internet definisi Inklusivitas, menurut google Inklusivitas adalah usaha aktif, disengaja dan terus menerus untuk mengakomodasi keberagaman, termasuk untuk disabilitas.  

       Tujuan materi inklusivitas di dunia digital dapat menginspirasi kita semua untuk lebih bijak bersikap dan bertindak ditengah keberagamaan dan perbedaan yang cendrung semakin tajam ketika bergeser ke dunia digital. Sikap inlusivitas sering dikaitkan dengan sikap masyarakat, dalam kontek ini adalah masyarakat dunia digital. Jadi sikap inklusivitas dalam masyarakat adalah sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan status sosial. 




Mengapa harus bersikap inklusif di era digital?





    Masyarakat digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru melalui konsep metode baru dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan menukar barang serta informasi.

Beberapa alasan mengapa masyarakat digital harus inklusif, yaitu:
1. Internet bukan lagi barang baru di Indonesia. Oleh sebab itu internet seharusnya bisa             dinikmati oleh siapapun dengan mudah.
2. Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari         aspek fisik maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial
3. Keunikan yang hadir sebagai sebuah keniscayaan, perlu mendapat perlakuan yang               proporsional sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan    kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.
4. Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai             keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.
    dari bebrapa alasan diatas artinya kita tidak bisa terlepas dari dunia digital.

Sebagai guru apa yang harus kita lakukan.

 


      Sebagai guru harus memiliki sikap inklusivitas agar dapat menyampaikan dan memberi contoh kepada peserta didik. Dalam menggunakan handphone/ smartphone yang dapat mengakses informasi dan mengenal apa saja. Guru berkewajiban meyampaikan penggunaan internet sehat bagi peserta didik sesuai usia dan kebutuhan mereka.

      Guru juga harus memahami kebutuhan siswa terhadap internet dunia digital dalam pembelajaran. Oleh karena itu, mengajarlah sesuai zaman perserta didik. apalagi dimusin pandemi sekarang ini mempasilitasi siwa untuk mengakses pembelajaran di dunia digital harus dimiliki seorang guru. Guru setidaknya dapat mengembangkan ilmunya bersama siswa melalui perkembangan digital. Kemudian, ketidak mampuan siswa dalam mengakses internet sebaiknya diakomodasi oleh guru, baik kekurang pahaman maupun karena faktor disabilitas untuk menggunakan digital. 

    Guru memiliki peran penting dalam perkembangan era digitalisasi dan harus memasyarakatkan sikap inklusif kepada setiap anggota masyarakat. Selanjtnya guru sebagai pendidik hendaknya mensosialisakian kepada peserta didik untuk selalu berinternet dengan hati-hati dibaca, diperiksa kebenaran dan jika hal bermanfaat baru oleh di share. Mendidik pelajar agar tidak melkukan bullying terhadap sesama di dunia digital. Kemudian, pemerintah bersama pihak swasta lainnya juga harus bekerja untuk memenuhi hak masyarakat terhadap layanan internet, untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya.

     Sikap inklusif sebaiknya dapat diterapkan dalam masyarakat agar tidak terjadi pengikisan moral ketimuran yang belakangan ini sudah nampak kesenjangannya dari sebelum periode era digital berkemabang. Mensosialisasikan hal positif di dunia digital harus melibatkan banyak pihak, bukan hanya pakar atau tokoh-tokoh pejuang pendidikan. Namun bersama mengayomi generasi muda untuk meramaikan postingan positif senagai usaha aktif mencegah terjadinya ketidak selarsaan antara perekembangan zaman dengan perubahan perilakau masyarakatnya.  




Ranai, 18 November 2021


Sosialina 

                                 

                    

 


Senin, 15 November 2021

MENYALURKAN HOBI DI PLATFORM DIGITAL

 HOBI YANG BERMANFAAT

    Ketika saya menunggu siapakah narasumber pelatihan hari ini pertemuan ke-7 di Guru Motivasi Literasi Digital (GMLD2), saya mendapat kabar duka dari grup sekolah. Ayahnda dari rekan guru meninggal dunia Innalillahi wainnailahi rojiuun semoga Allah SWT menempatkan almarhum bersama orang-orang soleh. Aamiin

     Mengingat materi hari ini adalah tentang hobi, saya jadi kepikiran apakah tulisan-tulisan deari juga merukan salah satu hobi menulis? atau tulisan deari itu hanya catatan hati yang diluahkan untuk melegakan hati ketika ada masalah atau hal-hal yang berkesan dalam kehidupan. Materi untuk pertemuan ke-7 ini Narasumbernya adalah Bu Rita Wati, S. Kom. beliau lahir di Tanjung Pinang tahun 1402 hujriyah atau sekitar 1981. Bu Rita sungguh guru yang luar biasa, sangat pandai memberdayakan kompetensi yang beliau miliki sehingga sudah menghasilkan tiga buku solo dan banyak buku antologi. Saat ini selain sebagai guru, beliau juga narasumber  dan bloger



Melakukan vote tentang hobi peserta melalui https://www.menti.com/n5k43b66dn dari hasil vote yang masuk, Hobi para peserta beragam ada yang hobi memnaba, musik, travelling dan banyak lagi.


Hobi akan lebih pantastis jika dituangkan dalam tulisan di blog, kemudian Bu rita menyampaikan bebera link sebagai contoh beliau menyalurkan hobi berupa tulisan maupun video di blog. Untuk menikmati karya beliau di platform digital sikan buka link berikut ini:

http://www.ritapinang.my.id/2021/02/tuyul-dan-mbah-iwok.html

https://catatangurumilenial.wordpress.com/2021/09/09/cara-mengatasi-exambrow-tidak-kemakan-virus/

https://terbitkanbukugratis.id/rita-wati/08/2021/pjj-live-streaming-dengan-menggunakan-streamyard/

Selanjutnya, kita juga menulis di dalam Web YPTD, Jika hoby musik, bernyanyi bisa di salurkan di salurkan ke dalam youtube. Link ini https://youtu.be/8BCltpp4cqU adalah contoh cara beliau menyalurkan hobi di youtube.

Ibu Rita memberikan beberapa link yang membuka pikiran saya agar belajar lebih mudah dengan beberapa link berikut:

Materi CMS: https://youtu.be/AbWLx70xN08

1. Fungsi Logika If dlm Ms.Excel (https://youtu.be/8BCltpp4cqU )

2. Membuat Sertifikat Masal dgn Mailmerge ( https://youtu.be/vvnA6s_QX4A )

3. Cara menyambungkan WA dari jarak jauh ( https://youtu.be/W4ZUP42Pcoc )

4. Fungsi Absolut dalam Ms. Excel (https://youtu.be/Q7cFp4iB-yQ )

5. Cara memasukan gambar, link hidup, dan youtube dalam blog (https://youtu.be/iGlVrcRUdn0 )

6. Cara memasukan gambar, link hidup, dan youtube dalam blog ( https://youtu.be/iGlVrcRUdn0 )

7. Cara merubah template blog pribadi menjadi tampilan profesional ( https://youtu.be/XaqpkqtRtic )

8. Cara membuat page border, Dropcap dan mengatur kertas di ms.word ( https://youtu.be/1aOmxKNugyI )

9. Cara Membuat running text di blog ( https://youtu.be/1IszU8Kh0fE )

10. Cara menggunakan wheel of names ( https://youtu.be/aEDCRbE3PJI )

11. Cara membuat daftar menu di blog (https://youtu.be/AZ0nF17Jt34 )

12. Mengetik Cepat Menggunakan Suara ( https://youtu.be/TY-RV1M0sxI )

Banyak diantara peserta memiliki hobi menulis quotes, tuliskan saja di medsos. Jika hobi kita salurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya akan di luar dugaan contoh saja para youtuber yang berpenghasilan fantastis. Contoh  quote yang diberikan Bu Rita.




Hobi itu dapat membuat orang merasa bahagia, energi positif yang muncul dari penyaluran hobi seperti ketika traveling orang akan merasa sehat dan bahagia, mendengar musik membuat terasa lebih bertenaga, membaca dan menulis membuat lebih percaya diri, dan aktivitas lain yang menyenangkan, merupakan hobi yang sangat manfaat. Berapa manfaat jika hobi disalurkan di platform digital yaitu :



1. Membangun personal branding yaitu membangun komunikasi kepada pengguna sosial media        agar mengenali siapa kita
2. Bermanfaat untuk orang banyak
2. Bermanfaat untuk orang banyak
     Buatlah postingan yang bermanfaat agar mudah untuk membuat postingan, buatlah yang                mudah dilakukan jika kita seorang guru bahasa Indonesia akan lebih mudah jika membuat             konten atau tulisan tentang Bahasa Indonesia. Konten yang positif dan menarikpun dapat             dibuat. 
3. Meninggalkan jejak digital maksudnya setiap apa yang kita tulis atau posting di dunia digital akan menjadi jejak kita bahwa kitalah yang membuat tulisan dan postingan tersebut. Jejak itu merupakan kenangan dan bisa sebagai amal kebaikan kita. 
4. Mulai dikenal dan diundang dalam berbagai seminar/workshop
Jika konten atau tulisan kita sudah banyak yang difaouritekan oleh netizen maka kita akan segera dikenal. Oleh karena itu, buatlah tulisan atau konten yang positif dan menarik.  
5. Mendapatkan income tambahan

manfaat lain adalah kita akan memperolaeh pasif income diluar expectasi ternyata perbuatan baik akan mengahsilkan hal yang baik. Jangan lupa berbagi jika sudah mendapatkan rezeki yang berlimpah.  

Sebalum mengakhiri dengan salam penutup dari ada kalimat motivasi ibu kita Kartini "Nothing is imposible in this world what we look upon today tomorrow maybe acomplished fact.






Ranai, November 2021


Sosialina, S.Pd.I 

Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...