Rabu, 17 November 2021

INKLUSIVITAS DI DUNIA DIGITAL

 Sikap Inklusivitas pada Masyarakat


        Dipertemuan ke-8 pelatihan GMLD 2 saya belajar tentang Inklusivitas di dunia digital materi disampaikan oleh Bapak Muliadi, S.Pd, M.Pd. Beliau adalah seorang guru Matematika di SMK Negeri 1 Tolitoli Sulawesi Tengah. Lahir di Kalangkangan, pada tanggal 21 Januari 1971. Moderator pada kesempatan ini adalah Bapak Dail Ma'ruf mereka adalah alumni kelas menulis bimbingan Om Jay, Pak Muliadi sebagai ketua kelas pada BM angkatan 19 sedangkan Pak Ma'ruf ketua kelas BM angkatan 20.

       Untuk mudah memahami materi hari ini, saya mencari di internet definisi Inklusivitas, menurut google Inklusivitas adalah usaha aktif, disengaja dan terus menerus untuk mengakomodasi keberagaman, termasuk untuk disabilitas.  

       Tujuan materi inklusivitas di dunia digital dapat menginspirasi kita semua untuk lebih bijak bersikap dan bertindak ditengah keberagamaan dan perbedaan yang cendrung semakin tajam ketika bergeser ke dunia digital. Sikap inlusivitas sering dikaitkan dengan sikap masyarakat, dalam kontek ini adalah masyarakat dunia digital. Jadi sikap inklusivitas dalam masyarakat adalah sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan status sosial. 




Mengapa harus bersikap inklusif di era digital?





    Masyarakat digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru melalui konsep metode baru dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan menukar barang serta informasi.

Beberapa alasan mengapa masyarakat digital harus inklusif, yaitu:
1. Internet bukan lagi barang baru di Indonesia. Oleh sebab itu internet seharusnya bisa             dinikmati oleh siapapun dengan mudah.
2. Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari         aspek fisik maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial
3. Keunikan yang hadir sebagai sebuah keniscayaan, perlu mendapat perlakuan yang               proporsional sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan    kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.
4. Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai             keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.
    dari bebrapa alasan diatas artinya kita tidak bisa terlepas dari dunia digital.

Sebagai guru apa yang harus kita lakukan.

 


      Sebagai guru harus memiliki sikap inklusivitas agar dapat menyampaikan dan memberi contoh kepada peserta didik. Dalam menggunakan handphone/ smartphone yang dapat mengakses informasi dan mengenal apa saja. Guru berkewajiban meyampaikan penggunaan internet sehat bagi peserta didik sesuai usia dan kebutuhan mereka.

      Guru juga harus memahami kebutuhan siswa terhadap internet dunia digital dalam pembelajaran. Oleh karena itu, mengajarlah sesuai zaman perserta didik. apalagi dimusin pandemi sekarang ini mempasilitasi siwa untuk mengakses pembelajaran di dunia digital harus dimiliki seorang guru. Guru setidaknya dapat mengembangkan ilmunya bersama siswa melalui perkembangan digital. Kemudian, ketidak mampuan siswa dalam mengakses internet sebaiknya diakomodasi oleh guru, baik kekurang pahaman maupun karena faktor disabilitas untuk menggunakan digital. 

    Guru memiliki peran penting dalam perkembangan era digitalisasi dan harus memasyarakatkan sikap inklusif kepada setiap anggota masyarakat. Selanjtnya guru sebagai pendidik hendaknya mensosialisakian kepada peserta didik untuk selalu berinternet dengan hati-hati dibaca, diperiksa kebenaran dan jika hal bermanfaat baru oleh di share. Mendidik pelajar agar tidak melkukan bullying terhadap sesama di dunia digital. Kemudian, pemerintah bersama pihak swasta lainnya juga harus bekerja untuk memenuhi hak masyarakat terhadap layanan internet, untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya.

     Sikap inklusif sebaiknya dapat diterapkan dalam masyarakat agar tidak terjadi pengikisan moral ketimuran yang belakangan ini sudah nampak kesenjangannya dari sebelum periode era digital berkemabang. Mensosialisasikan hal positif di dunia digital harus melibatkan banyak pihak, bukan hanya pakar atau tokoh-tokoh pejuang pendidikan. Namun bersama mengayomi generasi muda untuk meramaikan postingan positif senagai usaha aktif mencegah terjadinya ketidak selarsaan antara perekembangan zaman dengan perubahan perilakau masyarakatnya.  




Ranai, 18 November 2021


Sosialina 

                                 

                    

 


Senin, 15 November 2021

MENYALURKAN HOBI DI PLATFORM DIGITAL

 HOBI YANG BERMANFAAT

    Ketika saya menunggu siapakah narasumber pelatihan hari ini pertemuan ke-7 di Guru Motivasi Literasi Digital (GMLD2), saya mendapat kabar duka dari grup sekolah. Ayahnda dari rekan guru meninggal dunia Innalillahi wainnailahi rojiuun semoga Allah SWT menempatkan almarhum bersama orang-orang soleh. Aamiin

     Mengingat materi hari ini adalah tentang hobi, saya jadi kepikiran apakah tulisan-tulisan deari juga merukan salah satu hobi menulis? atau tulisan deari itu hanya catatan hati yang diluahkan untuk melegakan hati ketika ada masalah atau hal-hal yang berkesan dalam kehidupan. Materi untuk pertemuan ke-7 ini Narasumbernya adalah Bu Rita Wati, S. Kom. beliau lahir di Tanjung Pinang tahun 1402 hujriyah atau sekitar 1981. Bu Rita sungguh guru yang luar biasa, sangat pandai memberdayakan kompetensi yang beliau miliki sehingga sudah menghasilkan tiga buku solo dan banyak buku antologi. Saat ini selain sebagai guru, beliau juga narasumber  dan bloger



Melakukan vote tentang hobi peserta melalui https://www.menti.com/n5k43b66dn dari hasil vote yang masuk, Hobi para peserta beragam ada yang hobi memnaba, musik, travelling dan banyak lagi.


Hobi akan lebih pantastis jika dituangkan dalam tulisan di blog, kemudian Bu rita menyampaikan bebera link sebagai contoh beliau menyalurkan hobi berupa tulisan maupun video di blog. Untuk menikmati karya beliau di platform digital sikan buka link berikut ini:

http://www.ritapinang.my.id/2021/02/tuyul-dan-mbah-iwok.html

https://catatangurumilenial.wordpress.com/2021/09/09/cara-mengatasi-exambrow-tidak-kemakan-virus/

https://terbitkanbukugratis.id/rita-wati/08/2021/pjj-live-streaming-dengan-menggunakan-streamyard/

Selanjutnya, kita juga menulis di dalam Web YPTD, Jika hoby musik, bernyanyi bisa di salurkan di salurkan ke dalam youtube. Link ini https://youtu.be/8BCltpp4cqU adalah contoh cara beliau menyalurkan hobi di youtube.

Ibu Rita memberikan beberapa link yang membuka pikiran saya agar belajar lebih mudah dengan beberapa link berikut:

Materi CMS: https://youtu.be/AbWLx70xN08

1. Fungsi Logika If dlm Ms.Excel (https://youtu.be/8BCltpp4cqU )

2. Membuat Sertifikat Masal dgn Mailmerge ( https://youtu.be/vvnA6s_QX4A )

3. Cara menyambungkan WA dari jarak jauh ( https://youtu.be/W4ZUP42Pcoc )

4. Fungsi Absolut dalam Ms. Excel (https://youtu.be/Q7cFp4iB-yQ )

5. Cara memasukan gambar, link hidup, dan youtube dalam blog (https://youtu.be/iGlVrcRUdn0 )

6. Cara memasukan gambar, link hidup, dan youtube dalam blog ( https://youtu.be/iGlVrcRUdn0 )

7. Cara merubah template blog pribadi menjadi tampilan profesional ( https://youtu.be/XaqpkqtRtic )

8. Cara membuat page border, Dropcap dan mengatur kertas di ms.word ( https://youtu.be/1aOmxKNugyI )

9. Cara Membuat running text di blog ( https://youtu.be/1IszU8Kh0fE )

10. Cara menggunakan wheel of names ( https://youtu.be/aEDCRbE3PJI )

11. Cara membuat daftar menu di blog (https://youtu.be/AZ0nF17Jt34 )

12. Mengetik Cepat Menggunakan Suara ( https://youtu.be/TY-RV1M0sxI )

Banyak diantara peserta memiliki hobi menulis quotes, tuliskan saja di medsos. Jika hobi kita salurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya akan di luar dugaan contoh saja para youtuber yang berpenghasilan fantastis. Contoh  quote yang diberikan Bu Rita.




Hobi itu dapat membuat orang merasa bahagia, energi positif yang muncul dari penyaluran hobi seperti ketika traveling orang akan merasa sehat dan bahagia, mendengar musik membuat terasa lebih bertenaga, membaca dan menulis membuat lebih percaya diri, dan aktivitas lain yang menyenangkan, merupakan hobi yang sangat manfaat. Berapa manfaat jika hobi disalurkan di platform digital yaitu :



1. Membangun personal branding yaitu membangun komunikasi kepada pengguna sosial media        agar mengenali siapa kita
2. Bermanfaat untuk orang banyak
2. Bermanfaat untuk orang banyak
     Buatlah postingan yang bermanfaat agar mudah untuk membuat postingan, buatlah yang                mudah dilakukan jika kita seorang guru bahasa Indonesia akan lebih mudah jika membuat             konten atau tulisan tentang Bahasa Indonesia. Konten yang positif dan menarikpun dapat             dibuat. 
3. Meninggalkan jejak digital maksudnya setiap apa yang kita tulis atau posting di dunia digital akan menjadi jejak kita bahwa kitalah yang membuat tulisan dan postingan tersebut. Jejak itu merupakan kenangan dan bisa sebagai amal kebaikan kita. 
4. Mulai dikenal dan diundang dalam berbagai seminar/workshop
Jika konten atau tulisan kita sudah banyak yang difaouritekan oleh netizen maka kita akan segera dikenal. Oleh karena itu, buatlah tulisan atau konten yang positif dan menarik.  
5. Mendapatkan income tambahan

manfaat lain adalah kita akan memperolaeh pasif income diluar expectasi ternyata perbuatan baik akan mengahsilkan hal yang baik. Jangan lupa berbagi jika sudah mendapatkan rezeki yang berlimpah.  

Sebalum mengakhiri dengan salam penutup dari ada kalimat motivasi ibu kita Kartini "Nothing is imposible in this world what we look upon today tomorrow maybe acomplished fact.






Ranai, November 2021


Sosialina, S.Pd.I 

Jumat, 12 November 2021

MENJADI PEJUANG POSITIVITY DITENGAH BADAI HOAKS

 Perbuatan yang Benar Sesungguhnya Kembali Kepada Dirimu Sendiri

    Tulisan ini untuk mengatualisasikan pemahaman saya tentang materi hari ini, yaitu Bagaimana cara berjuang menebarkankan hal positive ditengah maraknya informasi hoaks. Materinya disampaikan oleh Ms Phia, M.Ed dengan moderator  moderator Bapak Dani Darmawan. Entah mengapa sudah dua kali dipertemuan ke tiga jika menggunakan zoom maka saya hanya bisa mendengar suara yang putus-putus bahkan kadang terlempar dari pertemuan, but just ok! I'll try to write as well as my understanding about materi hari ini. Karena saya hanya dapat suara yang putus-putus dan hilang, saya hanya membuat resume yang ada pada slide yang dikirim di grup. Baik, saya mulai dengan sebuah ayat Al-Qur'an yang saya dapatkan dari tulisan yang inspriratif dari WAG pagi tadi yaitu:

 ALLAH berfirman di dalam Alquran Surah Al-Isra'  ayat 7.


إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا


  In aḥsantum aḥsantum li`anfusikum, wa in asa`tum fa lahā.

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri" 

        Saya merasa kagum dan bangga membaca Curriculum Vitae Ms Phia, membuat diri terpanggil untuk mengayuh lebih cepat lagi dalam belajar. Wanita yang lahir pada September 1980 ini, very fluently in speaking English. Ms Phia menyampaikan materi dengan sangat bersemangat dan ceria, saya hanya bisa melihat wajahnya dari layar laptop tanpa oncam. Materi hari ini, semoga berbuah pahala dan berbalas kebaikan. Dari slide yang saya dapat topik utama yang akan dibahas adalah:

1. Hoax dan Fake news

2. Akibat dari possitive mind

3. Tips untuk tetap positive

4. Refleksi Diri 

 


 

Seperti yang dijelaskan dalam slide pertemuan ke enam, ada sedikit perbedaan antara Hoax  dengan Fake news.

Hoaks menurut Wikipedia adalah tipuan kadang-kadang digunakan untul ,merujuk pada legenda                                                       dan desas-desus Urban. 

1. Fake News menurut Warta Ekonomi. co.id sebagai berikut:

    1. Berita palsu
    2. Sebagi click bait
    3. Bisa disenngaja atau tidak
    4. meyakinkan pembaca dengan sudut pandang tertentu

 Untuk menyingkapi Hoax dan Fake news, penerima atau pembaca jangan langsung share ke grup atau kontak lainnya. Pertama bacalah dulu dengan cermat kemudian tersenyumlah dan berpikir positive

          2. Akibat positive thinking sehingga medapatkan: 

  • Kesehatan jiwa dan Raga terhindar dari penyakit jantung ( finding from Johns hopkins expert Liisa R. yanek. M. P. H)
  • Bahagia, dengan positive thinking akan menghasilkan energi positip
  •  Terarah, tidak mudah terpenngaruh

3. Tips untuk tetap positif

  • Hadapi dengan senyuman bisa membuat hati lega dan terhindar dari tekanan darah tinggi.
  • berlatih Reframing yaitu menjadi pribadi yang tidak mudah terpancing.
  • membangun ketahan maksudnya menjaga hubungan baik dengan siapa saja dan terimalah perubahan sebagai sebagian dari kehidupan. 

4. Self digital Reflextion

    Check  diri sendiri apa saja yang penah kita lakukan selama mengikuti perkembangan dunia digital,

  •  Apa yang pernah kita posting/ situs apa saja yng kita buka. 
  • Seberapa positifkah kita 
  • Berapa banyak energi positif yang sudah kita bagikan secara online melalui postingan positif  

          Sangat penting bagi kita untuk memposting hal-hal positif di media masa agar energi positif dapat menyebar keseluruh pembaca. Apa yang kita tulis tentang kebaikan akan bernialai ibadah sesuai dengan niat baiknya. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan maka akan kembali pada pelakunya. bagitu juga sebaliknya, sekecil apa keburukan yang dilakukan juga akan kembali kepada pelakunya. Semangat menebar energi positif.☺




Ranai,  November 2021


Sosialina 

Rabu, 10 November 2021

STRATEGI MENANGKAL HOAKS

Hati-Hati Postingan Hoax

Hantar galah pada kayu,

Harap dapat pongkah rambutan,

Hoax adalah berita palsu,

Hoax dapat hancurkan persatuan,


        Semenjak berkembangnya dunia digital mulai lah kita mengenal kata HOAX, kata yang sederhana namun membuat banyak orang kecewa dan terluka. 

sumber; Kemkominfo, sorotan media, melawan"hoax"
    

        Membaca dan berpikir bagaimana membuat materi hari ini tentang STRATEGI MENANGKAL HOAKS  yang disampaikan oleh Bu Heni Mulyati, M. Pd cantik lahir di Cilacap, 11 Januari 1982, menamatkan pendidikan S1 dan S2 dari UNJ pada bidang bimbingan dan konseling dengan IPK 3,83  dan 3,71 dengan moderator Bapak Muliadi yang tinggal jauh di kota Tolitoli  Wilayah Tengah Indonesia. 

 

,                                              



        Sekarang adalah zaman dimana manusia tidak bisa maju tanpa menghandalkan kehadiran tehnologi digital. Banyak manfaat yang diberikan oleh kemajuan digital dalam berbagai sektor kehidupan. Kehidupan bermasyarakat pun menjadi semakin terbuka, informasi dengan mudahnya dapat akses oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Banyak informasi positif yang dapat kita akses untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Namun banyak pula informasi hoaks atau tidak benar yang hampir sulit bagi kita untuk membedakannya. Oleh karena itu, mari belajar mengkal Hoaks


        Ada tiga hal yang dibahas pada materi ini. 
         1. Perkembangan era digital dan banjir informasi.

  Untuk pembahasan perkembangan era digital, saya jadi teringat ketika masih jalan-jalan       ke warnet untuk menyelesaikan tugas kuliah. Internet belum bisa diakses menggunakan                Android atau smart phone. Media informasi yang ada hanya  TV, radio, dan koran cetak.

Sekarang media informasi sudah sangat berkembang dengan pesat selaras dengan perekabangan teknologi digital, siapa saja dapat menyampaikan informasi dalam dunia digital. Smart phone merupakan alat yang paling dominan dalam mengakses informasi, membuat dan menebar informasi.   


           Sebagai pengguna teknologi digital sebaiknya harus lebih jeli dan teliti dalam memahami     informasi yang diterima baik di media sosial, maupun grup komunikasi komunal. Karena banyak sekali informasi yang berseleweran bagaikan debu yang tiup angin bisa tersentuh dan hinggap pada smart phon siapapun. Apakah informasi benar maupun informasi dusta atau tidak benar. Untuk menyikapi perkembangan informasi yang masif, kita harus hati-hati dan selektif dalam menerima informasi jangan asal percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mafindo sendiri melakukan pemeriksaan fakta berdasarkan laporan yang masuk. Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).

 

Data tersebut dilihat dari saluran peredarannya, FB, WA, dan Twitter menjadi tempat dimana hoaks banyak beredar. Situasi yang seperti ini menyebabkan perubahan pola pikir atau tindakan seseorang terhadap sebuah situasi dikarenakan banjirnya informasi yang kadang diterima  dengan mutlak, dan kadang ditolak tanpa mencari tahu kebenarannya. Situasi yang dapat timbul akibat masifnya perkembangan informasi yaitu:

        1. Era Post Truth ditandai dengan ketika suatu fakta diberikan, seseorang cenderung tidak                             menerimanya. Hal ini lebih dikarenakan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi.

        2. Matinya kepakaran maksudnya adalah banyak orang berbicara seperti pakar terhadap suatu                     bidang, padahal mereka hanya mendapatkan informasi sedit pengetahuan tenatang suatu                        bidang contohnya pemahaman tentang Covid-19. Informasi berkembang dengan sangat                        pesat membincangkan baik dari gejala penyakit, akibat vaksin bahkan cara mengobatinya                        yang notabene pembuat informasi dan penebarnya bukanlah pakar dibidang tersebut.☺

      3. Filter bubble dan echo chamber maksunya adalah banyak orang akan mencari orang yang                        seide saja dalam komunitas tertentu dan akan meblok bagi siapa yang punnya ide                                     berseberangan. Perilaku seperti ini akan berdampak pada perpecahan.



        2. Mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.


        Diawal tulisan ini saya mendepinisikan hoaks adalah berita palsu, bohong atau tidak benar.                     Kemudian mari kita lihat definisi dari slide yang disampaikan narasumber Bu Heni.
        

Hoaks sendiri dari asalnya sudah digunakan abad ke-17. Asal kata ‘hocus’. Hocus pocus, mirip dengan sim salabim di sulap. Dari sisi pengertiannya, hoaks adalah infomasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar. Beberapa penyebab orang mudah percaya hoaks yaitu:

                            1. Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata.

                            2.  Polarisasi masyarakat

                            3. Belum cakap memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa fakta

          Selanjutnya, Apa motif seseorang mau menebar hoaks?

                 

    

               Banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks karena motif ekonomi. Ada orang-                orang yang membuat situs tertentu yang isinya provokatif. Jika seseorang mengakses atau mengelik tautan yang membuat dapat keuntungan yang mengakses mendapat kerugian berupa perpecahan. Berikut ini link yang dapat kita akses mengenal disinformasi dan misinformasi. https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0.

                Ciri-ciri informasi hoaks biasanya, sumber informasi tidak jelas, biasanya bangkitkan emosi, kelihatan ilmiah namun salah, isinya sembunyikan fakta, dan minta diviralkan. 



                   Apa dampaknya? Akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita. Selain itu muncul             kebingungan bedakan mana yang hoaks dan bukan. Dapat pula membuat meninggal seorang                 karena terlalu percaya dengan informasi yang didapat. Karena percaya hoaks akhirnya terlambat             penanganan medis.

                                            



3. Tips periksa fakta secara singkat.

               Cara yang baik untuk menyikapi masalah hoaks, kita harus periksa kebenaran yaitu dengan                   cara tunar nalar sebagai sumber pembelajaran mari lihat di link berikut ini.                                                  https://www.youtube.com/watch?v=rX5z3PBmwtM


    
    
          Selanjunya juga bisa melihat video berikuthttps://www.youtube.com/watch?v=rX5z3PBmwtM
         Setelah kita menonton tayangan kita bisa memahami beberapa cara cepat untuk periksa fakta.            
    
    

Kita juga bisa mengklik link berikut://www.literasidigital.id/ Bisa juga ke youtubenya Mafindo agar tahu hoaks terkini apa saja. 



Demikian materi yang disampaikan narasumber tentang Strategi Menangkal Hoaks. 

             Berhati-hatilah dalam mengakses, menggunakan, membuat dan menebarkan informasi, agar tidak tesandung Undang-Undang IT akibat dari berita Hoaks. 




Ranai, 10 November 2021

Jualan arang dipantai dangkal,

Inti akar hulu belukar,

Jadilah orang pintar digital,

Informasi benar baru disebar,

 

 









 

Senin, 08 November 2021

YUK CEGAH CYBER BULLYING

 Apa itu cyber bullying?

        Belajar di Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD2) luar bisa menyenangkan. Para Narasumber punya kiat khusus untuk membuat peserta merasa rugi jika ketinggalan    materi. Kesempatan kepempat ini kami disuguhkan dengan materi “Yuk Cegah Cyber  Bullying” yang akan disampaikan oleh Bapak Munif Chatib, namun karena beliau sakit  maka digantikan oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau biasa disapa Om Jay.            Dengan moderator Bu Rosminiyati, beliau adalah penulis buku JENDELA LITERASI Kumpulan Artikel Dunia menulis dan Menerbitkan Buku.

     
Buku Bu Rosminiyati
                                         

    Menurut Om Jay, dapat dipahami bahwa Cyber bullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online maupun atau di dunia siber. Berbeda dengan bullying yang terjadi di offline, Cyberbullying justru lebih parah. Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya. Cyberbully dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu. 

Lalu, apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying? 

Berikut tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying. 

❤ Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing     untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan.

❤Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat         Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini

❤ Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture,    lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian     menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.

❤Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentu komentar, pesan             instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera            tinggalkan chat room.

❤Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip        atau fitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying

❤Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang. Adukan pada pihak yang dipercaya dan          berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau        tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki    sikap mental pelaku.

Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki                          power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas,                      kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran.

                 Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media. Yuk cegah cyber bullying dengan cara ini!

        1. Tidak posting terlalu sering atau banyak

            Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu                 sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.

       2. Hindari konten posting-an yang aneh

            Apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika                     posting       sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam            hati. Oleh karena itu, sebagai pengguna social media, sebaiknya batasi mengunggah konten yang             mengganggu.

        3. Pintar-pintar memilih teman di sosial media

            Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di             media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.

        4. Tidak sembarang bercerita di sosial media  Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi             atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.

     Untuk mengatasi atau mengurangi pergerakan Cyberbullying, menyebarkanlah kampanye dan aksi #BalasYangBaik di sosial media, kemudian ajak teman-teman untuk ikut dalam kampanye tersebut, dalam bentuk foto, video dan quotes. Kampanye anti cyberbullying harus terus disuarakan. Kita juga perlu membeberkan cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.

    1. Edukasi anak

        Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru. Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.

  2. Ajari Anak cara menghadapi perundungan

    Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan. Beberapa cara menghadapi cyberbullying yang bisa Anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang mem-bully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.

  3. Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.

    Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyberbullying pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital. Meski, tidak ada informasi yang benar-benar privat, tetapi dengan mengatur hal tersebut pihak yang dapat mengakses informasi anak kita lebih tersaring. Selain itu yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa apa yang sudah diposting tidak akan hilang, sehingga sikap selektif menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh anak. Orang tua dan guru harus paham soal ini. Sebab informasi yang sudah diposting, ibarat paku yang sudah menempel pada kayu. Walaupun pakunya sudah diambil, bekas lubangnya masih ada.

             Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Oleh karenanya, kami di PGRI merasa khawatir, peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan cyberbullying.

         Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti Cyberbullying.

    Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Yuk kita tonton video ini selama 3 menit, 
://youtu.be/Rhinz16z7tM

Demikian materi yang disampaikan Om Jay tentang CEGAH CYBER BULLYING. Sebagai closing statement beliau berpesan. Untuk menghindarkan diri dari perilaku cyberbullying, anda bisa meningkatkan :

1. Empati (memahami perasaan orang lain)

2. Hati Nurani (mendengar suara hati yang membantu untuk melakukan hal yang benar )

3. Kontrol diri (berpikir sebelum bertindak)

4. Menghormati Orang lain (memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana ia ingin orang lain         memperlakukan dirinya)

5. Kebaikan Hati (menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain)Bullying      atau perundungan kerap kita temui di mana-mana. Apalagi di jaman yang serba online ini, cyber           bullying semakin marak terjadi. Jika nampak terjadinya tindakan Bullying disekitar kita cegah dan            kompanyekan kebaikan. 

    Demikianlah sedikit materi hari ini yang bisa omjay sampaikan sebagai narasumber pengganti. Kita bisa saling tanya jawab di WA Group ini. Hubungi omjay di blog https://wijayalabs.com/about, terima kasih.



agar-agar masak rendang, 

lauk pagi samapi kepetang,

agar hidup anak tenang,

yuk cegah cyber bullying,




Natuna, 8 November 2021



Sosialina.

Sabtu, 06 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL


PENTINGNYA MEMAHAMI MINAT DIRI 

               

  Ketika melihat judul materi MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITALSaya jadi teringat dengan tulisan laporan PTK saya tahun 2017. Kemudian, saya buka file untuk mengingatkan kembali ingatan saya tentang minat dan bakat. Materi yang disampaikan Bapak Aris Ahmad Jaya (MR. Sugesti Indonesia) sungguh menarik beliau memang sudah mengenal betul minat dan bakat yang beliau miliki, sehingga kekuatan positif yang beliau miliki dapat ditularkan melalui gelombang elektromagnetik yang ada di ruang digital. Walaupun suara Pak Aris terdengar putus-putus dalam menyampaian materi, disebabkan jaringan di Natuna kurang bagus khususnya di rumah saya. Ahamdulillah, saya masih dapat mencatat beberapa poin materi meskipun tidak bisa oncam. Melihat wajah pemateri yang luar biasa ceria dan peserta yang antusias mengikuti materi yang beliau sampaikan, membuat saya juga bersemangat dan senyum-senyum sendiri. Kegiatan hari ketiga pada Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD 2) dipandu moderator cantik Ms Phia.

Tulisan ini hanya mengembangkan apa yang saya dapat dari narasumber yaitu sebagai guru seyogyanya harus memahami minat siswa. Tentunya, untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru dan siswa harus punya rasa yang menyenangkan terhadap pelajaran tersebut. Untuk menjadi guru yang menyenangkan bagi siswa, sebaiknya guru belajar menjadi guru yang menarik, bisa membawa nilai-nilai positif terhadap siswa. Guru yang mau terus berkembang akan selalu belajar mengenali bakat dan minat dirinya sendiri agar kreatifitas dan inovasi yang dia lakukan dapat menularkan energi positif kepada siswa-siswi yang dibimbingnya.  

         Cara memahami apa bakat diri, bisa dengan merasakan apa yang kita sukai?  

         Untuk menjawab pertanyaan tadi kemudian saya merenung sejenak, saya rasakan. Semoga yang saya rasakan adalah anugrah yang dapat membawa saya menjadi hamba Alloh yang selalu bersyukur dengan menularkan hal-hal positif kepada anak dan siswa-siswi yang saya didik. Mendidik dengan kasih sayang adalah kenyaman tersendiri bagai saya. kesungguhan birbincang dan berbagi kepada anak dan siswa tentang ide-ide baru itu menyenangkan. Kemudian pada kesempatan ini saya bersyukur mengikuti pelatihan Guru Motivator Literasi Digital. Pelatihan ini merupakan wadah bagi saya untuk mengasah dan mengembangkan bakat saya menjadi guru yang dapat memotivasi siswa dan rekan kerja untuk terus bergerak belajar menjadi lebih baik. 

Mengikuti kegitan pelatihan ini memberikan saya kesempatan untuk mengembangkan bakat saya dengan cara jitu dari Bapak Aris yaitu   4T:

Titi maksudnya, kita melihat atau mencari tahu dengan sebaik - baiknya (dengan cermat), apa                yang kita senangi dan sering kita melakukan.

Tiru maksudnya, kita mencari sesuatu yang ada pada orang lain yang bisa dan mampu kita lakukan         atau kerjakan.

Tambahi maksudnya, kita menambahkan sesuatu yang baru dari apa yang kita pahami sebelumnya                 dari orang lain, yang berasal dari kreatifitas diri sendiri atau berinovasi.

Temu maksudnya, kita menemukan kekuatan yang kita miliki dari hasil meniti, meniru dan                          menambahi. Jika sudah yakin itulah bakat kita maka melanjutkan agar bakat yang ada bisa                terus berkembang.

Tuntas maksudnya,kita sudah bisa menjali bakat kita yang sesungguhnya jalani dengan penuh rasa             syukur karena banyak bersyukur hidup jadi bahagia. 


Gambar ini adalah gambar satu siswa yang saya bimbing namanya Sharfina. Dia adalah siswa yang nampak pendiam. Saya mendengar suaranya bagus dan dia cepat memahami pelajaran, dikelas VII dia hanya bicara jika ditanya saja. Untuk mengetahui minatnya dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Saya sebagai walikelass meminta Sharfina tampil pada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saya bimbingnya untuk memberi ceramah singkat didepan guru  dan teman-teman dalam lomba antar kelas di SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Alhamdulillah dari malu menjadi mau dan hasilnya mendapat peringkat ke-tiga dari beberapa peserta lainya. Guru juga  harus bisa memahami bakat siswa yang beragam, agar tidak terjadi pemaksaan kehendak ketika sedang mengajar, dengan memahami bakat dan minat siswa, guru akan lebih mudah menemukan metode dan model pembelajaran yang menyenangkan untuk memudahkan mencai tujuan pembelajaran.      

 


Selanjutnya, pesan yang dapat saya terima dari suara yang putus-putus kemudian berkunjung ke blog rekan peserta pelatihan untuk mengetahui pesan pak Aris sebelum menutup materi. dapatlah dari blog pak Indra ( Jari Mister Indra) yaitu:

  1. Kita dikenang karena memberi bukan menerima
  2. Lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadikan kita sebagian dari sejarah hidup
  3. Cintailah yang kita kerjakan, dan kerjakanlah yang kita cintai dan lihatlah keajaiban yang akan terjadi.


        Demikian liputan materi Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital. terus semangat mengembangkan bakat menulis di blog. Rasakan, dan kenali, tiru dan tambahi kemudian tuntaskan menjadi kepribadian yang menarik pada perubahan yang yang lebih baik.


                         Jika sudah mengenal diri, tahulah kurang dan perbaiki

Ranai, November 2021


Sosialina

Rabu, 03 November 2021

YUK KELOLA JEJAK DIGITAL DENGAN BAIK

 Mengapa Harus Meninggalkan Jejak Digital?

          Menurut KBBI jejak adalah bekas telapak kaki atau bekas langkah. Jejak merupakan tanda pernah adanya suatu perjalanan, atau pristiwa, bisa saja itulah perjalanan kehidupan seseorang. Bagaimana kita bisa memahami sejarah kemerdekaan Indonesia jika kita tidak menemukan jejak sejarahnya dari dokumen penting dan pelaku sejarah. Begitulah pentingnya meninggalkan jejak kehidupan. Sesuai dengan perekambangan zaman, kita bisa meninggalkan nama dan kisah kehidupan kita melalui media digital. Penjelasan tadi tidak sama persis dengan apa yang disampaikan oleh narasumber Bapak Dedi dwitagama dengan materi "YUK KELOLA JEJAK DIGITAL DENGAN BAIK"  dan moderator Ibu Helwiyah di pertemuan ke-2 dalam pelatihan Guru Motivator Literasi Digital. Namun penjelasan tentang kata  "jejak"  mewakili pemahaman saya pada kesempatan materi tersebut. 




       Apa yang saya tulis di halaman blog ini, juga merupakan satu cara meninggalkan jejak bahwa saya pernah belajar untuk memahami pentingnya mengelola jejak digital. Selanjutnya, mengapa harus meninggalkan jejak digital? kita bukanlah pelaku sejarah, namun akan dikenang seperti tokoh sejarah ketika meninggalkan jejak positif berupa karya inspiratif atau tulisan kalimat-kalimat yang dapat menginspirasi dan memotivasi pembaca melakukan hal-hal baik atau berubah lebih baik dalam kehidupan mereka. Seorang siswa sangat mengingat kenangan yang berkesan dari guru mereka, ketika bimbingan seorang guru tersebut membuka mindset dan membawa perubahan dalam kehidupan mereka. Kenangan terhadap guru favorit akan hanya menjadi kenangan biasa, tinggal mengenang nama dan poto dalam album kenangan. Itupun jika pernah mendokumentasikan kebersamaan dengan sang guru. Contohnya, ketika Pak Dedi meminta untuk mencari nama guru favorite saya sore ini di internet. Saya tidak menemukannya. Saya berpikir benar dan harus melakukan meninggalkan jejak digital tentang kehidupan saya apakah itu berupa tulisan atau poto kegiatan pribadi saya, yang mana nanti akan mudah ditemukan oleh keluarga saya. Banyak sosial media yang dapat digunakan untuk memposting berbagai tulisan dan poto, seperti instagram, facebook, blog dan lain-lain, yang terpenting apa pun yang akan kita jadikan jejak kehidupan kita adalah sesuatu yang bernilai positif. 


MENGELOLA JEJAK DIGITAL    

Harus hati-hati untuk memposting segala sesuatu terutama saat ini kita menggunakan digital, seluruh dunia melihat dan membaca. Oleh karena itu, bijak lah dalam mengelola jejak digital kita. Menurut pak Dedi jika kita adalah guru, maka kita bisa mengajak siswa membersamai kita dalam mengelola jejak digital seperti meminta siswa untuk membuat tugas mata pelajaran yang kita ampu kemudian kita posting kegiatan tersebut atau hasil karya anak di sosial media dengan akun yang kita punya. Sehingga hal tersebut akan menjadi jejak yang dapat menginspirasi orang lain.





 
Kemudian agar sukses meninggalkan jejak digital lakukanlah kegitan berikut ini:
  • Berusaha untuk membuat jejak kebaikan secara digital dapat berupa tulisan atau poto kegiatan.
  • Merekam dokumen cetak melalui tulisan digital, seperti menulis resume sebuah buku.
  • Pilihlah ruang digital yang kita miliki dengan identitas yang jelas.
  • Tidak yakin dengan keamanan digital gunakan saja nama pena, dan optimalkan sosial media sebagai bahan belajar. 
  • Gunakan kemampuan yang dimiliki dengan penuh keyakinan bahwa kita bisa membuat jejak gital.

            Demikian ulasan materiYUK KELOLA JEJAK DIGITAL DENGAN BAIK".  Semoga  resume yang saya tulis hari ini bermanfaat untuk saya dan pembaca. Jika ingin nama kita dikenal atau kisah perjalanan hidup kita diketahui dan dingat, atau prestasi kita dikenang, maka buatlah dan kelola jejak digital. 


Berkibar harkat martabat diri,
Menjaga diri jangan terpental,
Belajar nulis kalimat Pak Dedi,
Meresume jadi jejak digital,

banyak bilis jemur ditikar,
sehari panas kering sebentar,
menulis diblog belum lah pintar,
semoga banyak yang komentar, 




Ranai, 3 November 2021



Sosialina,




Membuat Cover Buku yang Menarik

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI Resum e   Pertemuan       :  27 Kelas               : Gel. 23 Materi              : Membuat Cover ...