Selasa, 25 Januari 2022

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 4

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  How To be the F1

Narasumber : Maesaroh, M. Pd.

Moderator     : Widya Setianingsih


Pada pertemuan ke-4 ini kami di bersamai oleh Moderator cantik yaitu Bu Widya Ningsih dengan Narasumber hebat adalah ibu Maesaroh, M. Pd berasal dari Provinsi Banten, tepatnya dari Kota Lebak. Beliau seorang bloger, motivator dan novelis. Seorang guru muda yang multitalenta. Bu Widya memberi gelar kepada narasumber yaitu The Queen of Diction. Ratu Diksi, sebutan itu dikarenakan kepiawaian Bu Mae dalam merangkai kata-kata indah sarat makna


Diawal penyampaian narasumber mengungkapakan kekagumanan penulis pada antusias peserta di anggaktan 23 & 24 kelas menulis bimbingan Om Jay karena dalam waktu semalam bisa terkumpul 30 resume. Membaca kalimat ini ada rasa cemburu di hati karena saya sering mengumpulkan resume paling lambat.

Kesibukan mengurus batita yang lagi aktif-aktifnya membuat saya tertinggal beberapa waktu pengumpulan dari peserta lainnya. Setiap ingin mengerjakan tugas resume pada senin, rabu dan jum’at nanda Sultan selalu ingin memegang keyboard juga. Ketika di kloni malah ngajak main hingga larut malam.

Perjuangan ingin mengasah kemampuan dalam menulis menjadi tantangan yang berat jika semangat ini kendor maka setiap resume tidak akan terselesaikan, harus banyak bersabar. Tidak bisa menjadi F1 tidak mengapa, cukuplah mensykuri masih bisa belajar menulis dikelas ini dan terus mencari kesempatan untuk membaca agar ilmu menulis terus berkembang. Hal yang saya lakukan dalam membuat resume sudah sama seperti yang disampaikan Bu Mae yaitu menggunakan dua alat gawai yaitu HP dan Laptop. Kemudian terik lainnya dalam menulis resume dengan benar adalah:  

    1.  Amati materi dari Narasumber dengan baik.

    2. Modifikasi materi yang diberikan Narasumber. menjadi bahasa sendiri dengan kaidah penulisan yang baku.
    3. Hindari copy paste seluruh materi Narasumber.
    4. Kembangkan materi yang disampaikan Narasumber dengan relevansi materi dari luar yang related.
    5. Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume atau tepatnya sebelum kalimat penutup
    6. Yang terpenting dalam meresume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri, agar tulisan kita memiliki seni yang khas.

Dalam menulis kita harus punya our mind set yang bagus terutama dalam menulis resume dalam kelas menulis sebaiknya jadilah the first in writing resume karena dengan mengumpulkan resume pertama maka kesempatan tulisan kita akan dibaca orang banyak dan akan mendapat komentar itu merupakan kepuasan tersendiri bagi bloger terutama bloger pemula seperti saya. Menulis resume juga harus menumbuhkan daya tarik kepada pembaca atau viewers terhadap tulisan kita. Oleh karena, itu tambahkan beberapa materi atau teori yang berkaitan dengan resume kita kemudian yang tidak kalah penting agar tulisan kita dirindukan pembaca buatlah ciri atau karakter dalam tulisan jadi tulisan kita punya ciri khas sehingga meskipun dicontek maka orang lain pun akan tahu itu tulisan kita.

Ada cara mudah dalam membuat resume cepat selesai yaitu:
    1. Perdsiapan jika kegiatan atau materi mulai jam 19.00 maka sebaiknya 15 menit sebelum kegiatan kita sudah menyiapkan laptop dan membuat narasi tentang materi
    2. Tulislah materi dengan pargrap-paragrap pendek.
    3. Tulislah kalimat yang disampaikan narasumber dengan bahasa sendiri. 
Hal yang penting dalam menulis adalah confident, benar saja karena jika kita sudah percaya diri maka apapun yang akan kita tulis tidak akan di hapus berkali-kali seperti narasumber sebelumnya menyampaikan tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai ditulis. Beranilah menuangkan ide atau gagasan dalam tulisan agar dapat diketahui oleh orang lain. Terima kasih kepada ibu moderator dan Narasummber hebat.  



Ranai, Januari 2022



Sosialina, S.Pd.I

Minggu, 23 Januari 2022

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 3

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

Narasumber : Rita Wati, S. Kom.

Moderator     : Rosminiati

        




Blog sebagai buku atau kertas elektronik yang baru 
kenal, semejak bergabung di kelas bimbingan Om Jay dan Bu Kanjeng banyak hal baru yang menginspirasi. Para narasumber dan pesertanya luar biasa bersemangat sehingga sayapun tertular semangat dari orang-orang hebat yang ada di kelas ini. di pertemuan ke tiga (3)  kami belajar dengan tema "Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik  Nasional" Narasumbernya adalah Bu Rita Wati, S. Kom merupakan Guru Informatika di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab.Jembrana Provinsi Bali. Beliau lahir di Tanjung Pinang tahun 1402 hujriyah atau sekitar 1981. Bu Rita sungguh guru yang luar biasa, sangat pandai memberdayakan kompetensi yang beliau miliki sehingga sudah menghasilkan tiga buku solo dan banyak buku antologi. Saat ini selain sebagai guru, beliau juga narasumber  dan bloger. 

Pada kesempatan yang berbahagia di pertemuan ke tiga Bu Rita sharing pengalaman, bagaimana beliau yang awalnya hanya seorang Guru Biasa menjadi Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Berawal dari mengikuti kelas belajar menulis seperti yang saya lakukan saat ini. Beliau menceritakan ketertarikan beliau dengan menulis sudah cukup lama sejak tahun 2001 saat masih menjadi mahasiswa. Teman Bu Rita saat itu adalah seorang penulis yang telah menerbitkan buku.

Dulu beliau tidak pernah mencari atau kurang tahu tentang pelatihan menulis. Pengalaman berhasil menulis 80 halaman cerpen juga beliau ceritakan. Ternyata percaya diri juga penentu dalam mewujudkan cita-cita. Dari sharing pengalam beliau sepertinya ada kemiripan dalam pengalaman saya memutuskan untuk ikut kelas menulis. Masa pandemi sepertinya membawa keberkahan jika kita menyikapinya dengan positif. Kesempatan untuk belajar di group menulis Om Jay pun saya dapatkan, mungkin yang berbeda adalah stuasi dan kondisi yang mendukung untuk menulis yang t berbeda. Saya akan terus berusaha mengikuti jejak para narasumber dan peserta lainnya. Ingat pesan Bu Kanjeng pada suatu zoommeeting jika ingin tetap bersemangat untuk menulis tetap berada pada komunitas menulis.

 Jika kita punya energi positif maka keadaan yang tidak menyenangkan pun bisa menjadi peluang. Untuk memperbaiki  keadaan tersebut orang yang berpikir positip mencari cara agar menemukan solusi terbaik, dari pada meratapi apa yang telah terjadi. Pembelajaran yang dapat saya ambil dari pemaparan materi oleh Bu Rita yaitu alasan mengapa beliau bisa menjadi guru beloger dan youtuber, tidak lain adalah mengawali perbaikan dalam pembelajaran karena saat pandemi beliau mencari solusi mudah dalam pembelajaran PJJ yaitu dengan menulis materi pembelajaran di blog dan mengirim video pembelajaran pada siswa dan akhirnya membawa berkah yang luar biasa. Jadi siapapun bisa memperbaiki diri atau meningkatkan profesionalitas dalam mengemban tugas. Berikut adalah link youtube Bu Rita  https://www.youtube.com/watch?v=sBVTP7nP_zA 

 

Saya membaca materi yang dikirim via blog tentang membangun perrsonal Branding dengan nge-blog. Ternyata dengan menulis di blog tentang hal-hal menarik dan bermanfaat untuk orang banyak akan membawa dampak positif pada diri penulis. Personal branding sesorang akan mudah dikenal di publik dimana saja, melalui media digital sekarang ini dunia seakan dalam genggaman.

       

Personal Branding adalah proses untuk menunjukkan citra diri berupa kemampuan, nilai yang positif dimiliki diri seseorang. Jika tidak diekspos melalui media maka tidak akan diketahui oleh orang lain atau publik. Oleh karena itu, kesempatan untuk membranding diri sangat terbuka di era digital ini maka manfaatkanlah dengan hal-hal positif untuk mendapat kebaikan didunia dan akhirat. Menulis tentang materi keagamaan juga menarik, semuanya terserah kepada siapa yang ingin membranding diri tergantung kemampuan apa yang dimilikinya agar orang lain tahu siapa dia, dan apa keahliannya.


Manfaat dari personal Branding adalah meningkatkan kepercayaan diri, kreadibilitas dan dapat memperluas jaringan silaturahmi dengan tujuan menebar nilai atau energi positif untuk orang lain. Kemudian jika kita sudah membranding diri pada aspek tertentu atau khusus maka kita akan mudah dikenal ahli dalam bidang apa. Selanjutnya kita akan dicari oleh orang-orang yang memerlukan  keahlian yang sama ini yang dimaksud focus audiense.


Cara meningkatkan personal branding adalah dengan menampilkan citra diri pada portofolio setiap media digital yang kita gunakan seperti blog, facebook, istagrams dan lain-lain. Orang akan membaca portofolio setiap akan menjadikan orang lain teman di dunia maya atau memutuskan untuk menjadi viewer atau penggemar mereka. Gampang namun perlu hati-hati dalam menampilkan identitas diri agar tidak menjadi korban dalam kejahatan dunia maya. 

Branding diri merupakan kunci kesuksesan di dunia maya atau dunia digital saat ini, maka branding diri dengan nilai-nilai positif agar audien tertular energi posif. Terima kasih narasumber atas materinya. 


Ranai,   Januari 2022

 

Sosialina, S.Pd. I


 







 











Rabu, 19 Januari 2022

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 2

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  Ide Menulis Bagi Guru

Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd.

Moderator     : Helwiyah, M. Pd



Menulis merupakan satu cara untuk mengungkapkan apa-apa yang ada dalam pikiran seseorang. Pikiran yang tidak pernah berhenti sepanjang roh masih ada pada jasad. Manusia adalah mahluk ciptaan Allah SWT dengan kelebihan akal dibandingkan dengan mahluk Allah lainnya. Oleh karena itu, gunakanlah anugerah mulia yaitu akal yang Allah titipkan untuk berpikir tentang penciptaan NYA. Dengan demikian akal menjadi aktif dan berpikir baik untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan dalam kehidupan. Akan lebih berkesan jika apa yang kita pikirkan dari hasil pengamatan atau analisis, baik itu masalah kehidupan, ujian kehidupan maupun objek yang kita pikirkan dibuat atau ditulis dalam rangkailan kata menjadi kalimat-kalimat indah bermakana. Sehingga tulisan yang biasa kita tulis menjadi suatu kegemaran dalam kehidupan kita. Untuk bisa dan biasa menulis kita perlu latihan, oleh karena itu saya mengikuti pelatihan menulis yang ditaja PGRI di angkatan ke-23&24. Hari ini kami belajar dengan materi Menjadikan Menulis Sebagai Passion materi disampaikan oleh bunda kanjeng Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd. dengan moderator  Helwiyah




Berikut adalah profil dari narasumber



Di era digital ini banyak orang mehir menulis karena pasilitas atau media untuk melakukannya sudah ada ditangan dan menjadi sesuatu yang menarik saat tulisan-tulisan yang dibuat mendapar respon yang baik dari pemabaca. Selanjutnya, menulis juga merupakan aktualisasi dari intelektualitas sesorang dalam pemahamannya dalam menganalisis dan merangkai kalimat. Menulis merupakan indikator kemampuan seseorang dalam berbahsa dan menyampaikan konsep pikiran yang dimilikinya.
Banyak orang mennghasilkan income yang tidak terduga dari menulis, ide-ide yang mereka tulis ternyata banyak dicari orang dalam bidang yang sedang ingin diketahui orang lain. Dalam usaha awal kita untuk memulai menulis kita perlu menyadari hambatan-hamabatan berikut ini:
    1. Merasa tidak berbakat menulis
    2. Tidak memiliki waktu
    3. Tidak memiliki ide
    4. Tidak mau dikeritik
    5. Tidak suka menulis
Jika hambatan ini ada dalam pikiran kita maka untuk memulai sebuah tulisan akan terasa berat apalagi ingin menjadikan menulis sebagai passion. Maka hal yang terbaik yang harus dilakukan adalah tulis saja apa yang ada dalam benak atau pikiranmu, dari hasil analisis pikiranmu baik berupa perasaan atau tanggam terhadap suatu masalah atau hanya sekeder menceritakan pengalaman pribadi. Jika hal ini sudah dilakukan makan setiap hari kita akan menulis walupun hanya tiga pargrap saja.

Beberapa orang mungkin perlu membuka pikiranya untuk mencari alasan mengapa harus menulis? sehingga akan ada jawaban sebab atau alasan dari pertanyaan tersebut. Satu hal yang saya pahami adalah sesederhana apapun tulisanmu yang pernah ditulis dalam sebuah buku catatan itu sudah menjadi jejak kehiduan kita. Tulisan mewakili kehadiran kita bahwa kita pernah ada didunia saat orang lain tidak pernah bertemu dengan kita. Tulisan adalah bukti keberadaaan seseorang sebagaimana kita membaca hadist nabi Muhammad SAW dan kitab Al-Qur'an sedemikian benarnya pembelajaran tentang kebaikan menulis dalam Islam.

 Memulai untuk menulis adalah hal yang gampang-gampang sulit terutama bagi pemula. Secara pribadi saya merasa menulis itu mengasikan setelah belajar di beberapa kelas menulis karena ada kewajiban untuk membuat tugas ya dengan setoran tulisa. Miskipun sebelumnya saya menulis dalam diari harian saya tentang kehidupan saya semenjak remaja dan rasa yang tumbuh dari hasil pelatihan menulis itu berbeda percaya diri muncul keinginan untuk membuat tulisan lebih bermanfaat untuk dibaca oleh orang lain. Dalam membuat sebuah tulisan kita perlu melakukan hal berikut ini:

       1. Read

       2. Discuss

       3. Look and Feel

       4.Socialize

       Saat menulis sangat memerlukan dukungan ide orang lain agar apa yang kita tulis menjadi lebih bermakna. Perlu berdiskusi agar apa yang kita tulis mendapat ide yang lebih bepariasi. Merasakan apa yang kita tulis dengan hati maka akan tersampaikan pada hati pembaca juga. Kemudian, sebagai penulis kita perlu mempersiapkan beberapa sumber bacaan tentang topik atau tema tulisan kita, untuk itu sebelum menulis lakukan cara berikut ini:

    1. Menggali dan menemukan ide
    2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca
    3. Menentukan topik
    4. Membuat outline
    5. Mengumpulkan bahan materi/ buku 

Mengawali sebuah tulisan ya, hal yang pertama adalah menemukan ide topik atau tema apa yang akan kita tulis. Jika kita ingin membahas tentang perkembangan anak remaja maka kita sudah tau tujuan dari tulisan kita nanti adalah untuk pembaca para orang tua dan juga anak-anak usia remaja. Topik yang akan dibahas tentunya seputar perkembangan anak usia remaja dari kebiasan anak remaja, perkembangan pisik dan phisikis remaja. Kemudian buat out lainya atau garis besar bagian-gabian yang akan kita tulis dalam tulisan tersebut. Hal yang paling penting yang harus dilakukan yaitu sebelum memulai menulis carilah dan kumpulkan sebanyak mungkin bacaan tentang materi atau topik yang akan kita tulis dan jadikan sebagai refrensi. Setelah menyelesaikan tulisan atau naskah sangat perlu dikakan kegiatan berikut ini yaitu:

    1. Editing
    2. Revising
    3. Publishing 

Demikian cara kita memperoleh semangat menjadikan menulis sebagai Passion. Terimakasih kepada bu Kanjeng atas ilmu yang berkah semoga sehat selalu.




Ranai, 19 Januari 2022



Sosialina, S. Pd.i 

Senin, 17 Januari 2022

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI 

Resume

Pertemuan   : 1

Kelas            : Gel. 23

Materi          :  Ide Menulis Bagi Guru

Narasumber : Wijaya Kusumah, M.Pd.

Moderator     : Maesaroh, M. Pd

Saat membaca WA grup Pelatihan Belajar Menulis PGRI gel 23 pas pukul. 19. 00 WIB. Saya membaca dengan sungguh-sungguh, diawali dengan salam pembuka ibu Maesaroh membuka pertemuan dan kemudian menyampaikan susunan kegiatan pelatihan di pertemuan pertama. Saya kemudian mengambil wudu karena waktu sholat isya di Natuna pas pukul 19.10 WIB agar tidak ketinggalan materi setelah sholat saya langsung membaca materi lagi. Sang narasumber pun sudah menyapa beliau adalah Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd yang lekat dengan sapaan Omjay seorang guru dari Labschool jakarta yang sangat humble, beliau sudah menjadi guru semenjak tahun 1990. Materi yang akan beliau sampaikan adalah tentang Ide Menulis Bagi Guru. 



Di awal materi beliau menceritakan tentang bagaimana beliau bisa dikenal orang banyak ya dengan menulis. Menulis bisa dilatih dengan menulis apa saja sebagi ide utama, namun banyak orang belum bisa menulis karena belum terbiasa. Menulislah dengan beberapa paragrap saja sebagai latihan awal jika kita ingin menulis banyak.

          Ide itu ada dimana-mana, menurut om jay apa yang ada disekitar kita adalah sumber ide untuk menulis. Menulis bagi guru Indonesia adalah hal yang mudah karena guru-guru Indonesia sudah menulis terutama yang lulus S1 mereka sudah menulis sekripsi. Kemudian Om Jay memberi tantangan untuk menulis tiga alinea tentang PGRI selama lima menit.  Saya berusaha namun terlambat keburu ditutup lagi kelasnya.☺ Ini tulisan yang saya coba namun lebih dari 5 menit.



Belajar menulis harus konsisten, saya ingat kata ajaib Om Jay menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Menulis apa saja yang ada disekitar kita namun untuk menulis perlu menganalisis dan memilih kata-kata yang tepat untuk mewakili ide yang ada dalam pikiran kita. Berikut ini beberapa cara mendapatkan ide untuk menulis yang saya baca dari Natalie Golberg, Alirkan Jati Dirimu  :

  1. MENULIS DARI PIKIRAN SENDIRI

Menulis apa yang kita rasakan baik sedih maupun senang, ceritakan dalam buku atau pun blog dan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Bagi kita tulisan kita adalah tulisan yang bisa saja namun berbeda dengan pembaca yang ketika membaca tulisan kita dan tersentuh.

     2. KEKUATAN CINTA 

Menulis juga perlu rasa, ketika sesorang sudah mencintai dengan kebiasaan menulis maka menulis setiap hari seperti yang di sampaikan oleh Om Jay merupakan kekuatan cinta pada tulisan. Seseorang akan rindu atau merasa ada yang kurang dalam kehidupannya jika satu hari dia tidak menulis. 

    3. MENULIS SECARA TERATUR

Jika kita menulis secara teratur, kita melatih pikiran kita untuk mengalahkan atau mengabaikan perlawanan itu. kita lakukan saja. Di tengah latihan menulis itu, kita akan menyukainya. Ketika selesai latihan menulis, kita justru tidak ingin berhenti. Kalaupun berhenti, kita tidak sabar menanti kesempatan untuk berlatih menulis yang berikutnya 

    4. BELAJAR MENULIS

Setelah mencintai tulisan maka sebaiknya belajarlah menulis dengan benar, agar penulisan kita sesuai dengan kaedah KBBI dan PEUBI. Jika tulisan kita sudah standar penulisan yang layak terbit maka kita bisa mendapat keuntungan untuk menjadi penulis yang sebenarnya. 

     Demikian untuk resume pertemuan pertama, semoga semangat menulis ini menjadi sebuah kecintaan hingga bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dalam tulisan.



Ranai, 18. Januari 2022


Sosialina, S.Pd.I 

 

          


Jumat, 07 Januari 2022

BEBELAJAR MENULIS DENGAN MENGIKUTI KELAS WRITING IS MY PASSION

    MENGAPA BELAJAR MENULIS? 


    Bersyukur kepada Alloh yang memberikan kesehatan dan kemampuan untuk berpikir mengembangkan apa-apa yang telah dianugrahan kepada setiap manusia. Sebagai manusia biasa yang hanya bisa bersyukur atas anugrah kehidupan yang sempurna ini. Saya merasa ada kewajiban untuk menuntut ilmu dan membagikannya ke kapada sesama, terutama kepada anak dan para peserta didik yang dimana saya telah diberi  amanah untuk mendidik mereka. Untuk itu saya harus selalu belajar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan saya diberbagai bidang terutama yang sesuai dengan profesi saya. Menyadari ilmu semakin berkembang di era kemajuan teknologi ini atau biasa dikenal dengan era 4.0 maka saya tidak ingin membiarkan saya jauh terpuruk pada dinding kemalasan untuk mengupgrade ilmu pengetahuan setelah belasan tahun menyelesaikan S1 rasanya diri ini bagaikan tanaman kering yang kurang disirami air dan pupuk pengetahuan. 

    Untuk itu saya mencari jalan untuk menemukan cara agar semangat belajar tetap tumbuh dalam pikiran dan tindakan, agar dapat memberi contoh kepada anak dan peserta didik. Kemudian Alloh pertemukan saya dengan banyak Bapak dan Ibu hebat yang sudah menulis buku, membuat saya menyadari betapa jauhnya saya tertinggal tentang pengetahuan, ada seorang Ibu yang menginspirasi yaitu Bu Murniati dalam sebuah kelas menulis Kartu Catatan (KC) Kontenporer yang dibimbing oleh Bapak Peng Kheng Sun. Kelas menulis yang dibimbing Pak Peng menekankan pada latihan menulis dengan benar-benar memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaedah penulisan yang sesuai dengan PEUBE dan KBBI. Murni biasa saya panggil kakak, beliau selalu menanyakan kabar saya dan keluarga dan memberikan saran dan masukan mengenai cara menulis. Bu Murni memiliki semangat menulis yang luar biasa, dan beliau juga memperkenalkan saya kepada Bu Sri Sugiastuti atau biasa dikenal dengan Bu Kanjeng. Selama mengenal ibu-ibu yang luar biasa, saya merasa belajar menulis dan membuat tulisan itu menjadi suatu keharusan bagi seorang guru karena sesuai dengan Permendiknas no  35 tahun 2010. Guru jika ingin mengajukan kenaikan pangkat maka guru harus memnuhi syarat publikasi ilmiah. Publikasi karya ilmiah diwajibkan dari guru golongan 3b ke 3c dan seterusnya. Merangingat menulis itu menjadi keharusan bagi seorang guru maka saya bersyukur sekali dapat ikut serta dalam sebuah pelatihan menulis online yaitu Writing Is My Passion. Kelas ini dilaksakan secara online dibimbing oleh Bu Kanjeng dengan narasumber berikut ini.


Dalam pelatihan menulis online di kelas WIMP saya belajar melalui via WA dan mendapt doorprize dari Bu Dra. E. Hasanah, M. Pd satu buku berjudul Buku Panduan Guru Penulis Pemula. Saya merasa mendapat sebuah augrah yang luar bisa bias bergabung di kelas WIMP karena tidak tebayang oleh saya suatu saat bisa menulis buku. Hasil dari kegiatan pelatihan ini saya baru dapat menulis dua buku antologi berjudul Bangga Menjadi Guru dan Buku kumpulan puisi Suara Dalam Kata, dan satu buku solo berjudul Mudah Praktik Procedur Text Dengan Demontarsi. Buku-buku itu merupakan awal langkah menulis yang akan saya lakukan setiap hari seperti yang di ajarkan oleh Om Jay dengan kalimat ajaibnya Menulislah Setiap Hari Kamu Akan Merasakan Perubahannya.

Apa yang disampaikan Om Jay benar saat ini rasanya jika tidak ada tulisan yang dihasilkan dalam satu ahri maka akan merasa ada yang kurang. Meskipun hanya menulis satu atau dua paragrap saja dalam satu hari sudah ada kenikmatan. Tentukan tulisan apa yang akan kita tulis dan menjadi ciri khas kita apakah segi sosial atau cerita fiksi atau tukisan jenis lainnya. 

 Terima kasih Bu Kanjeng, dan tim naraasumber moderator hebat dalam pelatihan WIMP. Semoga Allah membalas kebaikan semua dengan kebaikan hidup yang berkah terus semangat menbar kebaikan.

APAKAH KAMU BAHAGIA?

         

Hampir setiap pagi, bangun dari tidur ucapkan dengan doa yang artinya : " “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia 'mematikan' kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan.”

Dengan menjiwai dan memahami makna doa bangun tidur tersebut, maka kita sebagai hamba Allah SWT akan selalu bersyukur atas apa yang Allah anugrahkan kepada kita. Kebaikan yang kita rasakan dan alami merupakan anugrah dan ketetapan dari Allah.  Oleh karena itu, perbanyaklah bersyukur. Sebagaimana Alloh menyampaikan pentingnya bersyukur dalam firmanya Al-qur'an surat Ibrahim ayat 7.

 

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

 Syukur adalah kunci dari kebahagian, bagi umat Islam panduan hidup sudah tertulis dalam kitab Al-Qur'an dan Hadist Nabi. Umat Islam banyak yang belum memahaminya dan hal ini wajar karena hidup adalah belajar, belajar untuk menjalani kehidupan sebagai khalifah di bumi. Dalam kehidupan kita mengalami banyak ujian hidup, setiap ujian atau cobaan dalam kehidupan baik yang disenangi maupun ujian kesusahan atau yang tidak disenangi adalah jalan kita untuk mencari pelajaran atau hikmah dalam ujian tersebut. 

Oleh karena itu, setiap menghadapi ujian hendaknya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai manusia kita diberi akal dan nafsu oleh Allah, akal fungsinya untuk mengontrol nafsu. Bagi umat Islam yang beriman akal mereka akan mengontrol dengan benar tata cara menjalani kehidupan baik dalam beribadah maupun bermuamalah. 

Dalam hidup pasti ada masalah yang dihadapi itulah yang disebut dengan ujian atau cobaan hidup. Semenjak dalam kandungan takdir kehidupan kita sudah ditulis oleh Allah. Apakah takdir rezeki, jodoh, dan kematian semuanya tertulis dalam At-Taqdiirul ‘Umri. Takdir umri merupakan ketetapan Allah bagi janin yang berusia 4 bulan. Dalam ketetapan tersebut, telah dituliskan mengenai kebahagiaan dan kesengsaraan, ajal, amal, hingga rezekinya.

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia(nya).” (HR Bukhari dan Muslim dan Ibnu Majah).

Memahami hal tersebut, sebagai umat Islam hendaknya kita selalu bersyukur atas ketetapan Allah. Baik ketetapan yang kita senangi, maupun ketetapan yang tidak kita senangi misalnya kita menginginkan jodoh kita adalah perempuan yang sholeha dan baik hati, ternyata setelah menikah kita memperisterikan seorang perempuan yang biasa-bisa saja dalam keimanan dan ibadahnya. Jodoh yang kita dapatkan adalah kehendak Allah, bisa jadi Allah mau mengajarkan kita agar menjadi seorang imam yang berilmu agar dapat membimbing seorang isteri menjadi perempuan sholeha. Ini pelajaran yang dapat kita ambil dari ujian yang tidak kita senangi. Bagi orang yang beriman segala ketetapan dalam hidup mereka adalah terbaik bagi Allah. kita harus yakin Allah maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNYA.

Perbanyaklah bersyukur karena dengan bersyukur atas takdir Allah maka akan memperoleh hidayah Allah berupa kelapangan hati. Hati merupakan tempat memperolah ketenangan dan bahagia. Semakin kita bersyukur maka distuasi apapun yang kita alami atau kita diuji maka akan tetapan tenang dan bahagia. Rasa hidayah kelapangan hati hanya diperoleh bagi orang-orang yang beriman, orang yang selalu menyandarkan masalah kehidupan hanya kepada Allah. Sehingga apapun ujian kehidupan yang dihadapi akan ada solusi mudah dari Allah SWT. 

Sabtu, 01 Januari 2022

BACALAH DAN ABADIKAN DALAM TULISAN


Ketika Nabi Muhammad SAW diangkat  menjadi Rasul, wahyu Allah disampaikan oleh malaikat Jibril dengan menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca. Saat itu beliau tidak bisa membaca dengan paksaan malaikat Jibril beliaupun mengikuti bacaan yang malaikat Jibril ucapkan yaitu surat Al-alaq ayat 1-5.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢

Artinya: Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. 

Dengan disampaikan wahyu tersebut, mengajarkan kita bahwa betapa pentingnya untuk membaca. Membaca tidak hanya membaca buku namun juga membaca keadaan sosial di lingkungan sekitar kita. Membaca dalam arti memahami apa-apa yang dapat dipelajari dari sesuatu yang nampak baik dari bacaan, tontonan maupun apa yang kita dengar. Pemahaman membaca yang mendalam membuat kita mampu mengimplementasikan makna dari firman Allah SWT surat Al-alaq ayat 1-5. 

Sebagai umat Islam, kita diminta untuk membaca dengan menyebut nama Allah artinya dengan selalu menyebut nama Allah SWT dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari menyadarkan kita bahwa kita hidup karena Allah. Mengawali kegiatan atau menjalani pekerjaan dalam keseharian diniatkan ibadah karena Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56).

Ayat tersebut menjelaskan esensi awal dari tujuan penciptaan kita sebagai manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada sang khalik pencipta segala mahluk yang ada di dunia. Bagaimanakah ibadah itu? apakah terus menerus dengan melaksanakan sholat, mengaji atau puasa sepajang hari tanpa menghiraukan kebutuhan dan tatanan sosial dalam kehidupan. Tentunya tidak demikian, ibadah sendiri tidak terlepas dari niat yang melekat pada setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia terutama umat Islam. 

Umat Islam semua disunahkan memulai segala pekerjaan denga do'a meskipun dengan bacaan Bismillah artinya dengan menyebut nama Allah. Amalan ringan ini menunjjukan benar adanya Islam itu mengisyaratkan kehidupan manusia sebagai hamba Allah adalah untuk beribadah, karena segala yang dilakukan tidak terlepas dari ucapan mengingat Allah SWT. Sebagai contoh sederhana, dari bangun tidur umat Islam disunahkan membaca do'a

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

 Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

       Kemudian, umat Islam disunahkan untuk berdo'a ketika akan tidur, dengan do'a sebagai         berikut.

 لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Arinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.

 Makna doa yang luar biasa, umat Islam yang benar kuat keimanannya akan memegang teguh kebenaranya. Allah lah yang menidurkan dan yang membangkitkan hamba NYA tidak ada kuasa bagi hamba untuk melelapkan mata dan kesadaran jiwa saat tertidur dan tidak ada kekuasaan hamba untuk terbangun dari mimpi kematian sementara selain kekuasaan Allah SWT.

Dengan penuh kepercayaan umat Islam akan menjalankan apa-apa yang telah disunahkan kepada mereka. Termasuk untuk membaca alam sekitar sebagai perwujudan kekuasaan Allah SWT. Membaca apa-apa yang nampak, dirasakan dan yang memang dibaca sebagai sumber ilmu pengetahuan. Cara seorang penulis untuk mengasilkan sebuah tulisan selalu berawal dari bacaan yang mereka baca, pikiran tentang apa yang dialami dalam kehidupan, atau perwujudan dari rasa yang mereka tuliskan dalam sebuah cerita.

Oleh karena itu, membaca sangat penting bagi kita adalah untuk menghasilkan rangkaian kata yang menjadi kalimat, dalam perkataan maupun dalam tulisan atas apa yang telah kita terima dari hasil bacaan tersebut. Sebagaimana Rasulullah SAW diperintahkan untuk membaca agar dapat memasukkan ilmu mendasar tentang ketuhanan atau aqidah yaitu hanya Alloh lah yang maha pencipta, yang menciptakan manusia dari segumpal darah dan mengajarkan manusia dengan pena dan mengajarkan manusia atas apa yang tidak diketahuinya. Demikian sempurnya arti dari surat Al-alaq ayat1-5. Al-qur'an merupakan wahyu Allah yang dituliskan dan dibukukan pada masa khalifah Utsaman bin Affan. Khalifah Utsman bin Affan meminta kepada Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam untuk menulis kembali Al-Qur'an dan kemudian dibuat dalam satu mushaf. 

Demikian sempurna ajaran Islam memberi contoh kepada umatnya agar untuk mau menulis agar Ilmu yang didapatkan dalm sebuah bacaan maupun pembelajaran kepada guru mereka hedaknya diabadikan dalam sebuah tulisan agar ilmu tersebut tidak hilang bersama diri mereka yang dipanggil oleh Alloh SWT. Banyak para ulama dan tokoh Islam yang karya tulisan mereka menjadi dasar untuk pelajaran agama Islam. Kitab-kitab ilmu agama tentang hadist Nabi membahas segala bidang dalam kehidupan umat Islam sebagai pedoman untuk umat Islam dalam beribadah dan bermuamalah. Allah SWT pernah bersumpah demi pena, sebagaimana di sampaikan dalam surat  Al- Qalam ayat 1.

 نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ

1. Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

Pena dijadikan sumpah oleh Allah, karena ia memiliki nilai penting bagi kehidupan manusia. Pena (qalam) dan kemampuan menulis merupakan karunia dari Allah, sebagai sarana mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu akan tetap ada jika para Ilmuan atau orang yang memiliki ilmu tidak pernah menuliskannya.  

 Dari surat Al-Qalam ayat 1 dapat kita pahami bahwa menulis memang sudah menjadi keharusan dalam Islam. Menulis merupakan implementasi dari kepemilikan suatu pemahaman dari pelajaran yang didengar, dilihat maupun dibaca. Bacalah dan kemudian abadikan dalam tulisan.

 


 


Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...